
"Emang kakak berani mandiin Hana?" Gadis itu justru menantangnya, padahal Zacky sudah memberi isyarat agar Hana tak kembali menentang semua kata-kata dari arga saat itu. Tapi nyali Hana sama sekali tak menciut dengan semua peringatan darinya.
Arga membuka jas, Ia melipat lengan kemejanya cukup tinggi begitu juga dengan celana bahan yang tengah ia pakai saat ini. Langkahnya yang panjang itu segera menghampiri Hana di tempatnya, lalu meraih lengan hana dan menariknya sekuat tenaga.
"Kyaaa!! Kakak mau apa?" tanya kaget Hana padanya. Dan jawaban Arga begitu singkat sesuai ancamannya saat itu, yaitu memandikan Hana.
Gadis itu langsung melotot membulatkan matanya, Ia berusaha menolak dan beberapa kali memukuli tangan Arga dengan sisa tenaga yang ada. Namun, tetap saja tak bisa karena kondisi laparnya yang masih amat terasa.
Arga membawa Hana masuk kedalam kamar mandi besar itu, ia mmebawa Hana beridiri di bawah shower lalu menyalakan airnya yang dingin untuk mengguyur tubuh itu. Hana sontak beretriak dengan ahwa dingin yang begitu menusuk hingga ke tulaangnya.
"Hyaaa!! Haissh! Ini dingin sekali." pekik hana sejadi-jadinya. Arga tak perduli, Ia justru menuangkan shampo ke kepala gadis itu dan meminta Hana mengusapnya sendiri hingga berbusa.
Sudah terlanjur basah semua, hana kemudian membuka baju tidur yang ia pakai didepan suaminya. Arga yang melihatnya beberapa kali berusaha membuang muka, apalagi hana melepas nyaris semua yang ia pakai termasuk yang paling minim.
"Stop!" tegur Arga yang mulai gugup karenanya.
"Katanya mau mandiin? Mandi pakai baju yang ngga bersih lah," jawab Hana dengan santainya. Apalagi Ia melihat wajah aneh Arga dan seperti ingin mengerjainya.
Hana mencoba meraih tali bra yang ada dibelakang sana, tapi sepertinya sulit hingga Ia memberi kode pada arga. "Biar mandinya bersih," balas Hana.
__ADS_1
"Terserah, kau lanjutkan saja sendiri." sergah Arga yang kemudian pergi tanpa sepatah katapun pada hana yang masih disana.
Setelah arga keluar, Mia segera mencarikan pakaian ganti untuk sang nyonya dan Zacky segera keluar dari kamar itu menuju ruang makan. Ia duduk dengan santai disana sembari terus memikirkan tindakan sahabatnya yang brutal dan kasar itu.
"Aku hanya takut jika kau nanti terkena karmamu sendiri, Ga." gumam Zacky disana.
Arga segera kembali memakai jasnya, ketika Hana sudah keluar hanya dengan mengenakan handuknya yang sebatas dada dan paha. Ia menggigil kedinginan akibat air dingin yang disiramkan arga padanya, bahkan rasanya lapar itu hilang seketika.
"Jahat!" ujar hana disela gigilannya saat itu. Tapi arga tak bergeming, Ia hanya merapikan diri dan keluar dari sana menungginya untuk sarapan bersama.
"Nyonya, ayo cepat pakai bajunya. Nanti Nyonya dimarahi lagi sama tuan," tegur mia padanya.
Para maid mulai bekerja, mereka mengambilkan sarapan untuk tuan dan nyonya mereka disana. Hana merasa istimewa dilayani seperti ini, karena meski kaya tapi kakaknya tak sekaya arga saat ini.
Sarapan pagi dimulai, semua menjadi hening seketika tanpa suara. Hanya bunyo sendok dan garpu yang saling beradu diatas piring mereka, bahkan Hana sendiri rasanya amat sungkan hanya untuk meminta tambah dengan menu yang ada.
"Tahan deh, nanti kalau kak arga pergi hana mau minta makan lagi." gumam Hana dalam hati.
"Selama aku pergi, jangan pernah coba keluar dari mansion ini. Kau akan segera ku temukan, dan ku berikan hukuman lebih parah dari sebelumnya."
__ADS_1
"Hmmm." jawab Hana alakadarnya. Ia malas bertengkar, Ia malas berbicara dan membuang tenaga. Ia ingin arga segera hilang dari pandangannya, hingga ia bisa segera menuntaskan segala rasa lapar yang mendera.
Dan benar saja, Ia begitu bahagia ketika Arga sudah benar-benar pergi dari hadapan matanya. Ia menyaksikan sendiri ketika arga berlalu dan melaju dengan mobil mewahnya itu. Hana segera berlari, Ia menghampiri Mia yang tengah membereskan meja makan saat itu.
"Nyonya masih lapar?" tanya Mia dengan heran. Untung ada satu piring bersih dan Ia segera memberikannya pada sang Nyonya.
"Kan udah dibilang, dari semalem hana kelaperan. Dikasih makan cuma segitu, ya hana laper lagi lah." jawab hana dengan santainya.
Para maid hanya menggelengkan kepala. Mereka lantas kembali bekerja dengan tugasnya masing-masing disana. Membersihkan rumah, merapikan dan semua kegiatan yang ada. Hingga Hana melihat sebuah foto pria paruh baya disana yang cukup menyeramkan baginya.
"Kak Mia, itu siapa?" tanya Hana padanya.
"Itu? Itu Tuan besar. Ayah tuan arga," jawab Mia sepengetahuannya.
"Ayah?" tanya Hana mengerutkan dahinya. Ia tahu, jika ayah kandung arga sudah meninggal sangat lama. Tapi kenapa pria ini adalah ayahnya.
Hana terus menatap foto pria itu disana. Tatapannya amat tajam dan begitu mematikan, nyaris sama seperti arga saat ini. Tapi Hana berusaha tak gentar, ia terus menatap foto itu dan mencari tingkat kemiripannya dengan arga.
"Mana? Ngga ada mirip-miripnya. Matanya doang tuh," tukas hana. Tapi ia kembali seram, hingga akhirnya Hana berlari dan kembali naik ke kamarnya.
__ADS_1