
"Apa? Menikah?" Zacky dan Hana terkejut bersamaan. Terutama Hana, yang mendadak akan menjadi istri arga dan itu besok.
"Kenapa harus menikah? Kenapa secepat itu?" Hana masih dipenuhi tanya, pasalnya semua terasa begitu cepat tanpa aba-aba bahkan dengan semua cara yang tak pernah disengaja. Ajakan menikah saja tak seperti seharusnya seperti yang ia lihat bergitu sakral dan mesra.
Arga cuek, Ia diam dan justru keluar berjalan menuju kamarnya. Hanya terus mengikutinya, bahkan hingga masuk dan menemani pria itu megganti pakaiannya disana. Sebagai gadis yang sudah cukup usia, pasti hana cukup menelan saliva melihat pemandangan yang ada.
"Berhenti menatapku," pinta Arga yang tahu jika Hana memperhatikannya. Tapi hana tetap disana, ia tak berpindah tempat sama sekali sebelum mendapat semua jawaban atas ucapan arga padanya.
"Kau tahu aku baru saja keluar dari penjara?" tanya Arga, dan Hana menganggukkan kepalanya.
"Kau tak takut padaku?" Dan kali ini Hana meggelengkan kepala meski rahangnya sedikit menegang. Seperti keyakinan diawal, jika Hana tahu Arga itu orang baik selama ini.
"Aku pembunuh. Apa sofi tak menceritakan semua padamu? Akulah pembunuh ayahnya," jawab arga dengan amat santainya. Hana beberapa kali menghela napas, giginya mengerutuk disana dan tangannya mengepal.
"Lalu, apa hubungannya dengan Hana? Hana bahkan tak tahu apapun dengan apa yang terjadi." jawabnya meminta klarifikasi.
__ADS_1
Arga menyela. Ia juga tak pernah tahu apa urusan kakaknya hingga membunuh, dan memfitnah arga melakukan semuanya. Dan ibunya tak tahu ada apa, hingga fikirannya kalut dan sakit hingga meninggal karena tak terurus. Setidaknya Hana masih bahagia dengan segala ketidaktahuanmu itu.
Ucapan itu keluar dari mulut arga dengan nada yang begitu menyakitkan meski tanpa air mata sama sekali yang jatuh dipipinya. Atau bahkan ia sudah mati rasa dengan semua yang ada, hanya ingin fokus pada dendam yang ada untuk mereka.
"Kakak jadikan Hana alat balas dendam?" Hana menyimpulkan semua dari apa yang arga katakan padanya barusan.
"Rupanya kau pandai," jawab Arga dengan senyum jahatnya.
Napas Hana semakin berat. Ia amat tak menyangka jika semua terjadi padaya, Ia tak percaya jika kakaknya yang telah melakukan hal sekeji itu pada sahabat dan ayah dari wanita yang kini menjadi istrinya. Ia sama sekali tak percaya, atau diantara mereka ada orang ketiga yang menjadi provokator keduanya.
"Maka dari itu kita harus menikah, agar ia tahu bagaimana rasanya sebuah kehilangan. Apakah ia akan mencarimu dengan berbagai cara, atau membiarkanmu pergi begitu saja karena semua yang ia inginkan tercapai."
"Tapi kenapa harus menikah? Itu hal sakral dan Hana ngga mau main-main. Belum lagi walinya," Memang Hana amat sangat mendambakan pernikahan yang indah dan sakral, ia tak mau mempermainkan semuanya dan berakibat dosa. Lagipula mana bisa menikah tanpa wali.
"Zacky, akan jadi walimu. Kalian sudah kenal lama,"
__ADS_1
"Kak Argaaa!!!" teriak Hana sejadi-jadinya. Arga seolah tak terbantahkan saat ini, semua yang Ia ucapkan seketika itu harus terlaksana dan semua orang segera menurutinya.
Nia yang datang segera menarik Hana keluar dari sana. Dengan lembut ia membujuk gadis itu agar kembali kekamarnya dan beristirahat menjelang pernikahan dadakan keduanya esok pagi. Tapi Hana justru menangis, meringkuk memeluk lututnya di headboard ranjang besar itu. Semua serba mendadak, padahal Ia sudah senang bertemu dengan arga setelah sekian lama, namun arga sudah tak seperti yang ia kenal sebelumnya.
"Nona, sudahlah... Nanti matanya bengkak," bujuk Nia yang saat itu membawa susu hangat untuknya. Zacky yang memberitahu Nia pasal kesuakan hana itu, berharap Hana sedikit tenang malam ini.
"Kak Arga jahat, kenapa begini sama Hana? Kak arga berubah. Hana benci! Benciii!!!" amuknya disana, hingga susu itu tersenggol tumpah dan gelasya pecah.
Hana melihat pecahan gelas yang tajam itu, lalu terbesit niat jahat untuk melukai dirinya sendiri. Ia meloncat turun dan meraih salah satu pecahan kaca dan melukai pergelangan tangannya.
"Nona!!" pekik Nia sekuat tenaga. Ia cemas dan langsung memanggil Arga dikamarnya, dan arga secepat kilat sudah ada disana untuk Hana.
Arga tampak amat cemas dibuatmya, Arga menangis sejadi-jadinya memeluk Hana denga darah yang sudah mengalir dengan deras hampir disekujur tubuhnya.
**
__ADS_1