Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 57


__ADS_3

Malam berganti dengan pagi yang begitu hangat. Matahari mengintip dari jendela yang besar itu dan mengenai mata Hana. Ia kemudian bangun, menyadari pelukan arga dipinggangnya. Ia hanya menyingkirkannya saat ini, ia juga terlalu Lelah usai digempur habis-habisan oleh arga semalaman seakan tanpa jeda dan tak ingat esok hari masih ada.


Bahkan, terasa amat nyeri dan linu dipangkal paha, hingga ia kesulitan untuk berdiri saat ini. Sampai ia meringis, ketika meraih sebuah blazer baju tidur yang ada dilantai. Semalam bahkan arga merobek gaun yang ia pakai akibat merusak pemandangannya, hingga sebuah gaun tidur hana pakai sebagai gantinya. Dan itu, entah juga kapan lepas dari tubuh hana.


“Kau bangun?” tanya arga yang mendengar ia merintih barusan.


“Kak arga bangun juga? Hana, Cuma mau mandi dan bantu mia siapin sarapan. Abis itu, mau cek lukanya liska sama ganti perbannya. Kakak tidur aja lagi ngga papa,” ucap hana padanya.


Namun tak seperti yang hana duga. Saat itu arga langsung bangun dan menghampirinya, ia lalu menggendong hana menuju kamar mandi untuk memandikannya.


“Kak, ngga usah. Hana bisa mandi sendiri,” tolak hana dengan lembut. Ia masih nyeri, dan ia sangsi jika ini hanya proses mandi jika arga yang melakukan padanya. Ia takut ada aktifitas lain diantara mereka setelah ini.


Tapi, rupanya tak yang seperti hana takutkan. Arga begitu menepati janjinya, dan ia hanya meandikan hana. Meski kadang tangan itu sesekali memainkan beberapa area sensitifnya, tapi arga masih kuat menahan semua. Hingga hana membilas tubuh indah dengan beberapa bekas arga disana, dan arga segera menutup tubuh hana dengan handuk kimononya.


“Pergilah, aku menyusul. Antar handuk lain untukku,” pinta arga dengan wajah datar padanya. Hana hanya mengangguk, lalu ia keluar untuk menyiapkan pakaiannya sendiri dan pakaian arga.


Kadang perlakuan seperti ini membuat hana merenung dalam duduknya. Perlakuan arga yang begitu tak bisa diduga lembut dan kasarnya, membuat hana bingung untuk menyikapi dan menyeimbangkan semua seperti yang seharusnya.


Hana telah rapi, kemudian memberikan handuk pada arga yang ada didalam sana. Ia menunggu untuk bisa melayani arga pagi ini dengan seragamya.


“Kau masih disini?”


“Iya, mau pasangin dasi,” jawab hana padanya.

__ADS_1


“Nanti aku akan kebawah dan kau urus saja liska terlebih dulu.” Titah arga padanya. Hana mengangguk, kemudian pergi sembari mengikat rambut panjangnya yang masih basah. Arga saat itu kurang suka melihatnya, ia lebih suka melihat rambut hana yang tergerai indah didepan matanya


Hana menuruni tangga. Wajah cerianya tampak oleh semua maid dan penjaganya disana. Mereka semua ikut tersenyum dengan kebahagiaan hana saat itu, lalu menyapanya untuk pagi ini.


Liska ikut keluar dengan tongkat yang diberikan mia padanya. Ia langsung dibawa duduk disofa untuk segera hana periksa dan mengganti perban dikakinya. Gadis itu dibawa tengkurap dan membelakangi hana. Karena betis bagian belakangnya lah yang terkena luka cukup parah. Saat itu mia memangkunya, dan beberapa maid lain membantu hana dengan alat-alatnya agar mempercepat pekerjaan yang ada.


“Aaahh!!!” pekik Liska ketika hana membersihkan luka yang masih basah itu. Harus benar-benar dibersihkan karena takut akan infeksi dan semakin parah nanti.


“Sakit?”


“Sedikit, Nyonya.” Jawab liska yang masih menahan rasa sakitnya.


Hingga tak lama kemudian semua selesai. Luka itu telah Kembali terbalut dengan rapi, dan hana akan membukanya Kembali esok pagi. Ia berdiri menghampiri persiapan sarapan untuk mereka semua, kemudian menghampiri arga yang turun dari tangga dengan dasi yang belum terpasang dilehernya.


“Ini tugasmu,” Arga, meski dengan wajah datar sepertinya sudah benar-benar terikat oleh hana sepenuhnya.


Hana tersenyum lagi dengan ucapan arga. Entah bagaimana hatinya saat ini, yang penting ia bahagia. Hanya tinggal beberapa Langkah dengan hati arga sepenuhnya.


Hana kemudian menggandeng sang suami untuk duduk dimeja makan. Liska juga duduk disana, bahkan maid juga ikut melayaninya dengan baik. Mereka sarapan bersama, bahkan liska mengeluarkan air mata dengan semua moment yang ada.


Liska bahkan lupa, kapan terakhir ia makan bersama seperti ini dengan keluarganya. Ia juga amat rindu dengan mereka, atau bahkan orang tua liska telah menganggapnya tiada saat ini.


“Kau rindu mereka?”

__ADS_1


“Iya, Tuan…” angguk liska padanya.


“Tetap disini dan jangan kemana-mana. Berikan datamu pada penjaga rumah ini, dan mereka akan membantumu mencarinya.” Jawab Arga.


Liska seketika bahagia dengan apa yang dia dengar saat itu. Bahagia sekali rasanya diberi harapan untuk bertemu lagi dengan keluarga. Liska yakin, jika arga tak akan bohong dengan niatnya.


“Hallo, mas? Tumben nelpon ina pagi-pagi?” tanya ina, ketika mendapat telepon dari kekasihnya itu. Ada juga rasa cemas dihatinya, karena mereka pasti sudah sadar jika liska kabur dari tahanan mereka. Ina takut, jika hans langsung menyadari jika dirinya yang membuat semua itu terjadi.


“Sayang, apakah kau sudah dapat info untukku? Mengenai adikku.” Tanya hans dengan suaranya yang begitu Lelah saat ini. Ina sadar, pasti itu gara-gara huru hara yang terjadi.


“Ina ngga tahu, mas. Ina belum dapat kabar apapun mengenai_ siapa Namanya?” tanya ina yang pura-pura tak tahu.


“Hana… Namanya hana. Ariana paramitha nama lengkapnya. Perlu ku kirim fotonya lagi padamu?” tanya hans. Dan demi mendalami peran, ina meng’iyakan ucapan hans padanya. Dan benar saja, hans mengirimkan foto cantik sang adik ke hpnya saat itu.


“Terakhir kesana. Dan aku harap, kau bisa memberi petunjuk padauku. Aku pusing. Kau tahu? Salah satu tahanan kami kabur semalam.” Curhat hans pada akhirnya. Dan itu cukup membuat jantung ina bergetar cemas saat ini. Namun, ia harus bersikap seolah tak tahu apa-apa didepan hans.


Mereka berdua mematikan panggilan bersama. Ina saat itu hanya menghela napasnya sedikit lega, karena hans sama sekali tak curiga padanya. Ia hanya tinggal menunggu arga dan zacky guna menceritakan semua curhatan hans padanya. Ia juga tengah menatap foto cantik hana saat ini dilayar hpnya.


“Cantik. Apakah aku bisa bilang kau beruntung karena dimiliki arga? Kau berada ditangan yang tepat saat ini, karena kau bahkan memiliki seorang monster didekatmu. Ya, dia adalah orang yang kau panggil kakak dan kau anggap keluarga selama ini,” guman ina pada foto hana disana.


Ina bertekad, jika semua masalah ini selesai maka ia akan pergi sejauh mungkin dari kota itu. ia sudah menabung selama ini, dan setidaknya ia tenang ketika pergi. Hans dan komplotannya harus habis tak tersisa, dan tak boleh ada yang selamat diantara mereka. Karena mereka membuat hidup banyak orang hancur hanya demi obsesi mereka semua disana.


"Pergi dan  bangun hidup baru yang lebih tenang dari ini, Ina. Meski sebenarnya entah bagaimana masa depanmu nanti disana,"

__ADS_1


Sebuah foto ina peluk. Mungkin adiknya akan seusia hana jika masih hidup hingga saat ini. Ia sangat rindu sang adik, tapi apakah bisa ia melampiaskan semuanya dengan hana yang saat ini adalah nyonya baginya. Karena ia sadar, jika ia adalah orang hina. Apalagi, ia yang akan menjebak sang kakak dan menghancurkan keluarganya setelah ini.


__ADS_2