Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 56


__ADS_3

 Sementara itu dirumah tua tempat penyekapan mereka, saat ini tengah terjadi kericuhan yang amat luar biasa. Dokter Thomas sudah ada disana, bahkan ia sudah menghajar beberapa penjaga hingga


babak belur wajahnya. Mereka terkulai lemas saat ini, disaksikan oleh paratahanan mereka yang ngeri melihatnya.


“Bisa-bisanya gadis lemah seperti itu bisa kabur dari sini!! To lol kalian!” amuk Thomas saat


itu. Ia bahakn bahkan terus memaksa tahanannya harus bicara, mereka harus mengungkap apa yang terjadi padanya. Apalagi, mengenai cara gadis itu kabur darinya.


Jika tak ada yang bicara, maka mereka harus siap disiksa saat itu juga hingga lemas dan bahkan mati. Namun, mereka semua telah sepakat menutup mulut demi liska. Karena meski mereka mati nanati, mereka ingin psikopat ini taka da lagi didunia dengan segala bisnis gelapnya. Mereka tak ingin ada mereka lagi diluar sana.


“Maaf, Tuan… kami saat itu sedang istirhat dan ketiduran karena Lelah. Jadi_...”


“Lelah? Lelah karena apa kalian ini? Kalian bahkan tak bergerak seharian dan hanya diam


didalam sana. Kalian bilang Lelah?” sergah Thomas pada salah seorang tahanan yang bicara.


Hingga akhirnya hans muncul diantara mereka. Ia baru saja pulang dari bekerja dan ingin


istirahat, segera menunda semua dan datang ke markas mereka. Bahkan matanya saja sembab karena mengantuk, untung saja sofi tak banyak bertanya kemana dirinya akan pergi malam ini.


“Thomas, maaf telat.” Sesal hans padanya.


“Bagaimanapun caranya, cari gadis itu sampai ketemu. Aku tak perduli, mau hidup atau ma ti. Ingat,


dia berbahaya bagi kita.” Ujar Thomas padanya. Saat itu hans hanya tertunduk mendengarnya, karena menambah beban lagi saat ini selain hana_adiknya.


“Belum lagi hana,” lenguhnya kesal.


“Hana? Kenapa hana? Apa belum kau temukan?” tanya Thomas padanya.


“Aaaahh… Hana tak apa. Dia… Dia hanya sedang berlibur dengan para sahabatnya saat ini,” kilah


Hans padanya.


“Baiklah… Aku merasa sudah tak sabar lagi untuk menikah dengannya,” Thomas mengusap dagunya


penuh napsu, membayangkan tubuh mulus hana ketika telah behasil menjadi istrinya


nanti. Kecantikannya, dan semua yang ada pada dirinya itu selalu membuatnya tergila-gila


selama ini. Andai tak menghormati hans sebagai kakaknya, pasti hana telah ia sentuh


tanpa pernah mau berhenti.


Hans hanya mengangguk kepala setelah ini. Ia bingung harus mulai melangkah kemana lagi


untu hana, karena Thomas sudah tak sabar lagi memiliki adiknya. Thomas bahkan


mampu membayar mahal untuk hana, tapi juga Thomas menjadi pemegang rahasia


terbesarnya selama ini. Jika Thomas celaka, maka matilah dia.


Para tahanan mereka masukkan Kembali ke dalam sel mereka. Beberapa penjaga yang terluka


segera diobati, dan mereka mulai mencari liska dengan terus menyusuri jejak yang tersisa atas liska. Sayangnya memang sulit, gadis itu ternyata cerdik karena segera menutup lukanya hingga berhenti ceceran darah yang ada dikaki.

__ADS_1


**


“Nona?”


“Hmm? Panggil saja saya, ka kina. Ada apa, Liska?” tanya ina padanya. Mereka masih dalam


perjalanan menuju mansion, gelap dan cukup sepi. Liska cukup takut sebenarnya saat


ini, karena melihat gaya dan penampilan mereka hamper sama dengan Hans dan para


anak buahnya.


“Sebenarnya, kalian siapa? Kenapa mau menolng saya sampai seperti ini?” tanya liska. Apalagi


masih terngiang ketika ina ada disana bersama hans saat ia membuka kunci


kerangkengnya saat itu.


“ Kami hanya para penuntut keadilan, Liska. Kami adalah bagian yang trauma pada kejahatan


mereka semua, berkumpul mnejadi satu agar mereka berhenti dengan semua kekejian ini.”


“Tuan yang tadi?” Liska rupanya memperhatikan arga selama mereka bertemu tadi. Pantas saja,


hana diam dengan segala firasatnya saat ini.


“Tuan arga. Beliau ketua kami, dan beliau adalah yang terparah mendapat trauma  dari mereka. Kau, mau membantu kami ketika mereka semua tertangkap nanti?” tanya Zacky padanya. Saat itu liska menganggukkan


kepala, ia memang bertekad mengabdikan diri setelah ini. Apalagi mereka semua benar-benar akan mengurusnya dengan baik.


benar-benar dibuat takjub dengan segala pemandangan yang ada didepan mata.


Hingga akhirnya mia datang menyambut mereka. Ia yang sudah diberitahu kedatangan liska segera


membersihkan kamar untuknya meski sudah larut malam. Ia kemudian mengajak liska masuk kekamar barunya yang sudah rapi dan begitu jauh dari tempat sebelumnya.


“Aku jadi pelayan?” tanya liska pada mia.


“Tak ada yang memintamu menjadi pelayan saat ini. Kau fokus dulu sembuhkan lukamu, hingga


kau bisa beraktifitas seperti biasa dan membantu kami, nanti.” Jawab mia dengan


ramah padanya.


Saat itu


juga dilemari sudah ada beberapa pakaian untuk liska meski itu adalah sumbangan


dari beberapa maid disana. Mia menjelaskan, jika nyonya mereka akan memberikan pakaian


baru untuknya.


“Nonya?”


“Yang tadi mengobatimu, Beliau adalah nyonya disini._istri tuan arga.” Jawab Mia. Lska hanya

__ADS_1


menganggukkan kepala mendengarnya. Kemudian menuruti perintah mia untuk segera


membersihkan diri dan istirahat dikamarnya.


“Iya, Kak mia… terima kasih,” balas Liska padanya.


Mia kemudian keluar untuk menemui zacky dan Ina disana. Ia cemberut melihat keakraban mereka


berdua, apalagi ia amat paham dengan mia yang memang pekerjaannya adalah menggoda.


“Kau kenapa?” tanya Ina padanya dengan tatapan anehnya.


“Kalian, kenapa berdua terus?”


“Yaelah, Mia… Loe cemburu ama gue?” tawa Ina padanya.


Mia hanya diam, dan zacky tersenyum melihat tingkah mia yang menggemaskan baginya itu. Ina


menghentikan tawanya sejenak, ia akhirnya mengalah menjelaskan mengenai ia dan zacky yang memiliki misi sama saat ini. Lagipula, Ina sudah tertarik lagi memikirkan soal cinta atau bahkan masa depan untuk dirinya.


“Kamu cemburu?” goda zacky pada mia saat itu.


“Jangan ditanya lah, Zack. LIhat aja tuh, mukanya. Udah macam kepiting rebus,” Ina Kembali tertawa dengan segala penampakan yang ada.


Namun, tawa mereka terhenti seketika ketika melihat Tuan mereka masuk dengan membopong istrinya. Saat itu hana tampak begitu lemas dalam gendongan sang suami, apalagi dengan kondisi pakaian dan rambut yang berantakan.


Mereka semua sudah dewasa, hingga tak perlu bertanya lagi mereka habis apa.


“Hmmm… Pantes aja berhenti mojok dikegelapan malam,” ledek zacky pada keduanya. Ina mengangguk,


tapi Mia hanya bengong melihat mereka berdua yang tengah bicara.


“Apa sih?” tanya mia dengan polosnya. Dan memang mia yang paling polos antara Ina dan zacky disana.


“Ngga papa… Sono, suruh zacky ajarin.”


“Ina!!” sergah zacky pada nya.


Arga menidurkan hana diranjang mereka, tapi Hana tak membiarkan arga pergi setelahnya.


Ia mencekal tangan arga dan memintanya tidur disebelah hana saat itu juga.


“Aku mau membersihkan diriku, setelah itu aku akan tidur bersamamu.” Ucap arga sembari


mengusap kepala istrinya.


Namun hana tetap menggeklengkan kepalanya. Tatapannya sayu dan begitu manja, ingin segera


dipeluk oleh arga. Hingga pria itu sedikit mengalah dan menuruti mau sang istri saat ini. Ia hanya membuka kemeja atasnya, lalu beerbaring tepat dibelakang  hana. Tapi entah kenapa, tangan nakal arga jsutru Kembali membelai miliknya dibawah sana.


“Kak argaaa, katanya suru istirahat.”


“Ya, aku hanya ingin menenangkannya.” Bisik arga dengan penuh goda.


“Tapi… Ini bukan menenangkan namanya,” rengek hana yang justru gelisah tiada terkira

__ADS_1


__ADS_2