Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 12


__ADS_3

"Gimana_Orang_susah berhentinya. Makanya Kak Arga jangan marah terus. Hana jadinya takut," ucap gadis itu gagap, Ia sekuat tenaga menghilangkan gagap akibat sesegukan itu dari dirinya.


Melawan dan terus menjawab, Arga tak menyukai itu. Ia geram, Marah, dan segala emosi semua menjadi satu disana, bahkan Hana sudah menutup mulut itu dengan telapak tangannya sendiri, tapi juga masih kurang bagi Arga.


"Buka," titah Arga dan Hana langsung menurutinya.  Saat itu juga Hana membuka penutup mulut itu, tapi yang terjadi adalah Arga meraih tangan dan membawa wajah Hana semakin dekat dengannya. Mereka saling bertatap mata dengan begitu dekat, atau mungkin Arga sedang berusaha memberi syok treapi pada Hana agar menghentikan cegukannya.


Benar saja, saat itu Hana seketika diam tanpa suara. Ia hanya terlihat beberapa kali menelan saliva. Makin lama tatapan itu makin dalam dan semakin intens diantara keduanya, Arga juga semakin mengikis jarak diantara keduanya.


Sreekk!!! Zacky mengerem mendadak. Tak ayal sesuatu terjadi dibelakang sana secara tak sengaja. Bibir kedua anak manusia itu saling bertemu, tubuh mereka begitu dekat tanpa jarak saat ini, meski tangan Arga berusaha menghindar untuk memeluk Hana. Tapi, tangan Hana saat ini ada didadanya dan tepat ada dibagian sensitif miliknya disana.


"Maaf... Kalian tak apa? O-Owh!" Zacky yang awalnya menoleh kebelakang untuk memastikan, saat itu mengembalikan tatapanya fokus kedepan. Ia bahkan mengusap kasar wajahnya berusaha seolah tak melihat apa-apa barusan.


"Lanjutkan saja," ucap Zacky untuk keduanya. 


"Hiyaaaa!!" Hana segera melepas bibirnya dari Arga dan membawa tubuhnya jauh dari pria itu. Ia memegangi bibirnya seakan menyesal dengan apa yang telah terjadi. Sedangkan Arga duduk diam ditempatnya memegangi dahi.

__ADS_1


"Kak Arga jahat. Itu tadi First kissnya Hana loh. Jahat!" sergah hana padanya.


"Kau fikir aku senang? Itu tadi tak disengaja, dan semua gara-gara kau tak kunjung diam dengan tangismu. Sial sekali aku hari ini," tukas Arga yang langsung mengusap bibir dengan jarinya.


Hana kemudian menyuruk dan memeluk lutut ditempatnya saat ini. Ia benar-benar syok dengan apa yang terjadi, tapi itu benar-benar membuat cegukannya sembuh dan tak terulang lagi. Keduanya berjauhan saat ini, zacky hanya bisa kembali menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.


Hingga akhirnya mereka tiba di Mansion yang megah itu. Zacky memanggil hana untuk memberitahu rumah baru mereka, dan hana segera menoleh kearahnya. Ia dibuat kagum dengan besar dan mewahnya mansion itu, dan sangking kagumnya mulut Hana sampai ternganga.


"Aku bisa nyasar kalau dilepas sendirian mengelilingi rumah ini. Eh, istana. Bahkan rumah mewah Kakak tak sebesar ini," 


"Tapi kan Hana ngga sebutin nama. Ckkk!!" cebiknya kesal.


Zacky turun terlebih dulu, Ia membukakan pintu untuk sang tuan terlebih dulu agar segera turun. Harapannya adalah Arga membukakan pintu untuk Hana, tapi itu amat mustahil rupanya. Bahwa Arga berlalu meninggalkan mereka langsung masuk ke ruang utama. Zacky segera berlari untuk membukakan pintu Hana disana.


"Hana mau di apain sih, Kak?" takutnya dengan suara yang gemetaran. Tapi Zacky juga belum tahu rencana arga sebenarnya, karena mereka baru satu hari bersama. Itupun dengan segala kesibukan yang ada.

__ADS_1


Hana dibawa masuk dan Zacky menggandengnya. Hana persis seperti Zacky yang tak henti-hentinya mengagumi kemewahan mansion itu, hingga mereka tiba di sofa dan duduk saling berhadapan disana. 


Tampilan Hana sangat kumal saat itu. Rambutnya acak-acakan dan tubuhnya bau alkohol akibat perkelahian tadi. Arga memanggil Mia untuk membawa gadis itu ke kemarnya, bahkan meminjamkan pakaian Mia padanya untuk ganti.


"Loh, Hana nginep?" tanya Hana yang kaget lagi dibuatnya. Pasalnya, Arga sama sekali tak mengatakan apa-apa mengenai rencana untuk dirinya.


Mia datang untuk membawa Hana, tapi gadis itu beberapa kali menolaknya dan berusaha mengajak Arga bicara lagi. Ia hanya ingin tahu apa rencana Arga padanya. Bahkan Ia tak segan menyebut nama Hans untuk memancingnya bicara saat itu. Sontak saja tatapan Arga langsung nyalang karenanya, Ia langsung mendekat pada Hana tanpa menahan emosinya. 


Arga akan langsung meledak, ketika mendengar nama Hans ditelinganya.


"Sudah ku bilang, jangan sebut nama itu!!"


"Lantas apa? Hana harus sebut siapa? Hana aja ngga tahu mau di apakan saat ini. Hana cuma inget mereka, yang nanti akan cemas ketika Hana hilang tanpa kabar." cecar Hana dengan segala rasa jengah yang ada. 


"Itu yang aku inginkan. Besok kita menikah, Zacky dan Sam akan persiapkan semuanya untuk kita."

__ADS_1


__ADS_2