
Arga tersenyum membayangkan bagaimana kemarahan Thomas pada mantan sahabatnya itu. Ia bahkan berharap Thomas segera menghabisinya hingga tak perlu mengotori tangan arga sendiri untuk menyentuhnya. Arga tahu Thomas dari sang ayah, jika Thomas itu adalah penggila Wanita dan harus mendapatkan apa yang ia inginkan. Apalagi hana sudah sejak lama dijanjikan untuknya.
Ayah dirgalah yang dulu membesarkan Thomas dan membuatnya kuliah hingga menjadi seorang dokter. Thomas yang masih lurus jalannya saat itu, ayah dirga beri kuasa untuk menjadi pimpinan dari beberapa pasukannya. Ia juga bertanggung jawab atas semua luka anak buah mereka. Bahkan Thomas sempat membujuk ayah dirga untuk membangunkan sebuah rumah sakit untuknya.
Sebagai pria yang sempat menjadi anak kesayangan, ayah dirge sudah akan melakukan semua itu. Ia bahkan sudah memulai untuk merancang apa yang mereka rencanakan selama ini. Namun, semua terhenti ketika ayah dirga mengetahu beberapa fakta mengenai bisnis gelap Thomas saat itu dibelakangnya. Ayah dirga lantas gusar, ia emosi dengan kelicikan Thomas padanya saat itu, yang bahkan sejak awal menggunakan nama besar ayah dirga sebagai pancingan untuk melancarkan bisnisnya.
Hingga akhirnya mereka bertengkar, Thomas justru menjebak ayah dirga dan memfitnahnya menjadi dalang semua bisnis perdagangan itu dan bersikap manipulative, menyatakan dirinya adalah korban dari semuanya. Apalagi, dengan segala bukti yang ada dan menyatakan ayah dirge memang mejadi pimpinan bisnis kejam mereka.
Untung saja saat itu Sam sigap, ia segera melindungi aset ayah dirga sekuat tenaganya. ia yang sama seperti Thomas, untungya mengerti sebuah arti balas budi yang besar untuk ayah angkatnya itu. Ia tak termakan hasutan Thomas, yang sempat membujuknya membelot dari ayah dirga dan mengambil hartanya untuk mereka nikmati bersama
“Bagaimana, jika nanti hana ditemukan dan diambil Kembali oleh mereka?” tanya Zacky, yang seketika merubah mode bahagia arga dengan mode diam dan datarnya.
Arga sampai tak bisa berkata apa-apa saat ini, meski dalam hati ia ingin hana terus bersamanya. Apalagi jika mereka tahu, hana sudah tak suci lagi karenanya. Bagaimana nasib hana ditangan Thomas ketika itu terjadi.
“Aku bertemu sofi beberapa saat lalu, dan hana disana.”
“Lalu?”
“Kau tahu, hana justru masih disini bersamamu, Ga. Andai dia mau, dia bisa saja berlari dan pulang bersama kakak iparnya hari itu juga.”
“Jika dia harus Kembali, maka dia akan kembali. Tapi, dia adalah istriku, Zack.”
__ADS_1
“Kenapa tak jujur saja sejak awal tentang kakaknya? Dia harus tahu,”
“Itu bukan hak ku. Dia akan tahu setelah ini, dan bukannya dia juga tak pernah bertanya lagi apa alasannya?”
Dan entah karena batin, karena tanpa diduga hana menelponnya saat itu juga. Dan arga baru menyadari, jika hana memang sering menelponnya di jam makan siang selama beberapa minggu mereka bersama. Sayangnya, arga masih ragu membeli hp baru untuk hana pegang saat ini. Hanya untuk mendftar kartu perdana saja, itu bisa membuat hana dengan segera terlacak oleh mereka.
“Kakak udah makan siang?” tanya hana pada suaminya. Yang saat itu sebenarnya ia ingin menganatar makan siang untuk arga di markasnya.
“Kenapa? Aku belum menyentuh apapun daritadi,” jawab jujur arga padanya. Dan itu semua hana manfaatkan untuk meminta izin sesuai dengan keinginannya. Bahkan hana terus membujuk arga dengan segala rayuan manis dan cinta yang ia punya hingga arga luluh hatinya.
Entah, antara luluh atau sekedar tak mau cari ribut dengan hana untuk hari ini.
“Baiklah… Minta Jek mengantarmu, dan kau jangan mampir kemanapun. Aku tahu, kau sempat bertemu sofi,” ujar arga saat itu
“Ia, Kak… Maaf,”
“Kau kenapa minta maaf? Aku tak menyalahkanmu. Bukankah aku menunjukkan kekhawatiranku?”
“Iya,” angguk hana yang tengah menyiapkan makan siang arga bersama mia. Tak lupa juga mia menyiapkan makan siang untuk Zack saat itu dan meminta hana menyampaikan padanya.
Arga menyudahi pembicaraan mereka. Hana saat itu bergegas dan bersiap menghampiri arga dimarkasnya. Jek juga telah datang untuk melakukan tugasnya saat itu, dan mereka berdua berangkat menuju markas arga yang berada cukup jauh dari clubnya.
__ADS_1
Hana memang tahu, bahwasanya arga adalah ketua salah seorang kelompok mafia. Arga mewarisi itu semua dari ayahnya. Tapi hana sama sekali tak gentar mendengarnya, ia tetap mencintai arga bagaimanapun keadaan dan resikonya.
Mobil terhenti sejenak ketika berada dilampu merah. Hana masih memeluk kotak bekal untuk suaminya itu. Hingga ketika ia menoleh, ia melihat mobil hans, dan pria itu ada didalamnya. Hana mendelik, ia langsung berusaha bersembunyi dari sang kakak meski ia juga amat merindukannya.
“Nyonya, ada apa?” tanya Jek yang bingung dengan kelakuka hana saat itu.
“Kak jek, itu ada seseorang yang hana kenal. Biarkan hana tetap begini hingga kita pergi,” pinta hana padanya. Jek hanya mengangguk, Ia juga belum kenal hans dari segi wajahnya. Foto yang sempat arga berikan, tak terlalu jelas bentuknya, atau memang sudah berubah setelah sekian tahun mereka tak bertemu.
Mobil kembali berjalan. Hana sedikit menaikkan kepalanya untuk menatap wajah sang kakak, yang meski jauh tapi ia lihat benar jika wajah tampan itu babak belur dengan bibirnya yang bengkak.
“Kakak kenapa?” tanya hana dalam hatinya. Andai tak seperti ini, pasti ia sudah akan datang dan memeluk kakaknya saat itu. Hingga terbesit dikepala hana, apakah ia bisa mendamaikan mereka berdua dan ia akan berfikir bagaimana caranya.
“Apakah kalau hana hamil. Mereka akan akur? Mereka, apakah akan berdamai demi anak dan keponakan mereka?” gumam hana dalam hati.
Sayangnya, permasalah tak akan bisa semudah itu untuk mereka yang sudah berprinsip jika nyawa dibalas nyawa. Hana harusnya tak pernah berfikir seperti itu, apalagi untuk mendamaikan mereka berdua yang nyaris tak mungkin, bahkan hana takt ahu yang ada dibelakang hans saat itu.
Deeggg!! Hans merasa telinganya panas dan jantungnya berdebar saat ini. IA merasa ada yang tengah memperhatikan dirinya dari kejauhan, tapi ia juga tak dapat mencarinya dalam kondisi seperti ini karena ia tengah fokus menyetir dalam jalanan yang begitu ramai. Ia bisa menabrak atau bahkan di tabrak dalam kondisi seperti itu. Tapi, Ia amat terganggu dalam posisi seperti ini karena perasaanya sendiri tak tenang.
Hingga akhirnya hans menepikan mobilnya, ia turun dan benar-benar memperhatikan seluruh isi jalanan yang ada disekitarnya.
"Siapa? Siapa yang membuat aku seperti ini. Siapa? Isi fikiranku saja sudah penuh dengan sofi, Thomas, dan gadis tawanan itu. Kenapa masih ada saja yang berusaha mengangguku? Apalagi... Apalagi bayangan arga yang entah kenapa muncul dikepala? Kenapa?"
__ADS_1
Hans berteriak sendiri disana, tampak amat frustasi seperti orang gila dan tampilannya amat berantakan saat ini. Untung saja hana sudah berlalu dari sana, hingga ia tak lagi melihat kondisi hans dimatanya. Jika iya, bisa jadi Hana benar-benar luluh dan berlari kembali padanya karena tak tega.