Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 24


__ADS_3

Zacky pura-pura takjub mendengarnya. Ia lalu memberikan tatapan smirknya pada arga, meledek hingga arga membalas sebal padanya, "Apa? Kau kira apa?"


"Ya, apalagi yang dilakukan ketika pasangan berbulan madu. Kenapa kau malah tanya aku?"  tukas zack.


"Jangan berfikir macam-macam, Kau. Aku tak akan melakukan apapun pada Hana! Mleihatnya saja aku seketika ingat dia," Wajah penuh kebencian itu terpasang diwajah arga saat ini.


Apalagi ketika mendengar bisnis gelap Hans dengan rekannya it, membuatnya seketika mual dan ingin memuntahkan segala isi perutnya. Arga bahkan segera menutup makanan itu dan tak mau melanjutkan lagi makan siangnya, mmebayangkan betapa sadis hans dengan bisnis haramnya itu. Meski Ia sendiri juga telah masuk ke dunia hitam, tapi setidaknya ia tak seoarah itu saat ini.


"Menjijikan..."


"Apanya?" tanya Zacky dengan wajah bodoh yang masih terpasang didepan arga. Ingin rasany arga meraup wajah itu dan menarik hidungnya sekuat tenaga hingga ia menangis meraung-raung karenanya.


"Sudahlah... Pesankan saja hotel itu untuk Hana,"

__ADS_1


"Kau juga? Atau pada akhirnya kalian akan tidur sekamar, dan_...."


"Zacky!!!" bentak Arga padanya. Zacky bergegas meraih hp yang ada disaku, dengan sigap ia memesankan sebuah hotel dengan fasilitas mewah untuk bosnya itu. Tapi, Zacky yang usil akan meberi kejutan pada Arga dan hana ketika sampai disana nanti.


"Kenapa kau tertawa?" tatap curiga arga padanya.


"Mana? Aku hanya tersenyum. Begitu banyak diskon hari valentine dihotel ini," Zacky menunjukkan layar hpnya, bukti pemesanan kamar yang telah ia lakukan barusan. "Andai aku punya pasangan, pasti akan ku manfaatkan diskon yang ada."


"Ajak mia... Kau suka dengannya kan?" tanya Arga. Instingnya memang menjadi amat kuat saat ini, bisa membaca semua kondisi hanya dari pandangan mata lawan bicaranya.


"Ancamannya ngeri. Awas aja nanti, wkwkkkwkw!" tawa Zacky dalam hati.


Sementara itu di mansion, Hana tengah amat ceria saat ini. Ia bersenandung sembari terus mempersiapkan apa saja yang akan ia bawa untuk rencananya itu. Meski dadakan untuk tinggal disana, tapi nyatanya begitu banyak pakaian yang sudah disediakan untuknya. Hana tak bertanya, kapan Arga meminta maid untuk membeli itu semua untuknya. Model, warna, dan semua ukuran yang ada begitu pas untuk tubuh mungilnya.

__ADS_1


"Nyonya mau kemana?" tanya Mia yang mengantar makan siang untuknya.


"Tahu ngga kak mia? Hana ajak Kak Arga bulan madu, dan Kak arga mau." jawabnya dengan begitu antusias, dan dibalas takjub oleh mia saat itu juga.


"Beneran? Ya ampun. Kalau gitu, sini Mia siapin semuanya. Nyonya makan siang aja dulu yang banyak, siapin tenaga buat nanti malem." ucap Mia merebut koper itu darinya.


"Nanti malem? Emang nanti malem mau ngapain?" tanya bodoh Hana padanya. Ia sebenarnya tak tahu arti bulan madu yang sebenarnya.


Yang ia Hana tahu hanyalah, jika pengantin baru maka  mereka akan bulan madu. Setidaknya keluar dari rumah untuk sekedar menginap dihotel, bahkan keluar kota atau keluar negri. Bayangan hana hanyalah jalan-jalan dan menghabiskan waktu mereka berdua, dan Ia tak mengerti lagi apa maksudnya.


"Memang ngga tahu?" tanya MIa padanya, dan Hana meggelengkan kepala. Padahal Ia seorang dokter muda, tapi masih saja bisa dengan kepolosan dalam isi kepalanya.


Mia hanya bisa menggelengkan kepala dengan kepolosan sang nyonya. Untung ia tak jahil seperti Zacky, hanya memberi tahu dan memberi selamat pada kemajuan hubungan keduanya. meski Hana masih bertanya, apa yang dimaksud kemajuan itu pada Mia.

__ADS_1


"Apa sih? Hana ngga ngerti,"


__ADS_2