
Zacky kembali diam dengan kenyataan yang ada. Rasanya takdir memang mendukung dengan keras balas dendam arga pada mereka yang menghancurkan hidupnya. Ia tak bisa menentang lagi, atau bahkan menghalangi misinya saat itu. Ia hanya bisa berusaha bagaimana caranya agar tak banyak korban diantara mereka, korban yang tak seharusnya jatuh tanpa mereka tahu apa masalah yang sebenarnya terjadi.
Ia tak menyangka jika Hans memiliki sifat sejahat itu demi harta. Dan yang Ia fikirkan adalah sofi, bahwa Ia yang sebenarnya adalah korban dan semua kejahatan tersembunyi suaminya. Sayangnya sakit hati arga membuatnya mati rasa pada wanita itu, hingga tak perduli lagi bagaimana sofi nantinya saat semua kondisi ini memuncah.
Disana, Zaky tak hentinya mengagumi kemewahan mobil itu sembari terus mendengar apa yang Sam dan Arga diskusikan.
"Zaky. _..." panggil Arga dengan penuh wibawa. Karena memang selama ini Ia dikenal seperti itu, dan Zaky tak lagi kaget dengan segala sikapnya. Yang membedakan hanyalah, wajah ambisius dari Arga yang mengisi matanya begitu tajam saat ini.
"Ya, Ga? Eh, Tuan..." balasnya gagap.
"Kau tangan kananku setelah ini, dan hidupmu akan ku tanggung selama kita bersama. Jangan pernah mencoba berkhianat, karena aku tak akan pernah akan mengampuninya."
Ucapan memang begitu serius, bahkan terdengar mengerikan ditelinga zaky saat itu. Tapi Ia mengangguk, dan bersedia menjalankan apa yang Arga perintahkan padanya. Sejak saat ini, dan hingga nanti Zaky akan berada disamping Arga apapun yang terjadi.
Mereka akhirnya tiba di mansion. Begitu besar dan megah, nyaris tiga kali lipat dengan apa yang dulu Arga miliki. Mulut zaky ternganga dibuatnya, tak hentinya kagum dengan segala kemewahan yang Arga dapat, meski Ia masih amat penasaran Arga dapatkan darimana. Arga bukan lagi menjelma menjadi seorang milyarder, tapi sudah menjadi trilyuner dengan segala pemberian ayah angkatnya.
Tinggal yang jadi penasaran adalah, apa bisnis mereka hingga jadi sekaya ini?
__ADS_1
Sambutan hangat arga terima saat memasuki mansion. Mereka semua menunduk memberi hormat karena memang tahu arga adalah tuan baru bagi mereka yang ditunjuk langsung oleh pimpinan. Arga membalas hormat mereka dengan segala wibawa yang ada, dan membiarkan mereka membubarkan diri untuk pekerjaan masing-masing.
"Kamar Tuan ada diatas," ucap salah seorang maid yang menghampirinya, lalu mengantar mereka menuju kamar yang memang berada dilantai dua mansion itu.
Tak hanya dibuat sesuai keinginan Arga, tapi memang semua itu adalah milik arga sekarang. Apa yang disediakan dikamar itu, benar-benar mengikuti gaya arga selama ini. Dari baju, shampo, dan semua accesoris yang ada dan tersedia disana.
"Perlu saya bantu mengganti pakaian, Tuan?" tawar Maid bernama Nia itu padanya.
"Tidak... Keluarlah," titah arga yang langsung dituruti olehnya.
Arga kemudian membuka pakaiannya untuk Ia ganti dengan yang lebih rapi dan lebih bersih. Saat itu zack terpana melihat postur tubuh yang amat berubah dari Arga sejak terakhir mereka bertamu.
Bagaimana bisa saat dipenjara arga membuat tato? Dan bagaimana kerasanya kehidupan yang arga jalani disana hingga Ia bisa membentuk otot yang seperti itu. Padahal selama ini arga tak terlalu suka dengan tubuh kotor penuh tato, tapi kali ini justru menutupi sebagian besar tubuhnya yang makin atletis dan kekar.
"Jangan terlalu lama mengagumiku. Pergi kekamarmu dan rapikan diri. Kita ke makam ibu," titah Arga pada sahabatnya itu. Zacky mengusap rambutnya dengan kasar lalu keluar dari ruangan itu menuju kamar yang telah disediakan untuknya yang berada dibawah.
Arga kemudian turun menuju ruang tamu, disana Ia disambut sam yang masih sibuk mengurus beberapa berkas baru untuk arga yang akan menjalankan perusahaan dan bisnis lainnya.
__ADS_1
"Tuan mau kemana? Tak istirahat dulu?" tanya Sam.
"Aku, ingin ke makam ibu. Bolehkan aku pergi tanpa kalian? Ada zacky bersamaku,"
"Ahhh,, baiklah. Ini kunci mobil hadiah dari pimpinan untuk anda," jawab sam dengan memberikan sebuah kunci mobil baru untuk arga. Arga tahu, jika mobil yang diberikan adalah mobil bernilai fantastis, yang bahkan Ia sempat ingin membelinya setelah menikahi sofi.
"Kubur bayangan sofi, mobil itu sudah ku dapatkan." gumam Arga dalam hati menggenggam kunci mobil barunya. HIngga zacky turun, dan mereka pergi bersama dengan mobil yang ia miliki baru-baru ini. Zacky pasti tercengang lagi nelihatnya.
Mobil dipacu dengan cukup kencang, berjalan menuju makam Ibu arga yang memang tak pernah Ia lihat selama ini. Bahkan Ia tak diizinkan melihat wajah ibunya untuk yang terakhir kalinya saat itu.
Zacky yang mengurus semuanya, bahkan sofi juga datang kesana untuk membantunya. Tapi Zacky tak berani cerita soal itu karena Ia tahu jika Arga tengah berusaha keras untuk melupakan semua bayangan itu dari isi kepalanya.
Arga bersujud dimakam indah nan bersih itu. Ia mengusap batu nisan yang tertulis nama ibunya disana, yang rupanya bersebelahan dengan makam sang ayah. Zacky berusaha membuatnya sesuai keinginan arga, meski harus mengorek isi celengan ayamnya saat itu yang Ia simpan untuk menikahi gadis pujaan hatinya. Tohm gadis itu juga belum muncuk hingga saat ini dan membuatnya bosa menunggu.
"Zack... Terimakasih," ucap Arga yang meneteskan air mata disana. Tapi Ia berusaha agar tetesan air mata itu tak jatuh ke pusara ibunya agar ia tenang dialam sana bersama ayahnya.
"Aku hanya melakukan tugasku, Ga. Kalau tak ada ibu, aku juga bingung bagaimana nasibku tanpa kalian. Bahkan ibu menyekolahkan dan mendidikku hingga seperti ini, Ga." jawab Zack dari tempatnya.
__ADS_1
Arga menghirup ingusnya, lalu berdiri usai mengusapnya hingga bersih. Ia memakai kacamata hitam untuk menutupi segala sedihnya kemdian mengajak Zack kembali kemobil untuk pulang.