Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 19


__ADS_3

Malam berganti dengan pagi. Sepasang pengantin yang baru menikah itu tidur di kamar mereka masing-masing malam tadi, sama sekali tak ada keistimewaan diantara mereka berdua yang bahkan hanya bertengkar jika bertemu.


Arga sudah mandi, dan Ia tengah bersiap akan menuju markas sesuai perintah Sam padanya.  Zacky yang sudah siap terlebih dulu segera menghampiri Arga untuk membantu mempersiapkan pakaiannya, karena ia tak mau jika maid yang melakukannya meski itu adalah Mia. Ia tak nyaman jika tubuhnya disentuh oleh orang lain sekali yang benar-benar ia kenali.


"Harusnya ini tugas istrimu. Kau kan sudah menikah,"


"Kau ingin ku pecat?" tanya datar arga padanya dengan tatapan fokus pada kaca lemarinya. Zacky seketika diam dan mengatupkan bibirnya. Ia kemudian fokus untuk mendandani sahabatnya itu agar lebih rapi dan berkharisma karena ia menjadi paling disegani diluar sana.


"Tuan, sarapan sudah siap." lapor Mia dari luar sana. Hanya zacky yang menjawab, dan memerintahkan Mia untuk segera menghampiri sang nyonya.


Mia menundukkan kepala dan beralih dari kamar Tuannya, Ia segera berjalan menuju kamar sang Nyonya dan mengetuk pintu kamar itu beberapa kali. Namun, Ia tak kunjung mendapat jawaban meski Mia sudah keram dan tanganyya mulai perih. Akhirnya ia membuka dengan kunci cadangan yang ada disaku celemeknya, yang seharusnya ia gunakan untuk keadaan darurat dan mendesak.

__ADS_1


Kreek! Mia membuka pintunya. Ia terkejut bahkan meloncat karena kaget memlihat posisi nyonya nya saat ini yang begitu berantakan. Kepalanya dibawah menuju lantai, sementara kakinya berada diatas kasur dengan tatapannya yang fokus kedepan. Dan itu sudah pasti menuju atap putih yang kosong seperti tatapannya saat ini.


"Nyonya! Astaga, anda kenapa?" pekik Mia yang seketika cemas padanya.  Mia segera berlari memghampiri Hana dan meraih untuk menegakkan tubuhnya, tapi yang ia ketahui jika Hana tidak sedang kenapa-napa seperti yang dicemaskannya.


"Nyonya kenapa? Katakan pada mia," bujuk Mia saat itu, ia meraih segelas air minum yang ada di nakas lalu memberikannya pada Hana agar menyegarkan sedikit tubuhnya.


Hana meneguknya dengan penuh dahaga, lalu kedua jari melengkung agar Mia mendekat lalu berbisik padanya. "Hana laper," jawabnya dengan suara yang memang sudah lemas kehabisan tenaga.


"Hpku rusak, aku terlalu lapar sejak tengah malam bahkan tak sanggup hanya untuk memanggil salah satu dari kalian." jawab Hana. Ia masih terbiasa dengan kebiasaan dikostnya, yang sering makan kapan saja semaunya dan kapanpun waktunya. Ia bahkan biasanya sudah sarapan jam seperti ini, jadi wajar jika lapar yang ia derita serasa Dua kali lipat dari biasanya.


Mendenga kericuhan yang ada dikamar sebelah, Arga dan Zacky segera datang menghampirinya. Zacky sama seperti mia yang terkejut dengan hana, sedangkan Arga hanya diam saja dan menatapnya dengan begitu datar pada istrinya.

__ADS_1


"Kenapa belum mandi?" tanya arga padanya. Nadanya begitu datar bahkan tanpa ekspresi pada istri sahnya itu.


"Nyonya kelaparan, Tuan." bela Mia pada sang Nyonya yang sudah amat lemah dan tak berdaya.


"Mandi..." titah Arga padnya.


"Laper," rengek Hana yang berharap arga memberinya makan terlebih dulu. Seperti itu debat mereka mempeributkan antara makan dan mandi hingga tanpa terasa sudah setengah jam waktu berjalan. Hingga zacky meraup wajahnya dengan kasar mendengar semua kebisingan yang ada.


"Sudah ku bilang mandi, Hana. Kita sarapan bersama dibawah,"


"Tapi Hana sudah terlalu lemas, hingga berdiripun tak sanggup saat ini. LIhat, wajah Hana pias, kiki Hana memucat, dan tekujur tubuh Hana tampak dehidrasi."

__ADS_1


"Mandi, atau ku mandikan kau sekarang!" ancam Arga padanya.


__ADS_2