Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 50


__ADS_3

Sofi dalam keadaan galau luar biasa berjalan pulang


dengan mobilnya. Ia membawanya sendiri tanpa bantuan supir, karena Ia akan lebih


bebas kemanapun ia mau. Karena jujur, selama menikah sodfi memang amat jarang


keluar sendiri seperti ini, ia memutuskan fokus pada suaminya dan untuk program


kehamilan.


Tiba di lampu merah, Ia berhenti dan menunggu sedikit


lama. Masih cukup pagi saat itu, hingga memang dijalan masih ramai dengan


kendaraan yang lalu Lalang kesana kemari dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Sofi menyandarkan kepala di kaca jendela, merenung untuk beberapa saat hingga


pemandangannya terganggu dengan mobil yang ada didepan mata.


“Mas Hans?” lirihnya. Ia paham benar dengan mobil suainya,


dari plat, warna hingga modidfikasi yang beberapa kali dilakukan olehnya.


Ia sempat ingin turun saat itu untuk sekedar menyapa yang


tercinta. Namun, Ia membatalkan semua rencana yang ada. Ia melihat, didalam sana


seorang pria tengah begitu mesra dengan wanitanya, mencium dan mengusap rambutnya


degan begitu hangat. Ia memang tak bisa melihat wajahnya secara langsung, namun


semua bukti menyatakan jika itu adalah suaminya.


“Meski samar, aku tahu kalau itu kamu, Mas.” Tatapa perih


Sofi kearah yang ada didepan matanya.


Hingga kemudian lampu merah berganti dengan hijau,


semua kendaraan mulai dengan perjalanannya masig-masing. Sofi juga begitu, Ia

__ADS_1


menginjak pedal gasnya tapi segera berjalan untuk mengikuti ke arah mana


suaminya berjalan. Terus seperti itu dari belakang dengan air mata yang mulai


menetes ke pipinya, begitu pilu membayangkan jika itu memanglah suaminya.


“Apa kurangnya aku, Mas? Bahkan semua sudah aku berikan


sama kamu,” tangis Sofi dengan penuh rasa kecewa dalam hati.


Mereka sempat berhenti, gadis itu turun disebuah minimarket


untuk berbelanja. Tapi, dengan cepat ia Kembali lagi menuju mobil hans. Sofi


seketika fikirannya melayang kemana-mana, mengenai apa yang mereka beli secara


tiba-tiba saat itu. Apakah pengaan, atau yang lainnya, dan semua berkecamuk


begitu saja didalam kepala begitu sulit untuk ia redam.


Hingga terus ia ikuti, dan mereka akhirnya berhenti disebuah


club. Ina turun, Ia membungkuk mengobrol sejenak dengan pria yang ada didalam


kepala untuk memberikan sebuah kecupan mesra padanya.


Sofi lantas membayangkan sebuah faktanya sendiri saat


ini. Bkan ingin, melainkan mereka baru pulang setelah menghabiskan malam mereka


bersama disebuah tempat.


“Kamu bohong, Mas. Katanya kamu lembur, tapi ternyata


kamu sama dia!!” Sofi semakin kecewa dibuatnya.  Ia hanya bisa menangis, Ia sebenarnya amat


ingin melabrak mereka sat aitu juga, agar hans tahu jika sofi bisa emosi dengan


tingkahnya yang keterlaluan. Selama ini sofi sangat menghormatinya, dna bahkan


begitu setia padanya.

__ADS_1


“Kenapa begini? Kamu jahat, Mas. Jahaat!!” pekiknya


didalam mobil itu, bahkan beberapa kali memukuli setirnya dengan kuat sebagai


pelampiasan emosinya saat ini.


“Baik, kalau kamu memang begini sama aku, Mas. Aku akan


buat kamu menyesal sudah berbuat begini sama aku,” racaun sofi yang kemudian


menabahkan hatinya sendiri.


Usai mobil Hans pergi, sofi sempat memperhatikan gadis


itu masuk ke clubnya. Ia akan menghampiri gadis itu dan memperingatkan agar tak


lagi mendekati suaminya setelah ini.


Namun, langkahnya membuka pintu mobil segera terhenti


ketika melihat sebuah mobil mewah melintas didepan matanya. Ia diam, entah


kenapa jantungnya berdegup dengan cukup kencang hingga naluria mmebawanya memperhatikan


siapa yang keluar dari mobil itu sejenak.


“Zacky?” lirihnya, tatkala zacky keluar dari sana,


lalu Ia berpuar dan membuka pintu yang ada dibelakangnya.


Sofi semakin tercengang, dan bahkan ia menutup


mulutnya karena tak percaya dengan siapa yang Ia lihat saat itu.


Ya, siapa lagi jika bukan arga. Dengan penampilannya


yang begitu rapi dan menawan, bahkan semua penjaga sampai berlarian hanya untuk


menyambutnya saat itu. Sudah bisa dipastikan, jika Arga adalah bos mereka karena semua tampak menghormatinya.


Lantas hati sofi menduga-duga saat ini. Benarkah club ini tempat dimana Hana menghilang? Dan jika benar, apakah arga adalah dalang penculikan Hana selama ini?

__ADS_1


"Keterlaluan kamu Arga! Hana ngga tahu apa-apa!!" geram sofi dengan segala kenyataan yang ada. Namun Ia bingung, yang mana harus ia selesaikan terlebih dulu saat ini. Mereka seakan menjadi sebuah benang kusut uyang mengganggu fikirannya, begitu sulit untuk dikembalikan pada posisi semula.


__ADS_2