
Sofi dalam keadaan galau luar biasa berjalan pulang
dengan mobilnya. Ia membawanya sendiri tanpa bantuan supir, karena Ia akan lebih
bebas kemanapun ia mau. Karena jujur, selama menikah sodfi memang amat jarang
keluar sendiri seperti ini, ia memutuskan fokus pada suaminya dan untuk program
kehamilan.
Tiba di lampu merah, Ia berhenti dan menunggu sedikit
lama. Masih cukup pagi saat itu, hingga memang dijalan masih ramai dengan
kendaraan yang lalu Lalang kesana kemari dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Sofi menyandarkan kepala di kaca jendela, merenung untuk beberapa saat hingga
pemandangannya terganggu dengan mobil yang ada didepan mata.
“Mas Hans?” lirihnya. Ia paham benar dengan mobil suainya,
dari plat, warna hingga modidfikasi yang beberapa kali dilakukan olehnya.
Ia sempat ingin turun saat itu untuk sekedar menyapa yang
tercinta. Namun, Ia membatalkan semua rencana yang ada. Ia melihat, didalam sana
seorang pria tengah begitu mesra dengan wanitanya, mencium dan mengusap rambutnya
degan begitu hangat. Ia memang tak bisa melihat wajahnya secara langsung, namun
semua bukti menyatakan jika itu adalah suaminya.
“Meski samar, aku tahu kalau itu kamu, Mas.” Tatapa perih
Sofi kearah yang ada didepan matanya.
Hingga kemudian lampu merah berganti dengan hijau,
semua kendaraan mulai dengan perjalanannya masig-masing. Sofi juga begitu, Ia
__ADS_1
menginjak pedal gasnya tapi segera berjalan untuk mengikuti ke arah mana
suaminya berjalan. Terus seperti itu dari belakang dengan air mata yang mulai
menetes ke pipinya, begitu pilu membayangkan jika itu memanglah suaminya.
“Apa kurangnya aku, Mas? Bahkan semua sudah aku berikan
sama kamu,” tangis Sofi dengan penuh rasa kecewa dalam hati.
Mereka sempat berhenti, gadis itu turun disebuah minimarket
untuk berbelanja. Tapi, dengan cepat ia Kembali lagi menuju mobil hans. Sofi
seketika fikirannya melayang kemana-mana, mengenai apa yang mereka beli secara
tiba-tiba saat itu. Apakah pengaan, atau yang lainnya, dan semua berkecamuk
begitu saja didalam kepala begitu sulit untuk ia redam.
Hingga terus ia ikuti, dan mereka akhirnya berhenti disebuah
club. Ina turun, Ia membungkuk mengobrol sejenak dengan pria yang ada didalam
kepala untuk memberikan sebuah kecupan mesra padanya.
Sofi lantas membayangkan sebuah faktanya sendiri saat
ini. Bkan ingin, melainkan mereka baru pulang setelah menghabiskan malam mereka
bersama disebuah tempat.
“Kamu bohong, Mas. Katanya kamu lembur, tapi ternyata
kamu sama dia!!” Sofi semakin kecewa dibuatnya. Ia hanya bisa menangis, Ia sebenarnya amat
ingin melabrak mereka sat aitu juga, agar hans tahu jika sofi bisa emosi dengan
tingkahnya yang keterlaluan. Selama ini sofi sangat menghormatinya, dna bahkan
begitu setia padanya.
__ADS_1
“Kenapa begini? Kamu jahat, Mas. Jahaat!!” pekiknya
didalam mobil itu, bahkan beberapa kali memukuli setirnya dengan kuat sebagai
pelampiasan emosinya saat ini.
“Baik, kalau kamu memang begini sama aku, Mas. Aku akan
buat kamu menyesal sudah berbuat begini sama aku,” racaun sofi yang kemudian
menabahkan hatinya sendiri.
Usai mobil Hans pergi, sofi sempat memperhatikan gadis
itu masuk ke clubnya. Ia akan menghampiri gadis itu dan memperingatkan agar tak
lagi mendekati suaminya setelah ini.
Namun, langkahnya membuka pintu mobil segera terhenti
ketika melihat sebuah mobil mewah melintas didepan matanya. Ia diam, entah
kenapa jantungnya berdegup dengan cukup kencang hingga naluria mmebawanya memperhatikan
siapa yang keluar dari mobil itu sejenak.
“Zacky?” lirihnya, tatkala zacky keluar dari sana,
lalu Ia berpuar dan membuka pintu yang ada dibelakangnya.
Sofi semakin tercengang, dan bahkan ia menutup
mulutnya karena tak percaya dengan siapa yang Ia lihat saat itu.
Ya, siapa lagi jika bukan arga. Dengan penampilannya
yang begitu rapi dan menawan, bahkan semua penjaga sampai berlarian hanya untuk
menyambutnya saat itu. Sudah bisa dipastikan, jika Arga adalah bos mereka karena semua tampak menghormatinya.
Lantas hati sofi menduga-duga saat ini. Benarkah club ini tempat dimana Hana menghilang? Dan jika benar, apakah arga adalah dalang penculikan Hana selama ini?
__ADS_1
"Keterlaluan kamu Arga! Hana ngga tahu apa-apa!!" geram sofi dengan segala kenyataan yang ada. Namun Ia bingung, yang mana harus ia selesaikan terlebih dulu saat ini. Mereka seakan menjadi sebuah benang kusut uyang mengganggu fikirannya, begitu sulit untuk dikembalikan pada posisi semula.