Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Jadi anak sang mafia.


__ADS_3

Pak tua itu hanya tertawa, terbahak-bahak dengan ucapan arga padanya. Nyaris emosi, tapi terhenti saat Arga mendegar Pak tua itu mengulas kasusnya kembali dengan detail dan begitu jelas. Darimana Ia tahu, padahal mereka sama sekali tak pernah berbagi cerita dengannya selama satu sel.


"Setidaknya kau masih bisa bebas. Dan aku? Aku akan mendekam disini seumur hidupku." jawabnya tanpa rasa takut meski hukuman itu lebih berat dari yang dialami rekan satu ruangannya itu.


Hingga pada akhirnya pak tua itu menceritakan tentang dirinya. Ia yang juga difitnah oleh seseorang yang ingin menjatuhkannya kala itu dengan begitu keji. Tapi untungnya, para sahabat dan anak buahnya cukup setia dan terus membangun bisnis mereka meski tanpa dirinya. Mereka menjalankan semua bisnis dengan pengawasan dari pimpinan mereka meski didalam penjara.


"Kau mafia?" tanya Arga dengan suara yang cukup bergetar. Pantas saja, Ia dengan mudah bisa mencari segala informasi mengenai Arga. Bahkan Ia juga tak segan memuji, saat tahu bagaimana kinerja arga diperusahaan yang sempat Ia pimpin sebelum terjerumus dalam kesalahan yang tak pernah Ia lakukan.


"Kau mau menjadi anakku?" tanya nya tanpa basa basi. Ia seolah begitu yakin untuk mengangkat Arga menjadi anak dan mewariskan semua usaha yang Ia miliki diluar sana.


"A-aku tak mau menjadi Mafia. Itu... Itu pekerjaan kotor," jawab Arga. Karena memang ia tahu bagaimana mafia, apalagi Ia tak ingin mengotori tangannya lagi dengan perbuatan jahat yang Ia dengar tentang dunia mafia diluar sana.

__ADS_1


Tuan Dirga namanya. Ia hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sok suci itu dari mulut Arga. Lucu, saat orang yang sudah terlanjur dianggap kotor dan jahat tapi masih bisa menganggap dirinya bersih.


"Padahal semua yang kau katakan tak pernah ada yang percaya. Untuk apa kau berkali-kali berusaha mencuci tanganmu, demi mereka yang sudah menganggapnya kotor bagai sampah?"


Deggg! Seketika semua ucapan itu mengalahkan egonya tinggi dan suci. Mereka memang sudah terlanjur menganggap Arga sebagai sampah, bahkan mungkin jika bebas mereka tak akan pernah melihat Arga lagi dalam pandangan mata mereka. Ia hanya seonggok sampah yang akan terlunta-lunta dijalanan, tanpa keluarga, teman, dan kekasih yang selama ini Ia perjuangkan.


Arga hanya bisa terduduk lemah, merenungi kembali nasib malang yang Ia rasakan. Ingin menangis, namun air matanya seakan kering tak tersisa.


Penjara bukanlah tempat hukuman terakhir. Disana Tuan Dirga menmpa jiwa Arga dan melatih fisiknya agar semakin kuat menghadapi semuanya. Tuan Arga juga memiliki orang dalam di penjara, dan saat itu Ia bisa bebas menerima siapa saja tamu yang akan datang menjenguknya.


Segala latihan diberikan langsung oleh ayah angkatnya yang ada didalam sana. Didikan keras untuk melatih dirinya semakin kuat, dan semua pelajaran mengenai kelompok mereka juga dijelaskan dengan baik agar arga semakin pahm dan mempermudah jalannya masuk kepada mereka semua. 

__ADS_1


"Pantas saja begitu tenang," gumam Arga dengan apa yang Ia lihat saat ini. Yang meski dipenjara, tapi  masih tetap bisa mendapat segala apa yang ia inginkan dengan baik meski tetap dalam pengawasan.


"Ini pengacara keluarga kita. Dia akan mengurusmu, dan semua yang akan kuberikan padamu. Dia tahu, apa alasan aku memilihkmu." ucap sang ayah angkat padanya..


Arga sebenarnya bertanya-tanya alasan apa itu. Namun sesuai perjanjian, semua akan dibahas saat Ia telah keluar dari penjara. Dan saat itu Arga akan menjadi orang yang amat berbeda.


" Aku meminta Anda mencari Pria bernama Zaky_Zaky Adiswara. Cari tahu bagaimana kehidupannya, dimana dia, dan dengan siapa saat ini." titah Arga, menjadi perintah pertamanya kala itu. 


Ia begitu ingin tahu bagaimana kabar sahabat yang telah mengurus ibunya hingga detik napas terakhir, yang saat itu tak bisa ia lakukan sebagai anak kandungnya. Bahkan zacky rela menjual barang berharga miliknya demi ibu arga agar mendapat pengobatan yang layak dari segala penakit kronis yang Ia derita meski tak bisa juga menyelamatkan nyawanya.


Dan kini, semua titah itu akan dilakukan tanpa ada kata tidak dari orang-orang mereka. Arga, adalah pemimpin yang sah. Ia ditunjuk langsung oleh ketua utama mereka dari Tiger, sekelompok mafia yang sudah diakui geliatnya hingga ke Negara tetangga. Meski rencana arga hanya fokus pada bisnisnya saja, dan mafia ia serahkan pada yang lebih terpercaya dalam bidangnya. 

__ADS_1


Entahlah, kadang rencana itu tak pernah bisa sesuai dengan realita yang ada.


__ADS_2