
Arga saat itu masih terus memeluk istrinya yang berbaring
diranjang mereka. Hana hari ini menuntut sang suai untuk terus ada didekatnya agar bisa bermanja,
memanfaatkan rasa cemas arga padanya. Kadang hana tak segan bercerita jika memang
ia menyukai arga sejak dulu ketika ia masih belia.
Meski arga sudah mendengarnya kala itu, tapi rasanya arga masih sulit percaya jika itu memang jujur dari dari
hana untuknya. Yang bahkan kadang cemburu melihat sofi dan arga datang dan bermesraan dirumah mereka.
Hana yang tadinya dipeluk dari belakang, lantas memutar tubuh agar bisa berhadapan dengan arga. Saat
itu telapak tangan mungil hana langsung meraih wajah arga dan mengukir dengan jari-jarinya. Alisnya,mata, hidung, pipi dan bibirnya. Hingga sentuhan itu mendarat didagu, lalu dengan gemas ia mengecup dagu itu dengan begitu mesra.
“Hey,” Arga menonyor kepala hana agar sedikit menjauh darinya, tapi hana saat itu hanay tertawa
dengan begitu manja. Ia memeluk arga lagi dengan begitu erat, seakan enggan melepasnya pergi meski hanya sesaat.
Hingga sebuah panggilan masuk. Hana meraih hp arga yang ada disaku celana suaminya itu sembari
iseng sesekali merayap kesesuatu miliknya. Arga melirik gemas, tapi hana lagi-lagi hanya tertawa dibuatnya.
“Kak Zacky,” ucap hana dan segera memberikan hp itu pada arga.
“Ya, zack? Ada apa memanggil?” tanya arga padanya. Tapi, seketika mata arga terbelalak mendengar
semua kabar yang zacky sampaikan padanya saat itu.
Zacky menjelaskan semuanya dengan detail, bagaiamana kondisi jasad Ina saat yang juga begitu mengenaskan dengan luka dilehernya. Yang bahkan diaruh begitu saja dipintu belakang club mereka.
__ADS_1
“Bukankah, terakhir hans yang membawanya?” tanya arga. Mendengar itu, seketika hana bangun
dari tidur dan menatapnya dengan penuh tanya. Arga meraih rambutnya dengan lembut, meski hana sudah berbulit dimatanya.
Arga segera menutup teleponya. Ia segera merapikan diri dan bersiap untuk pergi, tapi kali
ini hana tak diperbolehkan untuk ikut dengannya. Ia harus dirumah, dan ia tak boleh sama sekali beranjak sedikitpun dari mansion mereka.
Hana yang bangun sedikit memaksa, ia hanya penasaran dengan ina dan semua itu berhubungan dengan
kakaknya.
“Aku mohon, turuti aku saat ini. Aku tak mau kau pergi, itu saja.” Arga mendekatan dahi mereka dan
megecup bibir manisnya sebagai tanda perpisahan sementara.
Arga meraih jas, kemudian memakainya sembari berjalan pergi menuju mobilnya. Ia tak menoleh lagi
Hana turun perlahan, air matanya juga mulai berderai. Ia merasa peperangan akan datang diantara ia
dan kakaknya, dan saat itu ia akan ada ditengah mereka semua dan bahkan menjadi rebutan antar kedua kubu yang ada. Tapi hana belumm tahu, mengenani Thomas yang selalu menunggu dan tak sabar untuk menikahinya segera.
Mia yang melihatnya hanya bisa menenangkan. Ia memeluk hana, karena amat tahu perasaanya
saat ini. Sementara liska hanya bisa memperhatikan mereka dari kejauhan, dan ia sendiri bingung harus melakukan apa.
Arga dengan segera datang ke clubnya, ia disambut oleh beberapa orang dan segera mambawanya
keruangan bawah tanah untuk melihat jasad ina. Disana juga sudah ada sana tertunduk lemas dengan semua yang ada.
Arga bersimpuh dan tertunduk lemah melihat kondisi ina saat itu. Ia tak bisa berkata-kata, dan hanya
__ADS_1
bisa memberi penghormatan pada rekan kerja yang solid dan bisa dipercaya seperti ina. Arga marah dan kecewa justru dengan dirinya sendiri yang harusnya tak melibatkan ina lagi setelah menadapatkan liska saat itu.
“Tuan, ini bukan kesalahanmu. Kita tahu, Thomas adalah didikan ayah dirga, jadi kita tahu bagaimana
dia.” Sam datang dan mengusap bahu arga untuk menenangkannya.
“Panggil dan Tarik mereka semua yang menjadi mata-mata. Bawa mereka pulang dan hentikan pencarian,”
titah arga.
Sam sedikit keberatan sebenarnya, karena masih banyak yang harus mereka cari saat ini dengan
segala bukti yang ada. Tapi, arga menerangkan jika sofi akan mebantu mereka setelah ini.
“Tapi, Tuan. Kau tak cemas dengan sofi? Aku takut jika justru dia yang_”
“Tidak, Zack. Hans tak akan pernah berani melukai istrinya sendiri. Jikapun sodi terluka, pasti itu
karna Thomas dan mereka akan bertengkar karenanya.”
Alasan yang masuk akal keluar dari mulut arga saat ini, dan zack segera menghubungi beberapa anak
buahnya untuk mmenarik yang ada diluar sana, termasuk yang ada di Rumah sakit itu. Apalagi, Hp sofi dan beberapa identitasnya hilang saat ini. Yang mereka tahu banyak foto mereka bersama disana, termasuk zacky.
“Kau tak boleh keluar, Zack.”
“Kenapa?” tanya zacky heran, tapi terharu karena tatatapan arga padanya penuh cemas dan keperdulian.
Yang jelas, arga tak pernah mau kehilangan zacky demi apapun saat ini.
“Tak boleh ada yang pergi diantara kalian saat ini,” tatap arga pada zacky dan sam secara
__ADS_1
bergantian, karena baginya mereka berdua adalah seperti adik dan kakaknya sendiri saat ini. Meski ia tahu, sikap seperti itu belum mencerminkan sikap seorang mafia Tangguh yang sebenarnya. Yang mana mafia itu memang harus siap,bahkan ketika melihat yang terdekat mati didepan matanya.