Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 27


__ADS_3

Arga mengintip sedikit yang ada dibelahan itu. Hana hanya diam, sesekali menghela napas hingga tanpa sadar membusungkan dadanya.


"Benar? Kau suka menggoda? Lalu kenapa kau menolak pria itu kemarin?"


"Hana memang sedang menggoda, tapi bukan pria asing dimata hana. Melainkan, saat ini yang Hana goda adalah suami hana sendiri." jawabnya dengan lantang.


Arga lalu menjauh darinya. Dengan segala rasa yang Ia tahan, ia memingga hana memakai kembali pakaiannya.


Hana menatapnya dengan perasaan yang amat kecewa, mempertanyakan kedinginan arga padanya. Apakah sesakit itu ditinggal menikah oleh Sofi hingga membuatnya tak pernah menatap gadis lain didepan mata. Atau, Ia memang sebenarnya masih amat mencintai sofi dari dalam lubuk hatinya.


"Aku tunggu diluar," ucap Arga lalu pergi darinya.


Rupanya Zacky sudah ada dikamar Arga saat ini, Ia mempersiapkan semua keperluan yang akan Arga bawa untuk bulan madunnya selama beberapa hari.


"Memang berapa lama?"


"Dua hari," jawab Zacky.

__ADS_1


"Kenapa lama? Aku masih banyak pekerjaan, terutama untuk_..."


"Tenanglah, semua aku dan Sam yang urus. Kau nikmati saja semuanya disana,"


Tapi arga kekeuh tak ingin terlalu lama. Ia memastikan pada Zacky jika Ia akan segera pulang keesokan harinya. Ia juga hanya menuruti hana untuk jalan-jalan, dan tak begitu ingin menikmati moment seperti yang zacky fikirkan.


"Kau memikirkan apa antara aku dan Hana?"


"Apa? Tak ada. Aku berfikir dan mempersiapkan semua sewajarnya, bagi sepasang pengantin dengan bulan madunya." jawab Zacky dengan santainya.


Arga menyipitkan mata, Ia kemudian meraih kasar sebuah koper yang ada ditangan sahabatnya itu. Terasa amat berat dan terlalu penuh hanya untuk pergi dan menginap semalam saja.


"Siap?" tanya Arga. Hana justru diam, berdiri menghentakkan kaki dan berlalu darinya. Ia berjalan dengan langkah kasar, keluar menuju mobil yang akan mereka naiki.


"Bawa..." titah arga menunjuk koper yang ada.


Semuanya sudah masuk kedalam mobil. Arga sendiri membawanya, sedang Zacky dan yang lain ia perintahkan menjaga mansion dan yang lainnya.

__ADS_1


"Jangan cemberut inget umur." tegur arga padanya.


"Hana masih muda. Kakak tuh, yang tua. Bahkan sangking tegangnya hidup, seperti lebih tua dari Kak Hans."


"Hana,"


"Apa?"


"Ah, sudah lah..." jawab Arga yang tampaknya mulai lelah. Atau, hanya sekedar tak ingin cari ribut dengan hana.


Selepas dari penjara, memang baru kali ini arga bisa keluar menikmati hidupnya. Ia akan memanfaatkan hari libur itu sebisanya, membuang fikiran dari segala ketegangan yang ada meski harus tetap waspada. Buktinya, pistol tetap ia bawa kemana-mana didalam tubuhnya.


Keduanya tiba dihotel. Arga chek ini dan segera diantar ke kamarnya oleh petugas disana yang amat ramah pada mereka berdua. Maklum, pengantin baru. Apalagi dikamar itu sudah dihias dengan sedemikian rupa ala pengantin baru untuk menyambut keduanya.


"Astaga," kaget Arga melihat bentuk kamar pesanannya.


Bunga-bunga tersusun rapi diatas ranjang, dengan hiasan selimu tdan handuk membentuk dia angsa yang amat mesra. Suasana pun dibuat remang, seakan menciptakan suasana romantis diantara keduanya. Lilin aroma terapi, ranjang besar dan luas, dan sesuatu yang mengganggu mata polos hana disana.

__ADS_1


"Kak, itu kursi apa? Kok ada di kolam renang. Bentuknya juga aneh," tanya Hana dengan polosnya.


"I-itu... Itu kursi santai, bisa dipakai kalau mau baca disana." jawab Arga. Sontak itu membuat sang pelayan menahan tawa, antara benar-benar polos atau arga hanya tak ingin Hana lebih banyak bertanya dan memusingkan kepala.


__ADS_2