Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 78


__ADS_3

Perjalanan argasudah seamakin dekat dengan hana. Arga bisa merasakan semua dari degupan


 jantungnya, meski saat ini terasa berbeda. Ia tak ingin terlalu banyak mendunga-duga, karena hanya ingin fokus pada persenjataan mereka, berhenti dan memeriksa kelengkapan semuanya. Arga terus meykinkan diri jika hana disana baik-baik saja dengan kakaknya.


Hanya tinggal beberapa Langkah lagi mereka sampai, dan pastinya disana akan dipenuhi oleh


para penjaga. Tapi mereka semua tak siaga karena takt ahu kedatangan musuh dan yang menyerang dadakan hari ini. Mereka semua turun, memilih menaklukan mereka perlahan. Kecuali arga dan zacky, keduanya harus tetap dimobil dan menunggu hingga mereka semua sudah membukakan jalan untuknya.


“Tapi berjanjilah, jika tak boleh ada yang jatuh diantara kalian.”Arga kembali memberi perintah,


dan mereka semua menganggukkan kepala padanya.


Langkah demi langlah pasukan perlahan menghilang dari mata arga. Mereka semua berpencar mencari


target masing-masing untuk ditaklukan. Hingga suara tembakan pertama terdengar oleh arga, dan ia berharap anak buahnya yang berhasil menaklukan musuh.


Suara pekikan dan teriakan makin lama makin santer terdengar. Tapi itu bukan berarti mereka tekah


berhasil, melainkan baru saja memulai semuanya karena pastinya dari pihak musuh juga telah melapor yang lain untuk meminta bala bantuan untuk perlawanan hingga arga juga harus lebih waspada dengan anak buahnya.


Thomas mendengar suara itu dari tempatnya istirahat saat ini. Ia yang terkejut lalu berdiri dan


membuka jendelanya, menyaksikan anak buahnya banyak tergeletak disana dengan seragan yang membabi buta dari mereka semua. Otot rahangnya seketika menegang, tangannya mengepal dengan segala emosi yang ada. Sesal terdalamnya adalah membiarkan liska  hidup saat ia membawa hana saat itu.


“Sampai juga mereka kemari,” lirih Thomas dengan segala amarah yang memuncah dalam hatinya. Ia memanggil


dan segera memerintah anak buah yang lain untuk keluar membawa senjata mereka, hans juga dipanggilnya, setidaknya agar pria itu tahu jika ia harus menjaga hana didalam sana agar tak tersentuh oleh arga. Ia tak akan mau kehilangan hana lagi, dan akan mempertaruhkan nyawa demi gadis yang ia cintai saat itu.


Jalan sudah terbuka, Zacky dan arga segera masuk kedalam sana dan langsung disambut oleh mantan


sahabat mereka. Seperti bernostalgia, dan bahkan hans tanpa rasa bersalah merentangkan tangan menyambut keduanya disana.


“Selamat datang arga, akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama.?” Sambut hans  pada keduanya. Membuat arga mengepalkan tangan dan mempertajam pandangannya mengitari semua sudut markas tua itu, apalagi pada


semua yang berdiri dibelakang hans saat ini.


“Kau cari siapa? Hana?”


“Mana istriku?” tanya arga  padanya.

__ADS_1


“IStri yang bahkan kau nikahi tanpa persetujaun walinya. Apa itu sah?” cicit hans. Bahkan setelah


semua kejadian yang ada, ia tak terlihat merasa bersalah sama sekali, meski ia tahu arga bahkan mengetahui bisnis gelap mereka. Ia yakin jika Thomas dan anak buah  yang banyak itu akan bisa melindunginya


saat ini.


“Seorang adik yang bahkan kabur ketika melihat kakaknya sendiri, dan bahkan nyaris pingsan


ketakutan karenanya. Apa pantas kau menyebut dirimu wali?”


Hans seketika mengepalkan tangan mendengar itu semua. Ia emosi, karena arga begitu berani


membalas semua ucapannya saat itu. Atau, hans sebenarnya ingin sebuah penghormatan dari arga sebagai adik iparnya saat ini. Tapi ia saja ingin menjodohkan hana dengan sahabatnya, jadi untuk apa hans menginginkan tanda hormat itu dari arga.


“Harusnya aku menuntutmu agar dipenjara lebih lama dari ini,”


“Agar aku dapat menajalani hukuman dari kesalahan yang kau lakukan?” balas arga lagi dengan


senyum terurai dari bibirnya. Sontak hans meradang. Arga tahu semuanya, dan pasti arga akan berusaha menuntut keadilan pada dirinya saat ini, pantas saja ia menculik hana dan menahannya disana.


Hans kemudian menelengkan kepalanya. Ia memerintah anak buah yang ada agar segera menyerang


mereka disana. Para anak buah seketika menyebar dan mulai menyerang dengan senjata yang mereka bawa masing-masing ditangannya. Perkelahian tak terelakan, masing-masing dari mereka memiliki lawanya sendiri saat ini. Tapi yang paling menggemaskan adalah ketika mereka menyerang arga secara berkelompok agar arga cepat lemah dengan serangan mereka semua.


yang tengah menunggu hana diruangannya. Hana masih tidur dengan amat pulas dengan semua alat yang terpasang ditubuhnya. Ia menyaksikan semua pertarungan itu dari atas, melihat bagaimana cara arga memperjuangan cinta sejatinya.


Dan apakah saat itu sofi menyesal telah mencampakan arga dan memilih hans untuk hidupnya. Dan ia


juga sadar, jika ia tak akan bisa memutar kembali waktu yang telah berjalan begitu jauh sejak saat semua itu terjadi.


“Lihatlah, dia justru berdiri disana seolah ia pemimpin terhebat dimuka bumi in.” Sofi mengelus


perutnya. Perasaan begitu perih saat ini dengan semua kenyataan yang kembali menampar wajahnya.


“Kau tahu dia akan datang?” tanya Thomas yang tiba-tiba datang padanya.


“Jika kau gagal, maka jangan tuduh dan mengkambing hitamkan orang lain terhadap kegagalanmu.”


“Pandai bicara kau rupanya. Ya, aku tahu kau memang cerdas. Tapi sayang, kau sendiri tak bisa membedakan

__ADS_1


mana yang sebenarnya salah selama ini, dan kau hanya bisa menyesalinya.” Ledek Thomas padanya. Ia kemudian duduk diranjang hana dan begitu santai membelai pipi hingga lehernya. Bahkan ia juga begitu gemas ingin mengecupi bibir hana saat itu juga.


“Hentikan, Thomas! Bahkan dia belum sadar dari tidur panjangnya,”


“Aku hanya ingin memastikan, jika ketika ia bangun maka ia akan melupakan semuanya. Kau tak tahu? Tatap nyalang Thomas, yang kemudian mengeluarkan sebuah jarum suntik berisi cairan dari saku celananya.


“Jangan Thomas! Itu berbahaya!” teriak sofi, tapi saat itu Thomas sama sekali tak mendengarkan dan


terus menyuntik obat itu ke infus yang ada dilengan hana.


“HANA!!!” pekik sofi, dan sangking kerasnya hingga terdengar ketelinga arga dan suaminya.


Saat itu hans dan arga tengah saling serang satu sama lain. Arga maju menyerang hans ketika berhasil


melumpuhkan semua lawan yang ada dihadapannya, dan beberapa yang datang diambil alih oleh zacky bersama yang lainnya.


“Hana?!” panggilan itu spontan terucap dari bibir arga, dan ingin segera menerobos masuk kedalam sana untuk menghampiri istrinya tercinta.


“Tak akan ku biarkan kau masuk kedalam sana dan menemui hana!” Hans terus menghalangi dengan


sekuat tenaganya. Mereka bahkan sempat bertarung saat itu. Hans mungkin juga sudah dilatih oleh Thomas selama ini agar bisa menghadapi lawan suatu hari nanti, terbukti ketika hans dengan lihai memainkan pedang yang ada ditangannya saat ini.


“Aku bahkan tak perduli sama sekali dengan dendamku padamu, Hans. Cukup dengan dosamu terhadap yang


lain, dan aku pastikan kau akan mendapatkan bayaran dari semuanya.”


Arga yang saat itu merampas pedang dari anak buah hans, memiliki senjata yang seimbang untuk melawan


sahabat lamanya itu. Suara pedang mereka saling beradu, mereka tengah sama-sama mempertahankan hana dan sofi meski dengan tujuan yang berbeda.


Tatapan arga begitu tajam penuh dendam, terus saja tanpa henti mengayunkan pedangnya pada hans disana.


Hinga akhirnya ia memiliki celah, melakukan Gerakan berputar dan melukai hans dilengannya.


“Arrrghhh!!!” Hans memekik, ia langsung jatuh bersimpuh dihadapan arga dan langsung lemas melihat


kucuran segar jatuh dari tubuhnya.


“Itu dari Ina,” ucap Arga padanya.

__ADS_1


“Tapi… Thomas yang membunuhnya,” Dengan suara yang terbata-bata, hans masih saja berusaha membela diri


atas kematian teman ranjangnya itu.


__ADS_2