Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 41


__ADS_3

"Kak zacky?"


"Ya, Hana?"


"Ayah Kak arga itu ayah angkat?"


"Ya," jawab Zacky apa adanya. Sam disana hanya melirik mereka, mendengarkan setiap obrolan yang ada sembari memainkan tabnya. Jika sudah waktunya maka ia akan ikut bicara mneceritakan masalah pertemuan mereka.


Namun sepertinya Zacky sudah amat paham, dan menceritakan semuanya dengan lugas dan jelas pada Hana tanpa kurang sedikitpun mengenai pertemuan mereka hingga bahkan ayah dirga mewariskan semua hartanya pada arga.


Nyaris tak percaya, tapi seperti itulah adanya. Sayangnya zacky tak menceritakan lebih pada Hana mengenai rencana mereka pada orang yang sama. Itu semua tugas Arga yang akan menjelaskan semua pada istrinya nanti, apalagi semua berhubungan dengan kakaknya dan bahkan mungkin akan terjadi pertumpahan darah antara mereka berdua.


"Kak Arga beruntung, dia mendapat yang terbaik didalam sana."

__ADS_1


"Terkadang memang seperti itu. Kita akan sulit dihargai dilingkungan sendiri, tapi justru orang yang baru kita temui bis lebih menghargai kita. Kamu tak tahu Hana, betapa hancur Arga sebelum ini. Difitnah, dipenjara dan semua asetnya habis tak tersisa, bahkan tak pernah bisa lagi menyentuh ibunya." ujar Zacky mengingat semua kepedihan mereka kala itu.


Kata fitnah itu entah kenapa mengganggu fikiran Hana saat ini. Bertanya-tanya siapa yang tega memmfitnah arga sebenarnya, apakah seperti yang arga bilang jika itu semua kelakuan kakaknya. Dan jujur ia masih amat tak percaya dengan semua yang diceritakan padanya.


"Kakak ngga akan sejahat itu kan? Kakak memang memiliki ambiri yang kuat, tapi dia ngga mungkin lakuin hal sekotor itu pada sahabatnya sendiri." Hana masih berusaha menolak dengan semua yang berkecamuk dalam hatinya saat ini.


Jam jenguk berakhir, tiba saatnya Ayah arga kembali kedalam ruangannya. Arga pamit dan mencium tangan ayahnya untuk meminta restu dari semua rencana yang ada.


"Ingat pesan ayah padamu, Ga. Jaga gadis itu, karena dia tak bersalah dalam hal ini." bisik Ayah dirga padanya. Arga hanya mengangguk, melepas kepergian pria yang paling berjasa dalam hidupnya itu. Ia segera keluar dan disambut oleh istri dan kaki tangannya disana.


"Hana boleh ke supermarket sebentar? Hana janji akan pakai masker dan_..."


"Ya, hati-hatilah. Zacky tak akan pernah melepasmu kemanapun sendiri," Arga bahkan mengusap kepala dan rambut hana dengan kepala besarnya. Hana seketika membeku menatap perlakuan lembut arga padanya. Apakah karena ia baru bertemu dengan pawangnya? Karena setelah keluar dari sana Arga benar-benar tampak berbeda.

__ADS_1


Hana segera meraih tangan itu dan menciumnya dengan mesra, memanfaatkan moment manisnya arga yang mungkin hanya sekali seumur hidupnya. Mereka kemudian berpisah, arga dengan sam dan hana bersama Zacky menuju tempat tujuannya.


"Hana mau beli keperluan cewek, Kak." curhat Hana pada Zacky, apalagi ia tahu jika mungkin sebentar lagi tamu bulanan akan datang menghampiri.


Keduanya masuk ke supermarket itu, tak lupa Hana memakai atribut lengkap untuk menyamarkan jati dirinya. Kerena boleh dipercaya boleh tidak, jika penculikan ini adalah sebuah berkah untuknya agar bisa terus bersama arga dan meraih hatinya.


Hana tak mengulur waktu. Ia segera masuk ke toko perlengkapan wanita, dan tanpa sungkan zacky terus megikutinya. Zacky bahkan ikut mengambil beberapa yang ia perlukan, karena bukan milik wanita saja yang tersedia disana.


"Hana kesana sebentar, ngga lama kok." pamit Hana yang berlari tipis menuju tempat tujuannya.


Hingga zacky ingin menyusul hana saat itu, Ia hanya tak ingin sendirian terjebak disyurganya para wanita. Ia risih, dan takut nanti entah akan bertemu dengan apalagi yang akan meracuni fikirannya.


Plook! Sebuah tangan mendarat dibahunya. Ia melihat Hana begitu jauh disana, dan siapa yang menyentuhnya saat ini dengan tangannya.

__ADS_1


"Zack?" panggil seseorang yang ada dibelakangnya, dan itu membuat zacky seketika menegang karena ia amat hafal dengan suara itu ditelinganya.


__ADS_2