
"Kakak mau apain Hana?" gugupnya dengan suara bergetar.
"Kau mulai takut rupanya," bisik arga, yang sebenarnya juga tak tahu Ia ingin melakukan apa pada Hana. Menikahinya saja tanpa rencana, untuk mengikat Hana agar tak bisa pergi darinya. Mengenai rencaana lain, itu semua akan menyusul setelah mendapat perintah dari ayahnya.
"Kalau ngga ngapa-ngapain, lepasin Hana." Gadis itu berusaha mendorong sekuatnya, tapi Ia kalah tenaga denga arga yang masih terus mengungkungnya disana.
Kreekk!!
"Nyonya, saya kesini untuk_... Oh, maaf saya tidak sengaja." Mia seketika membalik badan ketika melihat mereka berdua. Menyusulu zacky yang mencari Arga, dan Ia melakukan hal yang sama dengan Mia untuk membalik badan mereka dari keduanya.
"Sory, Aku lupa jika kalian sudah menikah berusan." ucap Zacky padanya.
Barulah Arga melepas genggaman tangan dan kungkungannya, Ia berdiri tegap dan meminta Zacky untuk kembali menghadapnya. Hana yang cukup berantakan seketika merapikan diri dan kembali mengikat rambut, untung saja pakaiannya belum diapa-apakan oleh Arga.
"Ada apa?" tanya Arga pada tangan kanannya itu.
"Sam memanggil, dan memintamu turun untuk menemuinya."
__ADS_1
"Ya... Aku akan kesana," jawab Arga, yang langsung berjalan meninggalka Hana begitu saja.
Hana menggigit bibir, Ia tak tahu ekspresi bagaimana yang harus diberikan saat ini. Bahkan Hpnya hancur berantakan dan mungkin tak bisa ditolong lagi, padahal Ia masih ingin sekali saja mengabari sofi.
"Apa ini tujuannya? Ia tahu jika mereka amat menyayangiku, dan mereka pasti akan mencariku bagaimana caranya," lirihnya perih. Ini hanya beberapa dari sekian banyak kemalangan yang Ia dapatkan, atau mungkin akan bertambah lagi setelah ini hingga mmebuatnya mati perlahan disangkah emas mewahnya itu.
"Sampai kapan begini? Kak Arga jahat!!" pekiknya, membuang semua bantal yang ada.
Mia diam disana, membiarkan semua yang terjadi pada sang Nona. Dalam fikiran Aya, ia merasa bersalah karena mengganggu semua moment mesra mereka. "MAaf," sesal Mia dalam hatinya.
Hingga hana sudah tampak tenang, dan Mia berjalan lagi mendekat padanya untuk makan siang. Mia segera memungut pecahan Hp itu dan mengumpulkan semuanya menjadi satu diatas nampan.
"Kartunya?" tanya Mia, barulah Hana meraih kartu yang Mia berikan padanya.
Mia segera membujuk Hana untuk makan siang, dan kali ini pelampiasan Hana adalah makanan yang Mia bawa untuknya. Ia melahapnya habis dengan segala emosi yang ada, hingga yang ada semua tak bersisa persis seperti video orang mukbang di acara yang sering Ia lihat.
"Kasihan, pasti kecewa sekali hingga kelaparan seperti ini. Baiklah, nanti malam aku tak akan mengganggu mereka dengan semua moment yang ada." tekad mia dalam hati. Padahal masalah yang ada tak sesedehana fikirannya saat ini.
__ADS_1
Arga menemui Sam diruang kerjanya. Ia mendapat pesan dari sang ayah yan ada dipenjara, bahwa Ia bebas dengan apapun rencananya. Ayah Arga merasa gerak arga begitu cepat mengenai sasaran dan bahkan memujinya hebat, padahal keberuntungan itu sendiri yang datang dan memuluskan segala rencananya.
"Sepercaya itu Ayah denganku?" tanya Arga dalam hati. Dengan kata lain, beban yang ia pikul memang semakin berat sejak hari ini apalagi untuk mewujudkan semua harapan yang sang ayah beri padanya.
"Mereka akan keluar mencari hana ketika kabar hilang itu muncul. Fokus Hans akan terbagi setelahnya, lalu kita kan mulai bisa perlahan menyerangnya." ucap Arga yang langsung dibalas anggukan sam penuh paham.
Sam kali ini memberi semua daftar nama musuh ayah arga, beserta semua kejahatan yang telah dibuat. Meski mereka sama-sama di dunia hitam, rupanya masih begitu banyak celah pengkhianatan yang ada
"Jadi, mereka memang membuat Hans mengincar Rumah sakit itu?" Arga menatap semua bukti dan informasi yang ada ditangannya. Ia amat ingin meremas semuanya hingga hancur, tapi harus ia simpan dengan baik dikamarnya.
"Ya, terus saja selidiki semua faktanya. Nanti semua bukti akan kita kumpulkan menjadi satu untuk menyerang mereka."
"Apakah, Hans menikahi sofi tanpa cinta?" tanya Hans, dan seketika Zacky membulatkan mata padanya.
"Kau masih perduli?" lirih Zacky, menatap mata arga dengan penuh rasa penasaran disana. Ia amat tahu, karena bukan mainan bulan mereka bersama, tapi sudah hampir belasan tahun yang ada.
"Apa?" tanya arga yang kemudian membuyarkan lamunannya. "Aku hanya bertanya, bukan berarti apa-apa." kilahnya
__ADS_1
"Ya, aku tahu. Hanya kasihan, karena Ia hanya dimanfaatkan suaminya. Benar?" balas Zacky padanya. Lagipula, Arga punya Hana sekarang. Ia berharap Hana bisa sedikit membelokkan niat akan balas dendamnya saat itu.