
“Sofi…” Arga datang menghampiri Wanita itu dikamarnya.
Saat itu sofi baru saja membersihkan diri dari tubuhnya yang kotor dan bahkan penuh darah
sisa Thomas ditubuhnya. Tapi saat ini lega, karena mereka semua sudah dibawa ke
pihak berwajib oleh mereka semua.
“Dia bagaimana?” tanya sofi menanyakan hans padanya. Biar bagaimanapun hans adalah ayah
dari anak yang tengah ia kandung saat ini, tapi hans juga harus bertanggung
jawab atas apa yang telah ia perbuat. Apalagi semua korban itu sendiri yang
membawanya kepenjara.
Arga bicara sesuai dengan apa yang sam katakan sebagai pengacara. Bahwa tak aka nada ampun
lagi bagi mereka yang mendalangi semua kejahatan itu. Sofi sudah sangat iklas dan pasrah dengan semua yang ada, dan saat ini ia hanya ingin fokus dengan bayi yang ada didalam kandungannya. Bahkan, ia meminta zacky agar besok menemaninya periksa.
“Aku hanya takut, dengan syok yang sempat terjadi.” Sofi kembali mengelus perutnya yang
masih rata. Karena dari yang ia Analisa, kandungan itu baru berusia tiga mingguan saat ini. Masih sangat rentan, apalagi Thomas sempat melemparnya dengan keras saat itu.
__ADS_1
Arga kemudian menggandeng tangannya, memberi kekuatan pada sofi bahwa ia tak sendirian saat
ini meski hans sudah taka da didekatnya. Ada Arga, Hana dan Zacky yang akan selalu menemaninya saat ini. Bahkan jika sofi mau, ia bisa tinggal bersama dengan mereka di mansion yang megah itu. Dan Rumah sakit, biar saja orang kepercayaan yang mengurusnya.
Namun, sofi seperti sudah kehilangan kepercayaan dengan semua orang. Traumanya sulit hilang
karena semua kenyataan yang menimpa pada dirinya, maka dari itu ia bersikeras akan Kembali mengurusnya sendiri nanti meski harus repot dengan kandungannya.
Arga membawa Wanita itu keluar untuk berkumpul bersama yang lain, yang telah menunggu diruang
pertemuan mereka untuk merayakan kemenangan. Sayangnya, saat itu hana belum juga sadar dari komanya, atau mungkin pengaruh obat yang sempat Thomas suntikkan padanya saat itu. Padahal sudah diberi penawar dan belum masuk terlalu jauh ke inti syaraf hana.
Para pasukan yang ada disana segera berdiri dan memberi hormat pada kedunya. Andai Ayah
Arga mengucapkan selamat atas kemenangan yang telah diraih. Meski setelah ini, mereka harus
tetap waspada dengan kemungkinan apapun yang mungkin akan datang menghampiri. Tapi, arga sudah sangat berterimakasih karena mereka sudah sangat solid dan kompak hingga saat ini.
Pimpinan Tiger itu menaikkan gelas winenya, dan mereka semua mengikuti kecuali sofi yang tengah
berhenti demi sang bayi. Ia hanya diam, dan sesekali menganggukkan kepalanya sebagai penghormatan untuk mereka semua.
“Tuan!! Tuan… Nyonya,” Terdengar suara keras mia dari kamar mereka yang berada diatas sana. Arga
__ADS_1
segera menoleh, dan ia melihat wajah mia yang memanggilnya,
“Hana?” Arga segera menaruh minumannya lagi dan berlari keatas untuk menemui sang istri
tercinta. Ia berlari dengan sangat cepat, hingga begitu cepat pula ia sampai ke kamar mereka berdua.
Saat itu, Langkah arga terhenti ketika melihat hana sudah membuka mata dan menoleh padanya. Hana
mengulurkan satu tangan, dan ia tersenyum untuk yang pertama kalinya pada arga setelah ia bangun dari koma. Arga dengan kaki yang gemetar, segera menghampiri sang istri dan meraih uluran tangannya, kemudian
ia kecup dengan mesar.
“Apa hana tidur terlalu lama? Kenapa ngga ada yang bangunin hana?” Wanita itu bertanya dengan polosnya. Bahkan ia juga bertanya apakah perang mereka semua sudah selesai hingga ia sudah ada di mansion saat ini.
Arga hanya mengangguk. Ia tertunduk menyejajarkan wajah dengan hana kemudian mengecup pipinya dengan
lembut. Arga bahkan berterima kasih pada hana karena sudah mau berkorban sejauh ini untuk dirinya dan mereka.
“Bahwa mungkin jika aku memberikan semua harta yang ku miliki saat ini, itu semua tak akan ternilai untukmu.”
“Hana hanya mau kak arga saja,” jawab sederhana dari sorang hana yang masih lemah saat itu. Yang memang ketika bangun hanya ada arga dalam fikirannya.
Arga hanya mengangukkan kepalanya lagi menanggapi sang istri. Tak ada kata-kata yang bisa terucap sebagai rasa sayang pada hana saat ini, bahwa semuanya sudah terwakili dengan rasa cinta yang ia beri. Dan arga berjanji untuk tak pernah meninggalkan hana setelah ini.
__ADS_1
END.