Dendam Cinta Sang Mafia

Dendam Cinta Sang Mafia
Part 79


__ADS_3

“Thomas, hentikan! Hana bisa mati jika kau lakukan ini. Denyut jantungnya saja bahkan belum normal,” sergah sofi yang eraih jarum itu darinya. Tapi sayang, sudah nyaris setengah obat itu masuk kedalam aliran darah hana saat itu dan sudah tak mungkin lagi untuk sofi mencegahnya.


Sofi menyesal karena langkahnya begitu lambat. Apalagi masih dihimpit keraguan akan bayi yang ia


kandung saat ini, diantara tega dan tidak untuk terus membiarkan untuk ada dalam rahimnya.


Plaaak!!! Sebuah tam paran keras mendarat ke pipi Thomas saat itu, seakan memang ia tak pernah takut


lagi akan sebuah kematian.


Thomas segera mendekat dan secepat kilat meraih rahang sofi. Ia cengkram dengan begitu kuat hingga Wanita


itu merintih kesakitan karena ulahnya, tapi sofi sama ssekali tak gentar padanya. Ia justru membulatkan matanya dan menantak Thomas, bisa melakukan apa pria itu padanya. Atau bahkan Thomas akan mengeksekusinya sebagai salah satu korban saat ini juga.


“Sepertinya, kau sama sekali tak takut kehilangan nyawa? Kau tak takut,  jika seluruh harta yang kau miliki dikuasi


oleh hans dan para wanitanya?”


“Bahkan semua harta sudah ku alihkan atas nama arga. Lalu, kalian mau apa?”


Ucapan sofi itu seketika membuat Thomas membulatkan matanya. Ia semakin kencang mencengkram wajah sofi dengan tangan besarnya, seolah ia bisa mematahkan leher Wanita itu dalam sekali gerakan saja. Tapi saat itu Thomas justru mengangkat tubuh sofi cukup tinggi, lalu ia menghempaskannya hingga tersungkur dan menabrak dinding dengan begitu kuat.


“Aaarrkkhh!” Sofi spontan memekik dan memegangi perutnya yang nyeri. Demi apa, Thomas segera tahu mengenai kehamilannya saat itu juga.


“Itu ana khans, atau anak arga? Kau selingkuh dengan adik iparmu sendiri?” ledek Thomas padanya. Sofi spontan melawan, mengatakan jika tak seperti mereka yang bisa bermain dengan siapa dan dimana saja.


“Ya, dimana saja. Yang bahkan kami pernah berpesta disini, tak perduli dengan galaunya dirimu disana. Ditinggal mati sang ayah, kehilangan kekasih, dan kami disini merayakan keberhasilan atas rencana kami dengan semua gadis cantik yang masih benar-benar perawan. Kami sangat menikmati itu semua,” ucap Thomas yang justru begitu bangga dengan dosanya.

__ADS_1


Sofi langsung ditarik dan diseret Thomas keluar dari kamar hana. Ia dibawa terus turun menuju lorong dan masuk kedalam ruang eksekusi, dan Thomas memaksa sofi untuk berbaring disana. Ia segera mengikat tubuh sofi, dan kembali mencari beberapa alat yang biasa ia gunakan untuk bekerja.


“Aku ingin mendengar, bagaimana teriakanmu seperti tadi dalam mode berbeda. Dalam mode saat kau kesakitan ketika aku membuuka semua jaringan kulitmu hingga tak tersisa. Pasti rasanya sakit, hingga bahkan kau tak bisa lagi mengeluarkan air mata karenanya. Bahkan mungkin, bayimu akan lahir sebelum waktunya.” Thomas tertawa terbahak-bahak terbahak bahak padanya.


Tawa itu membuat degup jantung sofi tak karuan rasanya. Di saat inilah, merasa takut jika harus kehilangan bayinya saat itu juga.


“Thomas jangan lakukan itu. Kau manusia apa bukan?” pekik sofi dalam semua ketakutannya.


“Kau tanya? Apa sejak awal kau menganggap aku manusia? Apa kau mulai takut? Bahkan tak ada satupun


yang dapat menyelamatkanmu saat ini, sofi. Hans disana bahkan mungkin sudah lari terbirit-birit menyelamatkan dirinya sendiri, tak akan ingat lagi padamu yang ada disini.”


Thomas mulai memakai sarung tangan dan pakaiannya dengan rapi, seolah-olah ia tengah akan melakukan sebuah operasi saat ini. Semua alat siap dan memang hanya mereka berdua disana dan tak ada yang sama sekali mendengar jeritan pilunya.


Sofi hanya bisa memejamkan mata. Ia berdoa agar ada sebuah keajaiban untuknya saat ini, yang dapat menolong dan membawanya pergi. Bahkan ia berjanji, akan tetap membesarkan bayi itu nanti bagaimanapun caranya, karena ia tak akan mau menambah dosa lagi seumur hidupnya.


Doorr!!! Sebuah tembakan terdengar. Bahkan sofi merasakan sesuatu yang tumpah ke wajahnya, dan ia merasakan itu apa.


“Siapa yang_...” Belum sempat ucapan sofi selesai, arga masuk bersama zacky dan satu orang dengan pistol besarnya.


“Arga?” panggil sofi, dan saat itu zacky segera melepasnya.


“Maaf, kami lama. Mereka selalu menghalangi diluar sana, termasuk hans.”


“Apa dia masih hidup?” tanya sofi pada sahabatnya itu, dan zaccky hanya menganggukkan kepalanya. Antara


lega, tapi juga ia tak tahu harus apa setelahnya.

__ADS_1


Dia adalah ayah dirga, yang begitu ingin menyerang putra angkat dengan tangannya sendiri. Thomas bahkan tak percaya jika pria itu masih ada dan bisa muncul didepan matanya saat ini. Ia takut, dan perlahan ngesot mundur kebelakang untuk menghindari mantan ayah angkatnya itu.


“Kau ingat padaku?” tatap ayah dirga padanya, terus mengikuti dan mendekati Thomas yang ingin lari


darinya.


“Kenapa… Kenapa kau bisa kemari?” tanya Thomas dengan lirih sembari menahan rasa sakit di dadanya. Ayah dirga sengaja membuatnya meleset dari jantung Thomas agar ia masih bisa bercengkrama dengan anaknya, dan Thomas masih bisa menikmati setiap rasa sakit yang terus akan menjalar kesetiap bagian tubuhnya.


“Kau lupa? Bahwa setiap terdakwa hukuman mati itu memiliki permintaan terkahir yang akan mereka kabulkan. Dan kau.., Kau jadi permintaan terakhir ayahmu ini,” tawa ayah dirga padanya.


“Apa maksudmu? Kenapa aku!!”


“Kenapa? Bukankah kau tahu aku menyayangimu seperti anak kandungku sendiri? Yang bahkan semua


permintaanmu akau turuti. Jadi, aku juga akan mengajakmu mati bersama dengan semua hukuman yang akan kita terima.” Ayah dirga begitu santai ketika mengucapkannya.


Toh, apa lagi yang menjadi bebannya saat ini. Semua harta telah aman ditangan Sam dan arga, mereka akan mengurusnya berdua dibantu zacky yang juga resmi menjadi anak angkatnya.


Thomas tampak ketakutan. Ia memang jahat, tapi selama ini ia dikenal baik oleh masyarakat dan semua rekan kerjanya. Ia adalah malaikat, dan begitu sulit ia membangun image itu untuk mereka semua, ramah dan begitu baik hati yang bahkan mendirikan Yayasan berikut pengobatan gratis pada para pasien yang ada.


Saat itu juga, para tahanan yang ada datang. Mereka menatap Thomas dengan tatapan penuh dendam dan amarah yang tak terhingga. Mereka sepakat, jika mereka sendiri yang akan membawa Thomas masuk kedalam penjara dan mereka semua saksinya.


“Tidak!! Jangan!!!” pekik Thomas sejadi-jadinya, meraung memohon agar mereka segera melepaskannya saat itu juga.


“Aku janji… Aku janji akan memberi kalian banyak uang setelah ini, aku janji!!”


“Apa kau bisa mengembalikan nyawa sahabat kami? Bahkan bertemu siapa yang menerima organnya saja sudah tak bisa!”

__ADS_1


Amarah mereka benar-benar membuncah. Tak hanya Thomas, bahkan mereka juga membawa hans dengan mobil yang ada disana. Mobil mewah milik Thomas, yang ia beli dari hasil pekerjaan kotornya itu.


__ADS_2