
Happy reading.....
Hari yang ditunggu pun telah tiba, di mana saat ini semua orang sudah berkumpul di sebuah restoran yang sudah disewa oleh Reno, untuk ulang tahun Davin dan kedua sahabatnya, yang tak lain putra dari Mayra dan juga Karina.
Malam ini Naina menggunakan dress berwarna biru dongker, senada dengan pakaian suami dan juga putranya. Dan di sana juga ada tiga kue dari reques-an Putra mereka masing-masing.
Acara tiup lilin pun akan segera dimulai, dan semua orang yang ada di sana diminta untuk berkumpul.
Dan setelah itu, kue yang sudah dipotong pun diberikan oleh putranya masing-masing untuk disuapi kepada kedua orang tuanya.
"Selamat ulang tahun ya, sayang. Semoga kamu menjadi anak yang sholeh, sayang sama orang tua, berbakti sama orang tua, dan menyayangi serta mengasihi orang lain juga," ucap Naina sambil mengecup kening Davin.
"Siap Mama! Davin akan selalu menjadi apa yang Mama mau. Selagi itu hal yang betul, iya nggak Pah?" jawab Davin sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Reno.
Melihat itu Naina, Bu Linda dan juga Bu Sumarni hanya terkekeh, karena tingkah Davin yang sedikit lebih dewasa dari umurnya.
Tiba-tiba dari kejauhan Naina melihat kedatangan Ivan, Bu Santi dan juga seorang wanita yang tak lain adalah Rere.
Dahi wanita itu mengkerut heran, sebab yang ia tahu Rere masih berada di tahanan, tapi kenapa wanita itu ada di pesta.
"Kak Ivan? Mbak Rere?" sapa Naina sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Kemudian Embun yang notabenya lebih tua beberapa bulan dari Davin, Rehan dan juga Gibran, memberikan kado itu kepada tiga pria tampan tersebut.
"Selamat ulang tahun ya. Ini kado untuk kalian," ucap Embun
"Terima kasih," jawab ke tiga bocah laki-laki tampan tersebut bersamaan dengan raut wajah dinginnya.
"Kak Ivan, bukannya Mbak Rere ini masih di dalam tahanan? Harusnya kan 2 tahun lagi dia baru bebas?" bingung Naina sambil melirik ke arah Rere.
"Iya, seharusnya memang 2 tahun lagi aku bebas, tapi karena perilaku baik aku di tahanan, serta aku mendapatkan keringanan. Jadinya aku bisa bebas lebih awal," jawab Rere sambil tersenyum ke arah Naina.
Mendengar itu Naina turut senang, apalagi melihat kebersamaan Ivan dan juga wanita itu. Naina bersyukur karena Ivan memang benar-benar tidak menceraikan Rere, dan mau bersamanya kembali.
Dengan berani, Rere menggenggam tangan Naina, membuat wanita itu seketika menatap ke arahnya.
"Nai, aku mau berterima kasih sama kamu, karena gara-gara ucapan kamu waktu itu saat di rumah sakit, membuat aku sadar. Sekaligus aku juga mau berterima kasih, karena perkataanmu mengetuk pintu hati Mas Ivan untuk tidak menceraikanku. Jujur, waktu itu aku pasrah jika Mas Ivan mau menceraikan diriku, tapi ternyata dia mau bertahan, bahkan mau mengurus Embun. Aku benar-benar tidak menyangka, jika Mas Ivan mau menerimaku dengan segala kekurangan yang aku miliki," ujar Rere dengan tulus.
Mendengar ucapan dari wanita yang berada di hadapannya, Naina kembali menggenggam balik tangan Rere.
"Sama-sama Mbak. Aku tidak melakukan apapun, aku hanya mengatakan apa yang seharusnya aku katakan. Karena memang pada dasarnya manusia itu tempatnya salah. Tapi aku senang sekali, aku bahagia melihat kalian bersama. Karena dengan perceraian kalian nanti, aku memikirkan bagaimana kondisi Embun? Walaupun dia bukan putrinya Kak Ivan, tapi tetap saja, itu akan menjadi mental di kemudian hari. Semoga kita masih bisa bersilaturahmi sampai tua, dan semoga tidak ada halangan rintang lagi diantara kita ya."
"Aamiin."
__ADS_1
Kemudian Bu Linda memanggil Naina beserta dengan Rere untuk berfoto bersama. Kemudian mereka pun berkumpul, di mana fotografer sudah siap untuk mengambil momen tersebut.
Setelah semua berswa foto, semua orang saat ini sedang menikmati makanan yang dihidangkan para pelayan. Naina menatap ke seluruh keluarga dan juga sahabat-sahabat yang pernah kenal dengannya.
Dia juga melihat keakraban Reno dan juga Ivan, dan itu membuatnya sangat lega.
'Terima kasih ya Allah, Engkau sudah memberikanku kebahagiaan. Memberikanku keluarga, dan memberikanku pasangan yang begitu amat sangat menyayangiku. Dia bahkan tidak melihat fisikku, yang di mana waktu itu semua orang menjauhi diriku dan mengolokku. Tapi mas Reno dengan sangat tegas dan dengan sangat gentle, mau menerima keadaanku.' Naina menatap ke arah Reno dengan penuh cinta.
Dia menyadari dari kisah hidupnya ini, Naina bisa mengambil pelajaran, jika apa yang terlihat baik di luar belum tentu terlihat baik di dalam, begitu pula dengan sebaliknya.
Naina juga mengambil pelajaran dari kisah. hidupnya. Jika apa yang kita mau, terkadang tak bisa kita dapatkan. Bukan Allah tak adil. Namun, karena Allah Maha tau, mana yang terbaik buat kita.
Kadang apa yang kita pikir baik untuk kita, tapi tidak bagi Allah. Terkadang pula, cinta kita terlalu besar pada makhluk Allah, ketimbang pada penciptaNya.
Kebanyakan manusia hanya melihat dari luar saja, tanpa mengenal dalamnya seperti apa. Dan kebanyakan dari manusia juga memandang fisik, padahal hati itu yang utama, karena fisik adalah bonus.
TAMAT!
Komennya dong guys, ilmu dan Pelajaran apa yang kalian dapatkan dari novel ini, agar author selalu membuat novel yang berkesan, dan selalu menyelipkan sebuah pelajaran untuk para pembaca😘😘
Oh iya, novel ini juga akan ada season 2-nya🤗Di mana menceritakan perjalanan cinta 3 pria tampan, yang tak lain adalah anak dari Naina, Mayra, dan juga Karina. Siapa yang setuju author membuat season 2 dari anak-anak mereka? ☝🏻Tulis komen kalian di bawah ya😉👇🏻
__ADS_1