
Happy reading....
Setelah mendapatkan kabar yang tidak enak dari calon istrinya, kemudian Reno memutuskan untuk menyelidiki tentang peneror itu. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Naina.
Tidak lupa, Reno juga langsung melaporkannya kepada polisi, dan mereka langsung menindaklanjuti, karena bukti-bukti sudah dipegang oleh Reno.
'Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Naina, tidak akan pernah!' batin Reno sambil meremas ponselnya.
Sementara di tempat lain, Mayra sedang dibuat pusing oleh pertanyaan dari berbagai teman Kantornya yang menanyakan tentang kedekatannya bersama dengan Arga.
"Ya ampun! Sampai kapan sih kalian akan terus bertanya? Aku sama pak Arga itu tadi cuma tidak sengaja bertemu di jalan. Lagi pula, memangnya salah kalau bos dan juga bawahan itu berangkat bareng ke kantor?" Mayra memutar bola matanya dengan malas.
"Ya nggak salah sih, cuma kita pikir lo itu sama pak Arga jadian?" celetuk salah satu teman Mayra.
"Udah ... udah. Mendingan sekarang kita kerja lagi, daripada nanti pak Arga tahu kita nggak kerja, terus gaji kita dipotong. Emangnya kalian mau?" ucap Mayra.
Akhirnya mereka pun kembali bekerja dan tidak bergosip lagi. Sementara Mayra hanya menggelengkan kepalanya dengan kecil, merasa heran dengan pemikiran orang-orang di kantor tersebut.
.
.
Rere sedang duduk sambil memainkan ponselnya, karena dia sedang chat-an bersama seseorang. Tiba-tiba saja wanita itu ingin buang air kecil, lalu dia langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Sementara Ivan baru saja selesai sarapan dan dia ke kamar untuk mengambil dasinya yang tertinggal. Namun, saat sedang membuka laci, tiba-tiba saja ponsel Rere berdenting.
__ADS_1
Ivan yang merasa penasaran pun mengambil ponsel itu, dan seketika matanya terbelalak kaget, dadanya naik turun menahan emosi dengan nafas memburu, saat melihat chat mesra istrinya dengan pria lain yang bernama Damar.
Setelah menunaikan hajatnya, Rere kembali dari kamar, namun matanya membulat kaget saat melihat Ivan sedang memanggangi ponselnya.
"Mas Ivan!" kaget Rere.
"Oh, jadi selama ini kamu selingkuh di belakangku? Bilangnya tadi mau istirahat, karena ke,palanya pusing, tapi ternyata malah chat-an ya sama pria lain? Terus apa ini, pakai sayang-sayangan segala, Hah!" bentak Ivan sambil membanting ponsel Rere ke lantai.
Wanita itu menjerit saat melihat ponsel mahalnya hancur, kemudian dia menatap tajam ke arah Ivan. "Mas, kamu apa-apaan sih?! Kenapa hp-ku dibanting? Kamu tahu nggak harganya berapa hah!" teriak Rere.
"Berapa harganya? 10 juta? 15 juta? 100 juta? Asal kamu tahu ya! Duit itu, HP itu, belinya pakai uang siapa? Aku. Bukan kamu! Dan kamu itu hanyalah pengangguran yang numpang hidup, foya-foya dari uang aku! Jadi seharusnya kamu sadar diri! Selama ini aku udah sabar ya ngadepin sikap kamu yang manja dan juga matre, tapi ternyata di belakang aku kamu juga selingkuh?!" Ivan menggelengkan kepalanya dengan sorot mata yang tajam.
"Kamu salah paham, Mas. Ini tidak seperti yang--"
Rasanya dia ingin sekali melayangkan tamparan di wajah Rere, namun melihat wanita itu sedang hamil, Ivan pun menahan tangannya untuk tidak menyakiti istrinya.
Rere yang mendengar kemarahan Ivan segera menggenggam tangan pria itu, mencoba untuk membujuknya. Dia tidak tahu jika Ivan akan masuk ke dalam kamar, karena Rere pikir tadi Ivan masih sarapan di lantai bawah.
"Mas, kamu dengarkan dulu penjelasan aku! Kamu salah paham, ini tidak seperti yang kamu pikirkan Mas. Dia itu--"
"Dia itu selingkuhan kamu, tidak usah mengelak!" potong Ivan. "Atau jangan-jangan ... bayi yang ada di dalam kandungan kamu itu, bukanlah anakku? Tapi anak dari pria itu, iya?" tuduh Ivan sambil menunjuk wajah Rere.
Mendengar itu Rere menggelengkan kepalanya. "Tidak Mas, bukan! Ini beneran anak kamu!" bantah Rere, tetapi Ivan sudah tidak percaya.
"Tidak! Aku tidak percaya jika itu adalah anakku," ujar Ivan sambil menghempaskan tangan Rere.
__ADS_1
Namun wanita itu tidak pantang menyerah, dia terus membujuk Ivan. Akan tetapi semakin Rere berusaha membujuknya, maka semakin Ivan marah. Kemudian dia mendorong tubuh Rere hingga terjatuh di kasur.
"Kamu dengar ya! Jangan pernah menyentuh ku lagi! Dan setelah anak itu lahir, aku akan melakukan tes DNA untuk membuktikan, apakah dia memang darah dagingku atau tidak. Dan setelah kamu melahirkan, aku akan segera menceraikanmu. Untuk apa aku mempertahankan wanita murahan seperti dirimu? Kamu itu sudah menjadi istri, dan kamu sedang hamil, tapi kamu malah bermain api dengan pria lain? Dasar wanita tidak tahu malu!" geram Ivan, kemudian dia keluar dari kamar dan menutup pintu itu dengan kasar.
BRAK!
Rere Terjingkat kaget. Dia meringis sakit karena tadi di Ivan mendorongnya, namun seketika dia langsung terduduk di kasur.
"Aku tidak mau berpisah dengan mas Ivan. Kalau sampai aku berpisah darinya, lalu bagaimana dengan kehidupan aku selanjutnya? Apalagi anak ini memang bukanlah anak mas Ivan. Jika dia melakukan tes DNA, sudah pasti mas Ivan akan mengetahui semuanya? Aku harus melakukan sesuatu, aku harus bertemu dengan damar," gumam Rere dengan lirih.
Kemudian dia melihat ke arah ponselnya yang sudah hancur, wanita itu meringis sakit saat melihat ponsel kesayangannya yang sudah hancur lebur karena dibanting oleh Ivan dengan sekuat tenaga.
Sementara itu Ivan masuk ke dalam mobil dengan amarah yang masih ada di dalam diri dan di dalam hatinya, juga pikirannya. Dia tidak menyangka, jika wanita yang selama ini dianggap baik, wanita yang selama ini Ivan coba untuk cintai, tetapi ternyata tidak ubahnya seperti wanita kupu-kupu malam.
Beberapa kali pria itu memukul setir dengan kesal.
"Aagghh!" teriak Ivan. "Kenapa kamu bisa sejahat itu sama aku, Rere? Kenapa, kamu tega menduakanku? Aku pikir, cantiknya kamu itu luar dalam, tapi ternyata aku salah! Dan aku malah meninggalkan Naina dan memilih seekor ular betina yang begitu sangat berbisa. Kenapa!" teriak Ivan dengan dada yang naik turun.
Sungguh kenyataan yang baru saja dia dapatkan membuat hatinya semakin hancur. Ditolak oleh Naina, dan diselingkuhi oleh istrinya, Ivan sadar jika di sini dialah yang salah.
"Bodohnya aku, membuang Naina yang tulus mencintaiku dan malah memilih Rere. Memang dia sangat cantik, tetapi ternyata kecantikan fisik belum tentu hatinya juga baik," gumam Ivan merutuki kebodohannya sendiri.
Akan tetapi, percuma saja penyesalan hanyalah tinggal penyesalan. Dan Ivan sudah bertekad, jika dia akan melakukan tes DNA serta menceraikan Rere setelah wanita itu melahirkan. Walaupun nanti anak yang dikandung Rere adalah darah dagingnya, tetap Ivan akan menceraikan wanita tersebut. Sebab dia tidak bisa menerima perselingkuhan.
BEDSAMBUNG....
__ADS_1