Di Tinggal Nikah Karena Jelek

Di Tinggal Nikah Karena Jelek
Pengganggu


__ADS_3

Happy reading....


"Iya halo, ada apa?"


Nabila : Halo, maksud lo apa nyuruh Mas Reno buat mecat gue? Lo ngadu sama dia? Oh ... atau jangan-jangan, lo mau nyingkirin gue? Tapi sayang, nggak akan ngaruh. Dan apa Lo pikir, dengan gue dipecat dari mas Reno, gue bakalan mundur gitu aja? Nggak akan!


Naina yang mendengar ucapan Mayra cukup kaget, dia tidak menyangka jika Reno akan bertindak secepat itu.


Naina : Aku tidak mengadu, hanya saja aku tidak mengizinkan racun masuk kedalam hubunganku dan juga mas Reno. Lagipula, kami tidak ingin memelihara seekor ular betina, jadi saat bisa di hempaskan kenapa tidak?


Nabila yang mendengar jawaban dari Naina merasa geram. Tangannya terkepel dengan rahang mengeras. Jika saat ini Naina ada dihadapannya, sudah pasti Nabila akan mencabik cabik mulut wanita gendut itu.


Nabila : Diam kau wanita gentong! Mas Reno sampai kapanpun tidak akan pernah menjadi milik mu! Dia hanya akan menjadi milikku, paham!


Nabila berkata dengan nada membentak, sedangkan Naina yang mendengar itu hanya tersenyum miris.


Naina : Baiklah, begini saja, sebentar lagi akan ada acara lamaran ku bersama dengan mas Reno. Aku akan dikirim alamat rumahku, dan kamu harus datang. Kamu langsung tanya saja kepada mas Reno, apakah dia akan memilihmu atau diriku? Tapi satu hal, jika dia memilih aku, maka jangan pernah kamu menggangguku ataupun mas Reno lagi! Jika itu masih kamu lakukan,kamu tahu bukan membangunkan singa yang sedang tertidur itu seperti apa?


Nabila : Oke,aku akan datang. Dan kupastikan mas Reno akan memilih diriku ketimbang cewek gentong kayak kamu!


Naina : Oke aku tunggu, bye!


Setelah mengatakan itu, Naina memutuskan teleponnya secara sepihak. Dia sama sekali tidak ketakutan saat mengundang Mayra datang ke acara lamarannya.


Naina sama sekali tidak takut mengundang Nabila untuk datang ke acara lamarannya, karena dia sangat yakin, jika Reno memang mencintainya. Dan Reno adalah jodohnya, maka pria tersebut pasti akan memilih dirinya ketimbang wanita itu.


Setelah membayar pesanannya, Naina pun pulang menggunakan motor yang dikendarai. Saat sampai di rumah, gadis tersebut langsung memberikannya kepada Karina.

__ADS_1


"Rasanya aku sudah tidak sabar ingin melihat keponakanku. Ingat ya Kak, jangan sampai Kakak stress atau banyak pikiran, yang mana nanti akan berpengaruh pada kandungan Kakak lagi! Aku nggak mau itu terjadi," ujar Naina saat duduk di meja makan.


"Iya, ini Kakak yang malah nggak sabar ingin segera acara lamaran kamu dan juga Reno dilangsungkan," jawab Karina sambil meminum s buahnya.


Dewa keluar dari kamar dengan wajah khas orang bangun tidur. Dia melihat sang istri sedang menegak minuman yang begitu menyegarkan, dan Dewa yang melihat itu pun menjadi ngiler.


"Sayang, kayaknya seger deh. Boleh aku minta dikit ya!" pinta Dewa sambil menarik gelas yang ada di tangan istrinya.


"Enak aja, lagian dari tadi aku bangunin kamu malag nggak bangun-bangun?" Karina menekuk wajahnya sambil menarik gelasnya kembali.


"Ya ampun Kak Dewa, ngalah dikit apa sih sama istri sendiri? Lagian Kak Karina juga lagi hamil. Udah ambil yang di kulkas aja! Itu juga dingin," celetuk Naina sambil memotong sayur.


Mau tidak mau Dewa pun mengalah, kemudian dia berjalan ke arah kulkas dan mengambil air putih lalu menegaknya.


.


.


Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi, dan acara akan dilangsungkan 09.00. Naina juga sudah siap dengan baju yang dia beli beberapa hari yang lalu.


"Waah ... sahabat gue cantik banget sih! Nggak nyangka gue, kalau lo ternyata secantik itu?" goda Mayra sambil mengendipkan sebelah matanya ke arah Naina.


"Dasar tukang gombal! Kalau gue nggak cantik, nggak mungkin dong masa Reno klepek-klepek?" Naina menimpali kekonyolan sahabatnya.


"Iya ya, apa lagi body lo udah kayak gitar spanyol? Montok di belakang, montok di depan?" kekeh Mayra.


"Dasar Juminten!" Naina menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Dan terdengar pintu kamar diketuk, ternyata itu adalah bu Linda yang mengatakan jika keluarga Reno sudah sampai di teras. Naina pun digandeng oleh Mayra keluar dari kamar, mereka menyambut kedatangan Reno dan juga bu Sumarni.


"Halo, selamat datang. Ayo silahkan masuk! Maaf ya, jika rumahnya kecil," ucap bu Linda mempersilahkan tamunya untuk masuk.


"Tidak apa-apa, yang penting kan nyaman bisa buat berteduh," jawab ibu Sumarni.


Kemudian mereka masuk dan duduk di ruang tamu, akan tetapi tatapan Reno terus aja mengarah kepada Naina, karena dia begitu terpana dengan kecantikan wanita itu.


Sedangkan Naina yang terus di tatap oleh Reno menjadi malu, kepalanya tertunduk dengan kedua pipi yang sudah merona malu.


Mayra yang melihat itupun menyenghol bahu sahabatnya. "Ciia elah, Zubaedah. Ternyata lagi malu-malu meong?" ledek Mayra sambil berbisik.


"Berisik! Lo nggak pernah ngerasain tahu ada di posisi gue sih? Deg-degan nih, jantung gue rasanya udah mau lompat," jawab Naina sambil setengah berbisik.


"Tentu saja ibu Linda, Nak Dewa dan juga Nak Karina tahu kedatangan kami ke sini untuk melamar Naina? Jadi tidak usah kami jabarkan lagi, maksud kedatangan kami berdua. Dan ini ada beberapa hadiah, mungkin tidak banyak untuk Naina," ujar bu Sumarni sambil menyerahkan beberapa hadiah yang mereka bawa.


"Ya allah, ibu, sebenarnya nggak usah repot-repot. Naina melihat ibu dan juga mas Reno selamat sampai sini saja sudah sangat bersyukur," jawab Naina yang merasa tidak enak, karena terlalu merepotkan Reno dan juga bu Sumarni.


"Ini tidak repot, karena kan kalian ini akan lamaran. Masa tidak bawa apa-apa? Tidak mungkin jika dari mempelai pria datang dengan tangan yang kosong," jawab Bu Sumarni sambil menatap teduh ke arah Naina.


"Alhamdulillah, kami menyambut baik kedatangan ibu dan juga nak Reno. Saya tidak pernah menyangka jika akhirnya putri saya bisa dilamar untuk kedua kalinya. Dan saya berharap, kali ini mereka akan sampai ke jenjang yang lebih serius. Walaupun badai menerjang, akan tetapi kalian harus bisa melewatinya karena biasanya orang yang akan menikah itu banyak cobaan? Entah itu dari orang ketiga, ketidak cocokkan, salah paham dan juga yang lainnya. Jadi kalian harus bisa melewati itu, mengerti!" jelas bu Linda sambil menatap kearah Reno dan juga Naina bergantian.


"Paham Bu, insya Allah kami akan saling terbuka satu sama lain," jawab Reno sambil menganggukkan kepalanya dengan sopan


Kemudian acara lamaran pun dimulai, Reno mendekat ke arah Naina dan ingin menyematkan cincin yang dia beli untuk gadis itu.


Namun, saat Reno akan memasukkan cincin tersebut ke arah jari manis Naina, tiba-tiba saja seseorang datang dan menghentikan acara itu.

__ADS_1


"Tunggu!"


BERSAMBUNG.....


__ADS_2