Di Tinggal Nikah Karena Jelek

Di Tinggal Nikah Karena Jelek
Kekesalan Naina


__ADS_3

Happy reading....


Malam itu pun menjadi saksi pergulatan dua manusia dengan permainan yang panas. Satu demi satu helai benang yang menempel pada tubuh mereka kini berceceran di atas lantai.


Kamar yang tadinya sunyi dan juga rapi, kini sudah berantakan dan dipenuhi dengan suara-suara yang begitu sangat memabukkan di telinga kedua Insan tersebut yang sedang dimabuk cinta.


Tarian jemari Reno di atas tubuh istrinya membuat Naina menggelinjang, merasakan sensasi yang luar biasa, dan itu membuat Reno semakin menggila dan terbakar api gairaah.


Setelah beberapa jam, mereka pun melakukan pelepasan untuk kesekian kalinya, dan Reno sudah berhasil menanamkan benih jagung di dalam ladang milik Naina.


"Terima kasih ya sayang, untuk semuanya. Aku berharap rumah tangga kita akan langgeng sampai tua, bahkan sampai jannahnya," ucap Reno sambil mengecup kening Naina dengan lembut setelah mereka melakukan permainan yang begitu sangat panas.


Wanita itu hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Jujur saja dia sangat kelelahan, tidak menyangka jika Reno bisa sekuat itu dalam berolahraga malam, padahal itu pertama kalinya buat mereka.


Naina pikir, mungkin saja Reno meminum obat kuat sebelum mereka melakukan pergulatan panas? Namun ternyata tidak. Reno pada dasarnya rajin berolahraga nge-gym, jadi daya tahan tubuhnya sangat kuat termasuk untuk olahraga di atas ranjang.


.


.


Kejadian serupa juga tidak jauh berbeda, di dalam kamar milik Arga 2 insan yang baru dipersatukan tadi siang tengah terkapar lemas di atas ranjang, karena mereka habis melakukan apa yang selayaknya suami istri lakukan saat malam pertama


Arga mengusap wajah Mayra dengan lembut saat melihat istrinya terlelap dengan nyenyak. Dia tahu jika permainannya cukup ganas, hingga membuat sang istri kelelahan.


'Padahal aku ingin main satu kali lagi, tapi melihat dia sudah kelelahan. Kasihan juga, tenaganya pasti terkuras habis?' batin Arga sambil mengecup pipi Mayra.


Rasa nikmat yang dirasakan oleh Arga untuk pertama kalinya membuat pria itu ketagihan terus-menerus dengan surga dunia, sehingga dia ingin lagi dan lagi menyelam ke dalam gua kenikmatan milik sang istri.


.


.

__ADS_1


"Uugh!" Naina meringis sakit saat dia bangun dari tidurnya, kemudian wanita itu membuka mata dan merasakan seseorang sedang memeluk tubuhnya.


Saat mata Naina terbuka sempurna, dia melihat ke arah samping, dan Reno masih memejamkan matanya. Wanita itu tersenyum, dia tidak menyangka jika pada akhirnya mereka akan menikah dan mengarungi bahtera rumah tangga.


Satu tangannya mengusap perut, dia berharap benih yang ditanam Reno semalam cepat tumbuh dan mereka bisa memiliki momongan.


"Zudah menatap wajah tampan suamimu?" tanya Reno sambil memejamkan matanya.


Naina yang sedang menatap ke arah Reno pun terkesiap. "Jadi kamu pura-pura tidur?" tanya Naina dengan suara yang serak.


"Tidak pura-pura sih, aku memang sudah bangun saat istriku sedang menatap ketampanan suaminya?" goda Reno, kemudian dia membalik tubuhnya hingga di atas tubuh Naina.


"Apa boleh kita berolahraga pagi ini satu ronde saja!" pinta Reno dengan tatapan memohon.


"Yakin cuma satu ronde? Tapi aku nggak yakin. Kamu semalam aja kuat banget? Padahal acara resepsi menguras tenaga?" Naina menggelengkan kepalanya, merasa heran saat mengingat pertempuran mereka semalam.


"Kan semalam cuma 3 ronde, kalau resepsinya nggak sampai malam sih aku sudah menghabiskan 10 ronde sama kamu."


"Apa! 10 ronde? Kamu pikir lobangku ini nggak bakalan dower?!" pekik Naina sambil memanyunkan bibirnya.


"Kan dower juga karena pisang ambonku. Jadi kita bermain satu ronde ya sayang!" pinta Reno kembali_ kemudian dia mulai menelusuri tubuh sang istri tanpa meminta persetujuan dari wanita itu, bahkan tangannya sudah bermain-main di tempat kesukaannya, di atas kepala Upin dan Ipin.


.


.


Setelah melakukan pergumulan panas di pagi hari, saat ini Naina dan juga Reno tengah berada di dalam lift menuju lantai bawah. Mereka akan sarapan pagi, tetapi tepatnya bukan sarapan, karena Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 siang dan sedari tadi Naina terus aja menekuk wajahnya.


Dia merasa kesal pada sang suami, karena Naina sudah meminta untuk sarapan terlebih dulu, tapi lagi-lagi Reno terus aja menggempur tubuhnya dan Naina tidak bisa menolak.


"Kamu mau makan apa_ sayang?" tanya Reno saat mereka sudah berada di restoran di lantai bawah.

__ADS_1


"Makan apa saja, yang penting kenyang, asal jangan daging manusia." celetuk Naina sambil menekuk wajahnya.


"Jangan ngambek gitu dong! Entar aku cium di sini mau!" ancam Reno sambil mencubit hidung Naina dengan gemas.


"Jangan macam-macam ya, Mas! Ini tempat umum, apa mau kutendang nanti burung kamu!" Naina membulatkan matanya sambil menatap Reno dengan tajam.


Akan tetapi pria itu malah tertawa saat melihat ekspresi sang istri yang begitu kaget dan juga ketakutan, kemudian dia merangkul pinggang istrinya.


"Jangan ngambekan gitu. Nanti cantiknya ilang. Udah ah aku pesan makan dulu ya." Kemudian Reno pun memanggil pelayan lalu memesankan dua porsi nasi goreng serta jus buah naga, tapi dia juga memesan kopi untuk dirinya.


.


.


Sementara itu di lain sisi, tepatnya di kediaman Ivan, pria itu baru saja pulang karena semalam dia harus lembur di kantor ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan. Padahal pria itu ingin sekali melihat kehancuran sang istri tapi ternyata harus dipendingnya.


Baru saja dia masuk melihat istrinya yang berwajah ular, pura-pura manja dan baik serta perhatian, tapi nyatanya wanita itu sangat busuk.


"Mas, kamu semalam ke mana sih? Kenapa tidak pulang? Aku kan nungguin kamu?" tanya Rere dengan manja.


"Semalam banyak kerjaan," jawab Ivan. 'Kamu nungguin aku atau kamu ingin menghabisiku?' sambungnya di dalam hati.


Saat dia akan melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamar, tiba-tiba saja Rere menahan tangannya.


"Tunggu Mas! Aku akan buatkan kamu kopi dulu," cegah Rere.


"Tumbenan sekali kamu ingin membuatkanku kopi?" Ivan mengangkat satu alisnya.


Rere yang mendengar hal tersebut menjadi gelagapan. "Bukan seperti itu Mas. Aku ini kan istri kamu, dan kamu baru saja pulang dari kantor. Tentu saja kopi akan membuat kamu sedikit enakan bukan?" alibi Rere.


"Baiklah_ buatkan saja aku akan mandi dulu. Setelahnya aku akan meminum kopinya, tidak usah dibawa ke kamar! Aku akan langsung ke meja makan," jawab Ivan, kemudian dia masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Rere yang tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


'Kita lihat saja, setelah ini aku atau kamu yang akan masuk ke dalam jurang wanita tidak tahu malu!' batin Ivan sambil tersenyum menyeringai.


BERSAMBUNG....


__ADS_2