
Happy reading....
Ivan yang mengetahui tentang rencana jahat antara Rere dan juga selingkuhannya pun tersenyum sinis, dia tidak akan membiarkan semua hartanya jatuh pada dua pengkhianat itu.
Selama ini memang Ivan mempunyai tiga restoran dan juga dua buah hotel yang berada di Jawa Tengah dan juga di Bali.
Itu kenapa Rere mengincar Ivan, karena walaupun dia bekerja dengan Arga, akan tetapi Ivan mempunyai harta yang bisa dibilang cukup lumayan untuk menunjang hidup Rere dan juga Damar.
Setelah mengetahui rencana jahat dari istri dan juga selingkuhannya, Ivan kembali masuk ke dalam kamar. Dia meneruskan mandinya dengan senyum seringai yang tidak pernah luntur di wajah tampannya.
"Lihat saja! Apakah aku yang akan jatuh, atau kalian yang akan jatuh. Aku tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja!" gumam Ivan.
Setelah ia selesai dengan ritual mandinya, Ivan keluar dan melihat Rere sudah berada di atas ranjang memainkan ponselnya. Dan dia sangat yakin, jika istrinya itu sedang chat-an bersama selingkuhannya.
Tanpa memperdulikan kehadiran Rere, Ivan mengganti bajunya kemudian dia beranjak keluar kamar, akan tetapi dicegah oleh Rere.
"Kamu mau ke mana, Mas? Sini duduk! Aku ingin sekali rebahan di pundak kamu. Sudah lama juga kan kamu tidak mengusap perut aku, dan berbicara pada anak kita!" pinta Rere dengan nada yang manja.
Mendengar itu Ivan tersenyum mengejek tanpa membalikan tubuhnya. "Suruh aja ayah dari anakmu itu untuk mengusapnya! Aku sudah tidak sudi." Setelah mengatakan itu Ivan keluar dari kamar.
Rere memejamkan matanya, menahan sesuatu yang hampir meledak di dalam tubuhnya. Dia mencoba menahan amarah melihat perlakuan dan juga sikap Ivan kepada dirinya.
Selama ini Ivan tidak pernah bersikap dingin, datar ataupun kasar kepadanya. Walaupun dia tahu Ivan belum sepenuhnya mencintai Rere, akan tetapi pria itu selalu bersikap lembut dan juga baik.
Namun saat Ivan mengetahui tentang perselingkuhannya bersama dengan Damar, pria itu mulai berubah, tidak seperti Ivan sebelumnya yang baik dan penuh perhatian..Sekarang Ivan seperti tidak tersentuh sama sekali dan tidak mudah untuk ditaklukkan.
'Sepertinya aku harus segera mempercepat Rencanaku dan juga Damar,' batin Rere sambil mengotak-ngetik ponselnya.
__ADS_1
.
.
Hari yang ditunggu pun tiba, saat ini adalah hari di mana dua manusia akan dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Dan di mana dua manusia itu akan mulai menjalani bahtera rumah tangga yang mereka impikan.
Naina sedang berada di kamarnya, dan sedang dirias oleh MUA yang dipilih oleh Bu Sumarni. Dia terlihat begitu sangat cantik dengan kebaya putih dan jilbab senada.
"Wah! Sahabat gue ternyata cantik banget ya. Gue yakin sih, Reno pasti akan terpana melihat kecantikan lo. Atau mungkin dia bisa pingsan?" ledek Mayra.
"Jangan ngeledek kayak gitu deh! Lo juga cantik, siapa tahu nanti pak Arga klepek-klepek," jawab Naina sambil memejamkan matanya saat MUA itu sedang mengaplikasikan eyeshadow di mata wanita cantik tersebut.
Setelah 1 jam lebih MUA merias wajah Naina dan para tamu pun sudah berkumpul di ruang keluarga, tiba-tiba Ibu Linda masuk bersama dengan Karina.
"Apa sudah selesai?" tanya Bu Linda.
"Sudah Bu," jawab MUA tersebut.
"Ibu, kok boneka hidup? Emangnya aku manekin?" Naina menekuk wajahnya.
"Jangan ditekuk begitu wajahnya! Nanti cantiknya ilang loh. Udah yuk keluar! Keluarhanya Reno udah datang tuh, dan mereka lagi melakukan ijab qobul. Sebentar lagi kamu keluar," ucap Karina.
Sementara itu di luar Reno sedang menjabat tangan penghulu dan mengucapkan ijab qobul, dengan mahar satu buah rumah dan juga uang 200 juta untuk Naina.
Hatinya terasa lega saat mendengar kata SAH dari semua orang, tapi di bagian pojok ada seorang laki-laki yaitu Arga, dia mendoakan untuk kebahagiaan Naina dan Reno.
Walaupun Arga sudah melupakan perasaannya kepada Naina. Tapi tidak semudah itu perasaannya hilang begitu saja. Masih tersisa walaupun sedikit, akan tetapi Arga tidak ingin memaksakan.
__ADS_1
Dia turut bahagia melihat Naina bersanding dengan Reno, setidaknya wanita itu memiliki pria yang tepat di dalam hidupnya. Dan saat melihat Naina keluar, semua mata memandangnya termasuk juga Arga.
Akan tetapi kekagumannya seketika teralihkan pada sesosok wanita yang berdiri di belakang Naina, yaitu Mayra. Dia tak kalah kagum dengan kecantikan gadis tersebut.
'Cantik sekali. Fix, aku sudah jatuh cinta kepadanya, dan aku akan melamarnya hari ini juga di hadapan semua orang. Aku akan memberikan dia kejutan.' batin Arga sambil memegang sesuatu di tangannya.
Setelah sampai di samping Reno, pria tersebut yang sudah bergelar menjadi suaminya masih terpana. Dia bahkan tidak berkedip sama sekali melihat kecantikan Naina.
Hingga seseorang menepuk pundaknya, dan dia adalah Dewa. Reno yang merasakan itu pun segera tersadar dan dia langsung memasangkan Cincin di jari manis Naina dengan tangan sedikit bergetar. Sedangkan semua orang terkekeh melihat keterpukauan Reno pada istrinya.
Naina menunduk malu saat melihat tatapan Reno yang begitu memujanya. Setelah dipasangkan cincin, wanita itu pun mencium tangan pria tersebut yang sekarang sudah menjadi suami sahnya.
Kemudian satu tangan Reno ditaruh di atas kepala, membacakan doa yang baik untuk istrinya. Setelah selesai mereka pun digiring ke pelaminan untuk menyambut para tamu yang mengucapkan selamat dan mengucapkan doa-doa baik untuk keluarga dan kelanggengan rumah tangga mereka berdua.
Acara resepsi juga akan diadakan nanti malam di sebuah hotel yang sudah Reno pesan. Saat Arga naik ke pelaminan, dia pun menjabat tangan Reno.
"Selamat ya untuk pernikahan kalian, aku turut senang. Dan aku minta kamu untuk menjaga Naina, cintai dia, sayangi dia dengan tulus dan jangan pernah menyakitinya! Karena jika kau sudah menyakitinya, maka kupastikan kau akan menyesal. Karena telah membuang sebuah berlian yang begitu berharga," ucap Arga sambil tersenyum dan menepuk pundak Reno.
"Terima kasih sudah datang. Aku tidak akan pernah menyakitinya ataupun melepaskannya. Dia adalah berlian dan mutiara yang kudapatkan di dalam hidupku. Dan aku tidak akan pernah membuatnya kecewa," jawab Reno kemudian mereka berpelukan.
Setelah itu Arga pun berjalan ke arah Naina, dan dia menjembat tangannya.
"Selamat ya, Naina. Kamu mendapatkan pria yang terbaik dalam hidupmu. Aku berharap dan aku berdoa, agar pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek. Dan aku juga berdoa, semoga kalian segera di berikan momongan. Doakan aku juga semoga cepat menyusul," ucap Arga.
"Aamiin ... terima kasih Pak Arga doanya, saya juga mendoakan agar Bapak bisa menyusul," jawab Naina sambil tersenyum tulus ke arah Arga.
Mayra sedang berdiri di dekat pelaminan mengobrol dengan teman Naina sekaligus temannya di kantor. Dan Arga turun dari pelaminan kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya, yaitu setangkai bunga mawar merah.
__ADS_1
Tiba-tiba saja pria itu berjongkok di samping Mayra, membuat semua orang sontak terkejut dan menatap ke arah Mayra dan Arga.
BERSAMBUNG...