Di Tinggal Nikah Karena Jelek

Di Tinggal Nikah Karena Jelek
Sadar


__ADS_3

Happy reading....


Pagi hari...


Naina mengerjapkan matanya saat mendengar adzan subuh di ponselnya, pinggangnya terasa sakit, begitupun dengan pundaknya, karena dia tidur dalam keadaan terduduk.


"Pagi sayang," ucap Naina menyapa Reno yang masih terlelap dalam tidurnya.


Cup!


Satu kecupan mendarat di kening Reno. Hal itu yang sudah biasa Naina lakukan saat mereka bangun pagi, kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, setelahnya dia melaksanakan shalat subuh.


"Ya Allah, berikanlah kesembuhan kepada suamiku! Jangan kau biarkan ia tertidur dengan lelap dalam mimpinya. Buatlah Mas Reno cepat sadar Ya Allah, jangan kau biarkan dia masih enggan untuk membuka matanya. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha menyembuhkan, dan sesungguhnya hanya kepadaMu lah aku meminta pertolongan," ucap Naina dengan lirih, bahkan air matanya terus saja mengalir deras.


"Ya Allah, tiada daya dan upaya, diriku sebagai manusia hanya bisa berdoa dan meminta kepadaMu. Sebab tanpa campur tanganMu, Mas Reno tidak akan pernah sembuh dan sadar. Aku mohon Ya Allah, sadarkanlah suamiku, aamiin ..." Setelah itu Naina menangkupkan kedua tangannya ke wajah.


Setelahnya ia mengambil Al-quran, lalu duduk di samping Reno kemudian membacakan surat Ar Rahman, ayat suci Al-quran yang paling disukai oleh Naina dan juga Reno. Bahkan mereka sering mengaji bersama.


"Shadaqallahul adzim." Naina menutup kitab suci Al-quran tersebut, kemudian dia menciumnya lalu mendekapnya di dalam dada dengan air mata yang terus mengalir.


Grep!


Akan tetapi, saat dia sedang menangis meminta kesembuhan untuk suaminya, tiba-tiba saja tangannya digenggam oleh seseorang. Dan saat Naina membuka matanya, ternyata yang menggenggamnya adalah Reno.


Pria itu sudah sadar,.Naina yang melihat itu pun sangat bahagia. "Mas Reno," ucap Naina dengan lirih, namun wajahnya terlihat berbinar bahagia tapi air mata terus saja mengalir deras.


Tangan Reno terangkat mengusap air mata Naina "Jangan menangis Dek! Mas baik-baik saja. Mas tidak akan pernah meninggalkanmu, karena dalam hidup Mas, kamu adalah pasangan di dunia dan akhirat," ujar Reno dengan nada yang lirih.


Naina yang mendengar itu pun segera mencium tangan Reno bertubi-tubi, kemudian dia memeluk tubuh pria itu membuat Reno tersenyum senang.


"Tahukah kamu sayang, aku begitu sangat mengkhawatirkanmu! Melihatmu terluka, hatiku seperti disayat-sayat. Kamu pergi dalam keadaan sehat, tapi kenapa pulang dalam keadaan terluka? Apa kamu tahu, khawatirnya aku seperti apa?" tutur Naina dengan Isak tangisnya.


"Maafkan aku, karena sudah membuat bidadariku ini menangis. Tapi lantunan ayat suci Al-quran yang kamu ucapkan, membuat aku sadar, jika Bidadari Surgaku tengah menunggu agar diriku bangun," ujar Reno sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Naina mengusap air matanya, dia benar-benar bahagia karena bisa melihat senyum suaminya lagi. Tadinya Naina pikir, Reno tidak akan sadar dan dia tidak bisa melihat senyum manis itu kembali, tapi ternyata Allah mengabulkan doa Naina.


Memang benar apa yang dikatakan di dalam Al-quran, jika doa seorang istri yang tulus dari hati mendoakan kebaikan suaminya pasti akan cepat di ijabah sama Allah, karena doa seorang istri itu bisa menembus 7 lapisan langit.


.


.


Mayra kembali datang bersama Arga tepat jam 08.00 pagi, sambil membawakan sarapan untuk Naina, karena Mayra sangat yakin jika Naina pasti belum sarapan.


"Assalamualaikum," ucap Mayra dan Arga saat masuk ke dalam ruangan.


"Waalaikumsalam," jawab Reno dan juga Naina.


Mayra dan juga Arga terkejut saat melihat Reno sudah sadar, dan saat ini pria itu tengah disuapi makanan oleh Naina.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Reno. s


Syukurlah, aku senang melihatmu sudah sadar. Apa kamu tidak tahu, Naina terus saja menangis dari kemarin! Bahkan air matanya sampai kering. Apalagi hujan tidak turun-turun, kasihan tuh kantung matanya sampai keriput karena terus saja menangisi kamu?" ledek Mayra sambil menaruh makanan di atas meja.


"Iiih, amit-amit ... jangan sampai apa yang lo rasain terjadi sama gue. Gue nggak mau! Suami tercinta gue ini harus selalu sehat walafiat, karena gue selalu mendoakan untuk kesehatannya," jawab Mayra sambil merangkul lengan Arga dengan manja.


Selesai menyuapi Reno dan memberikannya obat, kemudian Mayra meminta Naina untuk sarapan.


"Kamu sarapan dulu ya!" ucap Reno kepada Naina, dan wanita itu langsung mengangguk lalu berjalan ke arah sofa dan memakan makanannya, duduk bersama dengan Mayra.


Sementara itu, Arga duduk di samping Reno lalu menatap pria itu. "Sebenarnya apa yang terjadi Bro? Kenapa kamu pulang-pulang dalam keadaan terluka? Dari cerita yang aku dengar, sepertinya telah terjadi sesuatu. Apakah benar?" tanya Arga dengan tatapan memicing.


Reno terdiam, memikirkan sesuatu, kemudian dia pun berkata, "Iya, kamu benar, memang telah terjadi sesuatu kepadaku saat aku kembali ke sini."


"Apa itu? Bisa kau ceritakan kepadaku!" pinta Arga.


Reno mengangguk, begitupun dengan Naina dan Mayra. Mereka memperhatikan dan ingin mendengar apa yang telah terjadi kepada pria tersebut.

__ADS_1


"Sebenarnya waktu aku akan kembali ke sini, aku di---" Ucapan Reno terhenti saat ponsel Naina berdering, dan ternyata itu dari Bu Sumarni.


"Dari siapa, sayang?" tanya Reno.


"Dari ibu, Mas. Dia terus aja menelpon dari kemarin dan menanyakan keadaan kamu, sebab Ibu sangat khawatir. Karena dia merasa perasaannya gelisah sedari kemarin pagi, dan itu membuat Ibu terus saja menelponku," jawab Naina dengan tatapan sendu.


Kemudian Reno meminta Arga untuk membantunya duduk, walaupun perutnya terasa sakit, lalu dia meminta ponselnya kepada Naina.


"Jangan melakukan video call dulu! Dia bisa tahu kalau kau sedang sakit," ujar Arga dan Reno langsung menganggukkan kepalanya.


Kemudian Reno langsung melakukan panggilan telepon, dan tak lama langsung tersambung.


"Halo assalamualaikum, Naina, maaf jika Ibu mengganggu pagi-pagi. Tapi Ibu ingin bicara dengan Reno! Apakah dia sudah bangun, Nak?" tanya Bu Sumarni di seberang telepon.


"Waalaikumsalam Ibu, ini Reno," jawab Reno.


Bu Sumarni sangat bahagia, hatinya merasa lega saat mendengar suara Reno yang baik-baik saja.


"Alhamdulillah, akhirnya Ibu bisa mendengar suaramu nak. Dari kemarin ibu menelponmu terus, tapi Nomornya tidak aktif. Ada apa? Ibu sangat mengkhawatirkanmu. Perasaan Ibu sedari kemarin terus saja gelisah, ibu takut terjadi apa-apa denganmu, Reno. Apa kamu baik-baik saja? Tidak terjadi apa-apa kan dengan kamu?" Bu Sumarni mencecar Reno dengan berbagai pertanyaan saat dia mendengar suara putranya.


Reno terkekeh mendengar kekhawatiran sang ibu, kemudian dia pun berkata, "Ibu tidak usah khawatir! Reno baik-baik saja kok. Maaf kemarin Reno langsung tertidur saat pulang ke Jakarta, dan ponsel Reno juga lowbat, jadi tidak sempat mengabari ibu."


"Alhamdulillah, ibu senang mendengar kamu baik-baik saja. Oh iya, Ibu ingin melihat wajahmu nak. Apakah bisa kita video call?" tanya Bu Sumarni sambil mengalihkan telepon biasa ke video call.


Reno menatap ke arah Naina, kemudian dia pun menjawab, "Maaf Bu, Reno tidak bisa. Sebab Reno dan Naina baru saja ..." Pria itu menggantungkan ucapannya.


Sementara itu Naina menatap Reno dengan tajam, karena Reno sudah berbohong dan mengatasnamakan dirinya. Sedangkan Mayra dan juga Arga menahan tawanya saat melihat kekesalan di wajah Naina.


"Oh iya, iya, maaf jika Ibu mengganggu. Kalau gitu kamu lanjutkan saja buat cucu yang banyak untuk ibu ya! Karena Ibu ingin segera mendengar kabar baik dari kalian. Kalau begitu Ibu tutup dulu, Ibu mau ke pasar, Assalamualaikum." Bu Sumarni pun menutup teleponnya.


Sementara Naina menekuk wajahnya, karena mendengar kebohongan dari Reno. "Kamu ngapain sih Mas berbohong seperti itu? Bikin malu aja!" ketus Naina.


"Loh yang nggak papa dong, sayang. Kan kita sudah menikah? Bohong seperti itu juga tidak dosa," jawab Reno sambil mengedipkan matanya.

__ADS_1


Sementara Mayra dan juga Arga menggelengkan kepalanya serempak saat melihat kekocakan dan juga kekompakan dari pasangan suami istri tersebut.


BERSAMBUNG......


__ADS_2