Di Tinggal Nikah Karena Jelek

Di Tinggal Nikah Karena Jelek
Di Cintai 2 Pria


__ADS_3

Happy reading.......


Selepas pulang dari makan malam, Naina dan juga Reno semakin dekat dan tak canggung lagi. Namun kebahagiaan mereka tersorot tajam oleh Arga, yang seakan tidak suka jika Reino mendahuluinya.


"Ya sudah, kamu istirahat ya," ucap Reno saat mereka sampai di kontrakan.


"Iya, Mas juga istirahat, ini sudah malam," jawab Naina kemudian dia masuk ke dalam.


Selepas mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, Naina menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang, sambil memegang buket bunga yang diberikan Reno beberapa saat yang lalu.


Mengingat bagaimana pria itu menyatakan perasaan kepadanya, membuat Naina merasakan getaran yang aneh di dalam dada. Wanita itu juga memegang dadanya yang terasa berdebar kencang saat mengingat nama Reno.


"Sepertinya memang aku sudah jatuh cinta sama Mas Reno, tapi apa iya, ibunya mas Reno merestui kami?" gumam Naina dengan lirih.


Dia takut jika Ibu Sumarni tidak merestui hubungannya dengan Reno. Namun, Naina segera menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin berpikiran negatif terlebih dahulu sebelum mendapatkan jawaban dari Reno.


Naina juga tidak menyangka secepat itu dia melupakan Ivan, dan secepat itu pula dia melabuhkan hatinya kepada pria lain. Perhatian, pengertian dan ketulusan Reno menghancurkan ketakutan Naina.


Awalnya dia takut jika akan sakit hati lagi, awalnya Naina juga takut jika ada pria yang mencintainya, namun tidak tulus. Dan hanya memanfaatkan dirinya. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu, seiring dia berkenalan dengan Reno, dan mengenal karakter pria tersebut, Naina yakin jika Reno tidak sama seperti Ivan.


.


.


Pagi telah tiba, seperti biasanya Naina jogging bersama dengan Reno. Namun saat mereka tengah berlari kecil di taman, tiba-tiba saja Reno mengatakan sesuatu yang membuat jantung Naina semakin berdetak dengan kencang.


"Nai, Ibu mengundang kita untuk sarapan sebelum pergi bekerja. Apa kamu mau?" tanya Reno.


"Tapi Mas, apa ibunya Mas menerima aku? Ya ... walaupun kami jarang bertemu dan jarang bertegur sapa, tapi aku takut jika nanti Ibu Sumarni tidak menyukaiku," jawab Naina dengan tatapan lesu.


Reno yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya, begitupun dengan Naina. Lalu dia langsung menggenggam tangan Naina dan menatapnya dengan dalam.

__ADS_1


"Percayalah, Ibu pasti akan menerima kamu. Jadi kamu mau ya, sarapan bersama kami," ucap Reno.


"Iya Mas," jawab Naina sambil mengganggukkan kepalanya, kemudian mereka melanjutkan lari paginya kembali.


Setelah cukup membakar kalori, keduanya pun pulang ke rumah membersihkan diri dan bersiap satu sama lain. Namun saat Naina akan bersiap-siap untuk ke rumah Ibu Sumarni, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh Karina.


"Iya Kak, kenapa?" tanya Naina saat Pintu itu terbuka.


"Itu, di ruang tamu ada mantan bos kamu, Pak Arga. Katanya ada yang mau bicarakan sama dia, penting," ucap Karina sambil melirik ke arah Arga.


Naina mengerutkan dahinya, "Buat apa?" bisik Naina saat melihat Arga sedang menatap ke arahnya.


Karina mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, Kakak mau ke depan dulu beli lontong sayur ya. Kamu temani dia, sekalian Kakak mau beli mangga muda, kayaknya enak buat rujak kan," ujar Karina.


"Tumben? Kakak apa lagi ngidam?" tebak Naina, namun Karina segera menggeleng.


"Nggak tahu. Tapi Kakak lagi pengen yang asem-asem. Ya udah, kalau gitu Kakak berangkat dulu ya. Tadi Kakak udah siapin minum juga jadi kamu tinggal ngobrol aja. Kakak pamit ya, assalamualaikum," ucap Karina sambil berlalu meninggalkan Naina dan juga Arga.


Naina duduk di hadapan Arga. Dia melihat jam yang seharusnya bersama dengan Reno sudah ke rumahnya ibu Sumarni.


"Maaf Pak Arga, ada apa ya? Kok tumben pagi-pagi ke sini? Ada hal penting apa?" tanya Naina sambil menatap ke arah pria itu.


"Kamu mau bekerja ya? Kalau begitu biar aku antar!" ajak Arga, namun Naina segera.


"Maaf Pak, tapi saya sudah bareng sama Mas Reno," jawab Naina. Karena dia tidak ingin mengecewakan pria itu. "Oh iya, tadi kata Kak Karina, ada yang ingin bapak bicarakan, penting, ada apa?" tanya Naina kembali.


Arga semakin duduk mendekat ke arah Naina, dan wanita itu semakin tidak nyaman. Kemudian dengan cepat Arga menggenggam tangan Naina, membuat Naina merasa kaget dengan tatapan membulat.


"Pak, apa yang---"


"Naina, sebenarnya sudah sejak lama aku menyimpan perasaan ini kepadamu. Namun aku terlalu bodoh, karena tidak bisa mengungkapkannya. Sehingga kamu harus bersama dengan Ivan. Tapi saat mengetahui kandasnya hubungan kamu bersama dengan dia, membuat aku yakin, kalau aku bisa mendapatkanmu. Tapi kamu malah resign dari kantor, dan hilang begitu saja. Sekarang aku tidak ingin kehilangan kamu untuk kedua kalinya, Naina," potong Arga.

__ADS_1


Naina yang mendengar itu tentu saja sangat syok. Dia menatap ke arah Arga dengan tatapan menyipit. "Maksud Bapak apa?" tanya Naina dengan gugup. Entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak, saat mendengar ucapan kata cinta dari Arga.


"Naina Hilda, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Selama ini aku tidak pandai mengungkapkan perasaan kepadamu. Aku hanya bisa mencintaimu dalam diam. Aku mohon Naina, terimalah cintaku! Aku berjanji, tidak akan pernah menyakitimu, seperti Ivan. Dan aku berjanji, akan menerimamu dan kita akan menjalani hubungan yang harmonis dan juga penuh kasih sayang," jelas Arga sambil menatap ke arah Naina dengan tatapan penuh cinta.


Mendengar itu, tentu saja Naina benar-benar sangat kaget. Dia tidak menyangka, jika Arga selama ini menyimpan perasaan kepadanya. "Pak, apa yang Bapak bicarakan?"


"Saya tidak sedang bercanda, Naina. Apa kamu tidak melihat tatapan saya begitu serius? Tolong terimalah cinta saya, Naina!" ucap Arga sambil menggenggam erat tangan Naina.


Lidah gadis itu terasa kelu, dia bingung. Di satu sisi Reno mencintai dirinya, dan di sisi lain Arga juga mencintainya. Tidak Naina sangka, selama ini ada dua pria yang mencintainya. Apalagi Arga yang notabenya adalah mantan bosnya sendiri.


"Bagaimana Naina?" desak Arga.


Naina terlihat bingung harus menjawab apa, dia menatap ke arah Arga dan memang pria itu tidak sedang main-main.


"Saya---"


"Naina tidak akan pernah menerimamu! Karena dia adalah calon istrik," ucap seseorang di ambang pintu, dan saat Naina melihat ke arahnya, ternyata di sana adalah Reno.


"Mas Reno!" kaget Naina dengan nada yang lirih, kemudian dia langsung melepaskan genggaman tangan Arga di tangannya.


Entah kenapa Naina takut, jika Reno salah paham.


Kemudian dia bangkit dan mendekati Reno. "Mas ini tidak seperti---"


"Yah, aku tahu." Kemudian Reno menarik tangan Naina, mengapit pinggang gadis tersebut, membuat Naina terlonjak kaget dengan perlakuan agresif Reno kepadanya.


"Anda tidak bisa menjadikan dia seorang kekasih, karena dia adalah calon istriku!" tegas Reno sambil menatap tajam ke arah Arga.


Mendengar itu Arga malah tersenyum sinis, kemudian dia berjalan dan mendekat ke arah Reno sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kau bilang dia calon istrimu? Bukankah Naina belum memberikan jawaban, apakah dia mau menerima cintamu atau tidak?" Jawab Arga sambil tersenyum sinis ke arah Reno.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2