
Happy reading......
Hari ini rencananya Naina dan juga Karina serta Dewa akan pulang ke Jakarta, sebab 2 hari lagi akan ada acara lamaran dari Reno Reno.
Namun, saat akan keluar dari kontrakan, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari nomor yang asing dan saat dibuka ternyata di sana tertera Reno dan juga seorang wanita dengan pose yang sangat intim.
Mata Naina membulat kaget, tubuhnya terpaku dan kakinya terasa begitu lemas, seakan sendi-sendi tubuhnya tidak bertenaga sama sekali.
Mayra yang melihat itu merasa heran. "Naina, kamu kenapa?" tanya Mayra.
Naina tidak menjawab, tatapannya kosong. Dan Mayra yang melihat itu segera merebut ponsel dari Naina, dan melihat sebuah foto yang begitu mengejutkannya.
"Kamu percaya sama foto ini?" tanya Mayra sambil menatap ke arah Naina.
"Kamu pikir?" tanya Naina balik. "Aku tidak menyangka, kalau Mas Reno sama saja dengan yang lain," ucap Naina dengan air mata yang sudah mengalir.
Namun, seketika Mayra menggenggam tangannya, lalu mengguncang bahu Naina agar wanita itu sadar. "Hai, look at me! Aku bahkan tidak percaya jika foto ini adalah foto Reno. Kamu lihat dan teliti dengan baik! Ini seperti editan." Mayra menunjukkan foto tersebut dan menyuruh Naina untuk memperhatikan secara rinci.
Wanita itu mau tidak mau menatap foto tersebut. Dia melihat dengan seksama, dan ternyata benar, foto itu seperti foto editan. Memang sekilas jika tidak diperhatikan secara baik, seperti foto asli. Namun, jika dilihat seksama dan secara rinci, maka sangat terlihat jelas jika itu adalah editan.
"Kamu benar Mayra, ini adalah editan. Tapi siapa yang mengirimkannya?" Naina bergumam dengan lirih, dan Mayra menggelengkan kepalanya.
"Coba lihat baik-baik, siapa wanita dalam foto tersebut," jelas Mayra.
Naina terdiam, kemudian dia memperhatikan foto itu dengan sangat fokus. Xan seketika matanya terbeliak kaget, satu tangan menutup mulut dengan tatapan tidak percaya, jika wanita yang ada di dalam foto tersebut adalah Nabila, karyawan di cafenya.
"Loh, ini kan Nabila!" kaget Naina.
"Kamu kenal dengan wanita itu?" tanya Mayra kembali.
"Jelas aku kenal, dia adalah karyawan di cafe ku. Tapi kenapa dia ..." Naina menggantungkan ucapannya, dia ingat beberapa hari yang lalu Nabila pernah mengancamnya untuk menjauhi Reno.
__ADS_1
Akhirnya wanita itu pun paham, jika itu adalah siasat dari Nabila untuk menghancurkan hubungannya dengan Reno. Untung saja ada Mayra di sisinya yang bisa menyadarkan Naina, jika semua itu hanyalah editan semata.
"Naina, Mayra, ayo cepat! Mobilnya sudah siap, kita harus cepat ke Terminal!" seru Bu Linda sambil melambaikan tangan ke arah kedua gadis itu.
"Iya Bu," jawab Mayra, kemudian mereka pun melangkah menuju mobil.
Naina sepanjang jalan hanya terdiam saja, memikirkan maksud dari Nabila yang ingin menghancurkan hubungannya dengan Reno. Dia tidak menyangka, jika wanita itu sangat nekat, bahkan rela mengedit foto bersama dengan Reno.
Kemudian Naina membalas pesan tersebut.
(Saya tidak menyangka, kalau Anda serendah itu. Menghalalkan berbagai cara, hanya untuk menghancurkan hubungan seseorang. Tapi sayangnya saya bukan wanita bodoh, yang mampu Anda kelabui. Dan maaf, kerja keras Anda harus sia-sia, Nabila, karena saya tahu foto itu hasil Editan).
Setelah mengirimkan pesan kepada Nabila, Naina memasukkan ponselnya ke dalam tas..Sedangkan Mayra yang duduk di sebelah Naina menggenggam tangan gadis itu. Dia tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya saat ini.
"Tenanglah, aku yakin kok, Reno tidak seperti pria yang lain. Dia adalah pria baik-baik," jelas Mayra.
"Iya, makasih ya. untung saja kamu mengingatkan aku, jadi aku tidak langsung berburuk sangka kepada Mas Reno," ucap Naina.
Naina menggangguk. Dia membenarkan ucapan Mayra. Apa yang dikatakan gadis itu memang benar, Naina harus menggali kebenarannya dulu sebelum dia percaya dengan apa yang didapatkannya.
.
.
Sedangkan di sisi lain, Nabila baru saja membaca pesan dari Naina. Tangannya terkepal dengan rahang mengeras, sorot matanya tajam memancarkan kemarahan. Kemudian dia menggebrak meja yang ada di sampingnya.
"Sial! Gagal sudah aku membuatnya putus dengan mas Reno. Lihat saja, aku masih mempunyai 1001 cara untuk menghancurkan hubungan kalian!" geram Nabila dengan penuh emosi.
Dadanya naik turun menahan amarah yang siap membuncah kapan saja. Dia pikir, pesan itu akan membuat Naina percaya, jika Reno telah berselingkuh darinya. Tapi ternyata Nabila salah. Naina tidak sebodoh itu yang mampu mempercayai segala siasat dari Nabila.
Kemudian dia pun tersenyum menyeringai saat memikirkan rencana kedua untuk menghancurkan hubungan Naina dan juga Reno. Karena Nabila juga sudah mengetahui, bahwa Reno dan juga Naina akan menikah, dan saat ini Naina sedang cuti untuk acara lamarannya.
__ADS_1
'Aku tidak peduli, maupun Mas Reno sudah menjadi miliknya. Aku akan tetap merebutnya darimu Naina!' batin Nabila.
.
.
Reno saat ini sedang berada di mall untuk membeli cincin untuk lamarannya. Dia sengaja tidak membawa Naina, karena Reno ingin memilih cincin yang spesial untuk calon istrinya. Dan dia ingin pilihannya dia sendiri yang menentukan.
Selesai membeli cincin, Reno berjalan membeli baju untuk Naina. Namun tiba-tiba saja dia bertemu dengan seseorang yang membuat Reno seketika terdiam.
'Kok dia ada di sini?' batin Reno dengan bingung.
Namun pria itu tidak ingin ambil pusing kemudian Reno meneruskan belanjaannya kembali tanpa menghiraukan orang tersebut yang dikenalnya.
Saat Reno masuk ke dalam mobil setelah selesai berbelanja, tiba-tiba saja ponselnya berdenting. Sebuah pesan masuk dari Naina, disertai dengan sebuah foto.
Saat Reno mengunduh foto tersebut, matanya terbelalak kaget, jantungnya berdetak dengan kencang, nafasnya memburu menahan amarah saat melihat foto yang dikirimkan oleh Naina.
Tanpa pikir panjang, Reno segera menekan nada panggilan. Dia menelpon Naina, dan tak lama telepon pun terhubung.
"Sayang, itu foto siapa? Kenapa ada aku di situ? Sayang, kamu jangan salah paham! Itu tidak seperti yang kamu bayangkan!" panik Reno.
Dia tidak ingin Naina salah paham dengan foto tersebut, di mana menampilkan dirinya dan juga seorang wanita sedang berpelukan tanpa sehelai benang pun.
"Kamu tidak usah khawatir, mas! Aku tidak percaya dengan foto itu. Aku tahu, jika itu adalah editan. Hanya saja, aku mau kamu tahu, wanita yang ada di dalam foto tersebut..Dan aku mau, kamu mengambil tindakan!" jawab Naina di seberang telepon.
Reno terdiam, kemudian dia memperhatikan foto tersebut. Seketika wajahnya terlihat sangat kaget. "Loh! Dia kan karyawan di cafe? Kalau tidak salah namanya itu ..." Reno seperti sedang mengingat sebuah nama yang tidak asing di telinganya, namun dia sama sekali tidak ingat.
"Iya Mas, dia karyawan di kafe kamu. Namanya Nabila."
BERSAMBUNG......
__ADS_1