Di Tinggal Nikah Karena Jelek

Di Tinggal Nikah Karena Jelek
Gelisah


__ADS_3

Happy reading....


"Mayra, tunggu!" teriak pria itu menghentikan langkah Mayra, sehingga membuat wanita itu berbalik dan menatapnya dengan heran, sebab Ia tidak mengenal pria tersebut.


Mayra terdiam, dia menghentikan langkahnya kemudian pria itu pun berjalan mendekat ke arah wanita tersebut.


"Maaf, Anda manggil saya? Apa kita saling mengenal?" tanya Mayra dengan tatapan bingung.


"Hei! Aku Raja, teman kamu. Masa nggak ingat sih? Dulu kita satu kelas waktu SMA," ucap pria yang bernama Raja.


Mayra terdiam, dia memperhatikan setiap lekuk wajah pria tersebut, dan seketika matanya berbinar sambil menepuk bahu pria itu sedikit kuat.


"Ya ampun! Lo Raja, si pria cupu? Nggak nyangka bisa berubah 180 derajat kayak gini, sampai Gue pangling, nggak kenal sama sekali!" seru Mayra yang terlihat senang karena bertemu teman lama.


"Ya, manusia itu kan bisa berubah, nggak mungkin gitu-gitu aja?" kekeh Raja.


"Iya ... iya, gue tahu. Tapi ngomong-ngomong, lo sedang apa di sini? Gimana kabar lo selama ini, baik kan?" tanya Mayra karena sudah lama sekali dia dan juga Raja tidak bertemu.


"Alhamdulillah gue baik. Kebetulan gue di sini lagi jagain mama gue yang lagi sakit," jawab Raja.


Mendengar itu Mayra sangat kaget, kemudian dia berkata, "Oh ya! Mamamu masuk rumah sakit, karena apa?"


"Biasa, kecapean," jawab Raja, "Oh ya, terus kamu sendiri sedang apa di sini?"


"Aku di sini sedang--"


"Mayra!" teriak seseorang memanggil nama Mayra.


Wanita itu dan juga Raja menatap ke arah belakang, di mana pintu kantin berada. Dan di sana berdiri seorang pria yang tak lain adalah Arga, suami Mayra.


Tadinya dia merasa khawatir, karena Mayra lama sekali ke kantin. Kemudian saat dia ingin masuk ke dalam, tiba-tiba melihat Mayra sedang mengobrol dengan seorang pria, dan itu membuat Arga merasa tak suka.


Ada perasaan marah saat melihat sang istri mengobrol dengan pria lain, kemudian dia pun berjalan ke arah Mayra dan menatap tajam kepada pria yang saat ini tengah berada di hadapan istrinya.

__ADS_1


"Mas Arga," ucap Mayra dengan lirih.


"Aku mencari kamu sayang." Arga menarik pinggang Mayra di hadapan Raja, membuat pria itu mengerutkan keningnya.


"Dia siapa?" tanya Arga kepada Mayra sambil menatap ke arah Raja dengan tatapan yang begitu tajam.


"Dia teman aku. Teman sewaktu SMA. Kenalkan namanya Raja, dan Raja kenalin, ini suami aku namanya Mas Arga." Mayra memperkenalkan Arga sebagai suaminya.


Dan pria itu tentu saja sangat bangga, karena Mayra memperkenalkan dia kepada pria yang saat ini berada di hadapannya.


Arga dapat melihat tatapan kaget dan kecewa di kedua netra pria tersebut, saat mendengar jika dia lah suami dari Mayra.


"Saya Arga, suaminya Mayra." Arga mengulurkan tangannya sambil menekan kata suami, agar pria yang berada di hadapannya itu sadar diri.


Mayra sebenarnya merasa tak nyaman saat Arga saat ini mengapit pinggangnya. Dia tidak menyangka jika pria itu sangat posesif di hadapan pria lain.


Namun ada sedikit rasa senang di hati Mayra, saat melihat ke posesifan sang suami. Namun dia juga malu, sebab di kantin lumayan banyak orang.


"Mas lepasin sih! Di liatin banyak orang nih, nggak enak!" bisik Mayra sambil menggerakkan pinggangnya.


Dia sengaja berbicara agak keras, agar pria yang berada di hadapannya mendengar percakapan dia dan juga Mayra.


"Saya Raja, sahabatnya Mayra waktu SMA. Eeum ... ya sudah Mayra, kalau begitu saya pamit dulu ya. Kasihan Mama kalau ditinggal kelamaan. Sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian! Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Semoga kalian juga cepat diberikan keturunan. Aku permisi," ujar Raja, kemudian dia pergi meninggalkan pasangan itu.


Ada rasa sakit di hati Raja saat melihat dan mengetahui jika Mayra sudah mempunyai suami.


Sedari dulu dia mempunyai perasaan kepada Mayra. Namun sayang, waktu SMA Raja terlalu pengecut untuk mengungkapkan sebuah perasaan kepada seorang wanita, hingga dia memendamnya sampai kuliah.


Akan tetapi, mereka harus kuliah di Universitas yang berbeda, sehingga terpisah jarak. Karena orang tua Raja mengirimnya untuk kuliah di Paris.


"Kamu kenapa sih sayang? Tumben banget posesif seperti itu? Nggak usah cemburu! Dia itu cuma temen aku waktu SMA, nggak lebih," ucap Mayra dengan heran dia menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Arga hanya memanyunkan bibirnya saja saat mendengar penuturan sang istri.

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau aku cemburu? Salah? Wajar dong kalau suami cemburu melihat istrinya bercengkrama dengan pria lain?" Arga berkata dengan nada yang sedikit ketus, dan itu membuat Mayra semakin gemas.


Kemudian dia segera mengajak suaminya untuk ke ruangan di mana Tanteonica berada, karena Mayra sudah membelikan makanan untuk mertuanya.


.


.


Sedangkan di tempat lain Naina sedang membaringkan tubuhnya di samping Reno. Entah kenapa perasaannya terasa gelisah sekali.


Dia mencoba membolak-balik badannya agar bisa tertidur nyenyak, mencari posisi yang nyaman namun tetap saja Naina tidak bisa tertidur. Matanya terpejam, namun pikiran dan juga hatinya terasa gelisah.


Sementara Reno yang sedang memangku laptop di samping Naina merasa heran, saat melihat tingkah sang istri.


"Kamu kenapa sih sayang? Dari tadi kayak cacing kepanasan gak mau diem?" tanya Reno sambil menatap ke arah istrinya.


"Dnak aja nyamain aku sama cacing?" gerutu Naina dengan kesal. "Aku nggak tahu Mas, entah kenapa perasaanku nggak enak ya? Rasanya gelisah gitu. Biasanya kalau perasaan seperti ini, akan terjadi sesuatu hal yang tidak baik," jelas Naina.


Reno yang mendengar itu segera menggenggam tangan sang istri, kemudian dia pun berkata, "Jangan berbicara seperti itu! Ucapan adalah doa. Seharusnya kamu berkata yang baik-baik, itu kan hanya mitos saja. Lagi pula apa yang kamu khawatirkan? Apa yang membuatmu gelisah, sayang?"


Naina menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kedua bahu. Dia pun tidak tahu apa yang membuatnya sangat gelisah.


"Sudahlah. Mendingan kamu tidur ya! Sini aku peluk, mungkin kamu gelisah karena tidak aku peluk kali?" kekeh Reno.


Namun Naina yang mendengar itu segera mencubit perut pria tersebut. "Dasar mesum! Bilang aja mau enak-enak." Wanita itu memanyunkan bibirnya.


Kemudian dia mulai membaringkan tubuhnya, lalu dipeluk oleh Reno. Namun saat Naina memejamkan mata, tiba-tiba saja ponselnya berdering


"Dari siapa sayang?" tanya Reno.


"Ini dari tetangga rumah Ibu, Mas. Ada apa ya?" tanya Naina dengan perasaan khawatir.


Entah kenapa saat melihat tetangga dari samping rumah ibunya yang menelpon, perasaan Naina mendadak menjadi tidak enak. Dia merasa telah terjadi sesuatu kepada sang ibu, kemudian wanita itu pun segera menggeser tombol hijau ke atas.

__ADS_1


"Halo, assalamualaikum Bu," ucap Naina saat telepon telah tersambung.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2