Di Tinggal Nikah Karena Jelek

Di Tinggal Nikah Karena Jelek
Jauhi Reno


__ADS_3

Happy reading........


Semenjak mendapatkan restu dari Bu Sumarni, Naina dan juga Reno pun tidak sungkan-sungkan untuk mengumbar kemesraan mereka, tapi dalam batas wajar. Kali ini mereka sedang menuju Cafe.


Hujan mengguyur dengan deras di kota Jogja, sehingga membuat Reno berangkat bersama dengan Naina. Dia tidak menggunakan motor, mereka menggunakan mobil.


Setelah sampai, Reno keluar terlebih dahulu menggunakan payung, kemudian dia berjalan ke arah samping pintu mobil Naina, lalu membukanya.


"Makasih Mas," ucap Naina sambil tersenyum manis.


"Sama-sama Dek."


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam, "Oh iya Dek, Mas langsung pergi lagi ya. Soalnya mau ngecek cafe yang lain juga. Nanti siang kita makan bersama," ujar Reno sambil menjawil dagu Naina.


"Iya Mas, hati-hati ya," jawab Naina sambil tersenyum.


Reno mengangguk, kemudian dia masuk kembali ke dalam mobil. Mereka berdua tidak sadar ada satu pasang mata yang menatap kemesraan mereka dengan tatapan tak suka, dan wanita itu adalah Nabila.


'Apa-apaan mereka? Kenapa nyebutnya Adek sama Mas? Jijik banget!" gerutu Nabila dalam hati.


Reno memang memanggil Naina dengan sebutan adik. Karena itu adalah panggilan kesayangannya. Walaupun awalnya Naina menolak, karena panggilan itu juga ditunjukkan saat dia bersama dengan Ivan, tapi Reno meyakinkan Naina, jika adik adalah panggilan kesayangan orang Jawa.


Naina masuk ke dalam sambil tersenyum, dan beberapa karyawan menyapa dirinya. Namun saat Naina akan masuk ke dalam ruangannya, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang, dan ternyata itu adalah Nabila.


Wanita itu cukup kaget saat Nabila menarik tangannya, hingga ke sudut ruangan. "Nabila, ada apa?" tanya Naina.


"Nggak usah basa-basi deh ya, Mbak! Ngapain sih deketin Mas Reno? Mbak ada hubungan apa sama Mas Reno? Kenapa, tadi Mas Reno memanggil Mbak dengan sebutan Adek?" tanya Nabila dengan tatapan mengintimidasi.


Naina dapat melihat kekesalan di wajah Nabila. Sepertinya wanita itu tidak menyukainya, tapi entah Naina pun tidak tahu alasannya? Nabila tidak menyukainya sejak dia masuk ke dalam Cafe tersebut.

__ADS_1


"Maaf, memangnya apa hubungannya dengan kamu Nabila? Kenapa saya harus mengatakannya kepadamu?" jawab Naina sambil mengangkat satu alisnya dan melihat ke arah Nabila dengan tatapan menyipit.


Nabila yang sudah kadung geram, kemudian mencengkram lengan Naina cukup kuat, hingga membuat wanita itu sedikit meringis menahan sakit.


"Nabila, apa yang kamu lakukan?" tanya Naina sambil menahan tangan Nabila yang meremas lengannya.


"Kamu dengar ya! Tidak ada seorangpun yang boleh mendapatkan mas Reno, selain aku. Dan kamu jangan pernah dekat-dekat lagi dengan mas Reno! Kamu itu nggak pantas. Wanita jelek, gendut kayak kamu itu pantasnya sama cowok gendut juga? Kalau Mas Reno nggak cocok sama kamu!" hina Nabila sambil menghempaskan tangan lainnya dengan kasar.


Kening Naina mengkerut heran, saat mendengar ucapan Nabila. Sekarang dia paham jika wanita yang ada di hadapannya ini mempunyai perasaan kepada Reno.


Akan tetapi, tetap saja, Naina tidak bisa menuruti permintaan Nabila. Sebab dia dan juga Reno sudah menjalin hubungan.


Mendengar itu Naina melipat kedua tangannya di depan dada. "Maksud kamu, saya harus menjauhi Mas Reno? Karena apa? Apa karena kamu mencintainya? Kamu menyukainya, atau kamu terobsesi padanya?" tanya Naina dengan nada menantang.


Nabila yang mendengar itu pun merasa tak suka, dia menunjuk wajah Naina dengan tatapan geram.


"Lalu, pantasnya dengan siapa? Kamu maksudnya?"


"Sebaiknya kamu tinggalin saja Mas Reno! Jangan pernah mendekatinya lagi, paham!" gertak Nabila dengan sorot mata yang tajam.


Mendengar itu Naina malah terkekeh, dia bukannya takut, tetapi merasa lucu dengan Nabila. Naina dapat melihat jika wanita itu terobsesi dengan calon suaminya.


Tidak Naina sangka, menjalin hubungan dengan pria tampan itu memang sangat sulit, karena pasti banyak wanita yang patah hati, termasuk juga Nabila. Tapi Naina tidak ingin insecure kembali. Dia tidak ingin mundur, sebelum memang Reno lah yang memutuskan.


"Maaf, tapi kali ini aku tidak bisa. Karena aku dan juga Mas Reno akan menikah, dan siapa kamu? Sehingga menyuruh aku untuk meninggalkan Mas Reno? Memangnya kamu ini calon istrinya? Kamu ini tunangannya? Jika memang itu benar, maka aku dengan sukarela akan meninggalkan Mas Reno. Tapi yang aku lihat adalah, kamu hanyalah seorang wanita yang terobsesi dengan calon suamiku," tutur Naina dengan telak.


Nabila yang mendengar itu pun semakin emosi. Dia mengepalkan tangannya dan hendak menampar wajah Naina, akan tetapi langsung ditahan oleh wanita itu.


"Jangan pernah menyentuh wajahku dengan tangan kotormu itu! Kamu ini benar-benar tidak tahu malu ya! Sudah tahu Mas Reno tidak suka sama kamu, tapi kamu malah meminta wanita lain yang dekat dengannya untuk menjauhi Mas Reno? Kalau kamu memang ingin itu terjadi, maka kamu minta sendiri lah sama Mas Reno sana! Apakah dia mau meninggalkanku, atau tidak? Kalau memang Mas Reno mau meninggalkanku, maka dengan senang hati aku akan menjauh dan pergi darinya, paham!" Naina menghempaskan tangan Nabila yang berada di genggamannya.

__ADS_1


Kemudian dia berbalik hendak masuk ke dalam ruangan. Namun seketika Naina terhenti, lalu membalik badannya dan menatap ke arah Nabila dengan tajam.


"Sebaiknya kamu jaga Attitude mu sebagai karyawan! Aku di sini adalah atasanmu, jika berani kurang ajar lagi, maka aku tidak akan segan-segan untuk memecatmu, paham!" ancam Naina, setelah itu dia masuk ke dalam ruangannya dan sedikit membanting pintu, hingga membuat Nabila terjingkat kaget.


Gadis itu menatap kepergian Naina dengan geram sorot matanya begitu tajam seperti elang yang akan siap memangsa korbannya.


'Lihat saja! Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia. Aku tidak akan membiarkan kalian bersama. Mas Reno hanyalah milikku, dan tidak akan pernah menjadi milik wanita lain!' batin Nabila penuh dendam sambil mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras.


Bahkan wajahnya sudah merah menahan amarah yang siap membuncah kapan saja. Namun Nabila harus meredamnya, karena dia tidak ingin dipecat dari apa itu.


.


.


Sementara itu, Reno baru saja sampai di salah satu cafenya, kemudian dia masuk dan mengecek perkembangan Cafe tersebut.


Setelah dirasa semuanya baik-baik saja dan aman terkendali, Reno hendak keluar dari cafe itu untuk pergi ke tempat lain, mengecek salah satu cafenya kembali.


Akan tetapi, tiba-tiba saja namanya dipanggil oleh seseorang, membuat langkah pria tersebut terhenti dan membalik badannya ke arah belakang.


"Tunggu Reno!" ucap orang itu.


Reno cukup kaget saat melihat siapa orang yang memanggil dirinya, tatapannya merasa bingung namun juga waspada. Dia tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu dengan orang tersebut.


"Kamu!" kaget Reno, "Untuk apa kamu di sini?" sambungnya lagi.


"Aku mau bicara sama kamu! Ayo ikut aku, kita harus berbicara!" Reno pun mengikuti langkah orang itu menuju salah satu meja.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2