
Momen yang indah yang sudah terlewati semalam, membuat Rina bangun di pagi ini dengan sangat bahagia. Rina pun sempat bertanya pada Rangga sejak kapan ia mulai suka padanya dan ia memberikan jawaban yang membuat Rina teringat, saat pertama kali bertemu dengannya.
Flashback ON
SMA Rina dan Rangga
Saat itu awal pertama masuk sekolah, Rina bersyukur waktu itu bisa di terima di sekolah negeri yang masuk kategori terbaik. Sesampainya di sekolah.
"Wah aku terlambat, padahal hari pertama aku masuk sekolah." ujar Rina
Gerbang pun saat itu sudah hampir tertutup, namun sesaat sebelum tertutup Rina berhasil masuk lebih dulu.
"Permisi pak, maaf aku terlambat." ujar Rina kepada penjaga sekolah.
Tak lama kemudian setelah gerbang tertutup satu orang siswa yang sudah terlambat tidak bisa masuk. Rina yang mendengar percakapan siswa itu memutuskan untuk kembali ke arah gerbang untuk bicara dengan penjaga sekolah agar mau membukakan gerbang untuk siswa yang terlambat itu.
"Pak, aku minta tolong Pak? Kasian Pak, masa hari pertama sekolah tidak ada toleransi sedikit Pak, tolong bukain ya Pak, besok-besok kalau telat lagi baru jangan bukakan gerbangnya, di usir juga gak apa-apa, Pak." ucap Rina.
Penjaga sekolah pun yang mendengar perkataan Rina menjadi luluh, ia membukakan gerbangnya untuk siswa itu, siswa itu pun masuk ke dalam sekolah.
"Terima Kasih ya, kamu sudah bantu aku." ujar Siswa itu.
"Iya sama-sama, perkenalkan aku Rina, kamu?" ujar Rina.
"Aku Rangga." sahut Rangga menjawab.
Flashback OFF
*****
Saat itulah pertama kalinya Rina bertemu dengan Rangga dan seperti yang Rangga ceritakan, di saat itulah ia mulai suka pada Rina. Rina pun melihat jemarinya yang sudah terlingkari oleh sebuah cincin tanda Rangga sudah mengikatnya, walau belum secara resmi karena keluarga Rangga masih belum menemui Papanya, namun Rangga sudah mempunyai rencana dalam Minggu ini ia akan datang bersama keluarganya yang secara resmi akan melamarnya. Rina sudah memberikan kabar kepada Adi mengenai momen bahagianya ini, Adi yang sudah lama mengenal Rangga turut bahagia atas kabar yang telah Rina sampaikan.
****
"Halo semua, Bi Imah, Vara." ujar Rina yang baru tiba di meja makan, dengan senyum yang merekah.
__ADS_1
"Cie. Cie.. Sebentar lagi mau jadi nyonya Rangga ya." goda Vara.
"Sekali lagi Bibi ucapin selamat ya nyonya Rangga." sahut Bi Imah.
"Hari Minggu ini keluarga Rangga akan datang menemui Papa di sini, Rangga beserta keluarganya secara resmi akan melamar ku." tutur Rina memberitahu.
Vara menghitung hari dengan jemarinya.
"Berarti masih lama ya sekarang aja baru Selasa Kak." ucap Vara.
"Ya cukuplah Var, untuk mempersiapkan segala sesuatunya." ucap Rina.
"Kakak hari ini tumben gak kerja?" tanya Vara.
"Kakak di pecat Var." sahut Rina menjawab.
Rina akhirnya menceritakan semua masalahnya terhadap Vara dan Bi Imah, awalnya mereka sangat kaget, namun dengan pilihan yang Rina ambil, akhirnya mereka mendukung.
"Tapi tenang aja Var, tabungan Kakak sudah cukup untuk kita mulai usaha toko kue, nanti kamu bantu Kakak ya, terus Kakak mau seperti dulu lagi sebelum Kakak kerja di kantor, jadi Fotografer." Ujar Rina sambil menunjukkan kameranya.
"Iya Vara, makasih ya." sahut Rina.
*****
Di rumah Adi.
Setelah mendapat kabar dari Rina, Adi tak kuasa menahan kebahagiaannya, ia langsung memberi tahu istrinya untuk mempersiapkan segalanya di hari Minggu nanti. Istri Adi bernama Risma, ia adalah istri dari korban kecelakaan yang di tabrak oleh Sarah, karena itulah Adi menikahinya, selain terbawa rasa bersalah Sarah, Adi ingin bertanggung jawab atas segala sesuatu untuk Risma dan anaknya, Risma sudah mempunyai satu anak yang bernama Riska 5 tahun. Risma yang sudah mengenal Rangga dengan sangat baik, turut bahagia kalau Rina pada akhirnya akan menikah dengan Rangga.
**** Risma - Rangga - Adi
Sewaktu Rangga dan Rina berkunjung.
__ADS_1
Foto by : Rina
Drrret-drrret-drrret
"Halo." ujar Adi menjawab teleponnya.
"Pak Adi ya, perkenalkan saya Angga CEO Adiansyah Grup?" jawab Angga.
"Adiansyah Grup! Ada apa menghubungi saya?" ucap Adi.
"Begini mengenai proyek acara Pak Adi dengan Pak Wisnu, bisa saja batal, Pak!" ujar Angga.
"Apa! Tidak bisa sepihak begitu Pak, maaf tapi Pak Wisnu 1 jam yang lalu sudah setuju dengan kontraknya." gusar Adi menjawab.
"Ada permainan apa ini sebenarnya." lanjut Adi gumam dalam hatinya mencurigai niat Angga.
"Bisa saja Pak Adi, karena segala keputusan ada di tangan saya, di kontrak ini pun tertulis yang bertanda tangan di bawah ini atas nama Adi Rhamdan Pratama, bersedia menyerahkan semua asetnya bila proyek ini batal." ujar Angga menjelaskan.
"Apa! Mana ada kontrak yang seperti itu? saya tidak pernah menanda tanganinya kontrak itu, berarti Wisnu dan kamu ingin menjebak saya ya, saya tidak akan sudi mengikuti permainan kalian." ujar Adi.
"Sekarang maunya apa?" lanjut Adi menanyakan.
"Saya mau Putri Bapak yang bernama Rina Adista Savira, MENIKAH* dengan saya tapi kalau ia menolak terpaksa kontrak itu saya batalkan." ucap Angga mengancam*.
"Apa! Permintaan macam apa itu?" gusar Adi.
"Segera beri keputusan aku tunggu kabarnya." ujar Angga seraya menutup teleponnya.
Adi tampak panik dan terlihat geram, ia tak menyangka kontrak yang ia tanda tangani adalah kontrak yang sudah di manipulasi oleh Angga untuk menjebaknya. Adi terlihat bingung.
Di kantor PH.
"Kita tunggu saja Rina! Kamu sendiri yang akan datang padaku." gumam Angga merasa menang.
*****
__ADS_1
Bersambung✍️
Tinggalkan Like dan koment ya agar aku mengenalmu.. terima kasih ya... 😊😊