
Viona sudah duduk di tempat yang sudah ia pilih. Ia langsung memesan makanan untuknya dan Rangga, namun ia merasa ada seseorang yang terus mengamatinya, perasaan yang lalu ia abaikan begitu saja karena ia tidak menemukan hal yang aneh di sekitarnya. Viona hanya melihat ada seorang laki-laki berbadan tegap, dengan bewok di wajahnya sedang duduk seorang diri ditemani secangkir kopinya.
Tak lama Rangga kembali, namun saat ia masuk ke dalam cafe, Rina sudah tidak ada di mejanya, ia telah pergi beberapa saat sebelum Rangga masuk dari arah yang berbeda dengan arah Rangga datang. Rangga duduk dan tampak terengah-engah.
"Aduh, untung aja penjaga butiknya nemuin kuncinya, kalau gak kita pulang naik taksi untuk ngambil kunci cadangan." keluh Rangga.
"Kamu kebiasaan suka ceroboh!" seru Viona menegurnya.
"Hahaha ya begitulah aku Vio, makanya kamu berhentilah mencintaiku." pinta Rangga yang mulai memasang raut wajah yang serius.
"Begitu tidak pentingnya bagi kamu Rangga tentang perasaan cintaku ini sampai kamu ingin aku berhenti mencintaimu." gumam Viona mulai sedih yang tergambar dari raut wajahnya.
Tak lama pelayan datang membawa makanan yang dipesan Viona. Pelayan menyajikannya di meja, lalu ia pergi. Kedatangan pelayan sejenak memecahkan kesedihan hati Viona yang mendengar permintaan Rangga.
Mereka menikmati makanannya. Tapi Viona masih sangat penasaran dengan sosok Rina yang selalu Rangga ceritakan sewaktu mereka terpisah jauh antara Indonesia dan Australia.
"Jadi coba ceritakan padaku, bagaimana hubungan kamu dengan Rina saat ini?" tanya Viona yang menyiapkan hatinya untuk mendengar apapun perkataan Rangga.
Rangga sebenarnya tidak mau menceritakan kepada Viona, namun karena Viona berulang kali memaksa, akhirnya Rangga mulai menceritakan semua dari awal persahabatannya dengan Rina sampai saat ini Rina amnesia dan sedang menghilang.
Mendengar cerita Rangga, Viona sontak merasakan kesedihan yang Rangga rasakan, ia tak menyangka kisah cinta yang sering ia lihat di film-film Korea yang ia tonton, ternyata ada dalam kehidupan nyata.
Viona mencoba menguatkan hatinya, walau sempat sakit mengetahui betapa besar cinta Rangga untuk Rina, namun itu tidak membuat langkahnya mundur untuk terus meyakini Rangga bahwa cinta yang ia miliki, pantas untuk terbalaskan.
"Jadi Om Reza ngasih ancaman itu ke kamu!" seru Viona sontak kaget.
Rangga hanya mengangguk, ia terkejut telah kelewat batas menceritakan semuanya kepada Viona.
"Nanti aku akan bicara dengan Om Reza mengenai hal ini, aku tidak mau sampai kamu menikah denganku karena ancaman atau paksaan, aku ingin semua karena cinta." tutur Viona sambil mengambil tangan Rangga untuk digenggamnya, lalu ia menatap Rangga dengan pandangan cintanya.
"Lihat mata aku Rangga!" titah Viona.
__ADS_1
"Apa dari mataku terlihat aku memaksamu untuk mencintaiku?" imbuhnya bertanya sambil terus menggenggam tangan Rangga.
Rangga masih diam tapi terus melihat Viona, ia mulai kelihatan gugup karena baru kali ini ada seorang wanita yang menggenggam tangannya terlebih dahulu.
"Dari mata kamu, memang aku melihat kamu begitu tulus mencintaiku, walau aku tidak bisa bohongi perasaanku yang juga nyaman bila dekat denganmu, tapi mungkin semua sudah terlambat, aku sudah mencintai Rina terlebih dahulu." gumam Rangga menghela nafasnya.
"Andai cinta itu bisa ku bagi, tapi sayangnya aku hanya punya 1 cinta, yaitu Rina." imbuhnya dalam hati yang sangat mengerti kesedihan Viona.
Saat mereka mulai hanyut dalam kesedihan, suasana berubah begitu kelam, ramainya suara orang lain seakan senyap tak terdengar, seperti hanya ada mereka berdua di cafe ini.
"Sepertinya memang aku tidak akan bisa membuat Rangga mencintaiku, mungkin dengan melihat Rangga bahagia bersama Rina, itu akan membuat cintaku menang." batin Viona tersadar dari kegagalan cintanya.
****
Di parkiran mobil.
Angga dan Siska terlebih dahulu berjalan menuju mobil, Rina mengikuti langkah mereka dari belakang. Sesampainya di pertigaan Rina tertahan oleh beberapa mobil yang lalu lalang, sementara Angga dan Siska sudah terlebih dahulu melewatinya.
"Rangga, Rangga kebiasaan kunci selalu aja kelupaan, biarin aja dia nanyain ke cafe itu kuncinya gak akan ketemu, karena aku yang ambil kuncinya." tutur Viona dengan senyum yang merekah karena telah mengerjai Rangga sambil melayangkan kuncinya ke udara dan menangkapnya lagi.
Viona sudah berada beberapa langkah di belakang Rina. Sementara Rina sudah melangkahkan kakinya untuk menyebrangi jalan. Saat di tengah jalan Rina terkejut melihat motor yang tiba-tiba muncul dari sisi kiri samping mobil yang telah terparkir, motor itu melaju sangat kencang hendak menabrak Rina.
Suara motor yang keras membuat Angga menengok ke belakang, matanya terperangah saat ia melihat Rina akan ditabrak motor yang melaju dengan sangat cepat.
"Rina, awas." teriak Angga.
Rina menoleh ke arah motor yang datang, wajahnya terlihat oleh Viona yang tepat berada tidak jauh di belakang Rina.
Flashback Viona melihat beberapa foto-foto Rina dari handphone Rangga waktu Rangga menceritakan Rina.
__ADS_1
Viona terhenyak mengetahui wanita yang ingin tertabrak itu adalah Rina, ia pun berlari dengan sekuat tenaganya.
"Rangga, mungkin dengan cara ini cintaku bisa menang, aku menyelamatkan cintamu agar kamu bahagia." batin Viona bicara.
Beberapa detik sebelum Rina tertabrak, Viona mendorong tubuh Rina dengan keras untuk menyelamatkannya.
Bruk
Motor menabrak Viona, ia terpelanting beberapa meter ke arah kanan Rina.
Rina langsung menoleh ke arah Viona yang telah menyelamatkannya, ia berlari dan bersimpuh di samping Viona, ia menjadikan kedua pahanya untuk sandaran kepala Viona. Rina sangat panik melihat darah terus menetes dari telinga dan mulut Viona.
"Rina, berjanjilah padaku kamu akan membuat Rangga bahagia, menikahlah dengan Rangga walau ingatan kamu belum kembali." tutur Viona dengan suara yang lemah.
Rina kaget mendengar permintaan Viona. Raut wajah bingung tampak terlukis pada parasnya, yang menatap Viona dengan heran.
"Siapa wanita ini sebenarnya? Ada hubungan apa dia dengan Rangga?" gumam Rina bertanya dalam hatinya.
Siska sangat cemas melihat kejadian itu, ia segera menelepon ambulance untuk datang. Sementara Angga masih berusaha mengejar motor yang kabur melarikan diri, namun karena laju motor sangat kencang Angga tak kuasa untuk menangkapnya.
Tak berapa lama kemudian Rangga tiba di sana. Rangga sangat terkejut di depannya saat ini tampak Rina sedang bersimpuh dengan menjadi sandaran kepala Viona yang sudah terkapar tak sadarkan diri.
Tiba-tiba kebahagian bertemu Rina, lenyap seketika. Rangga begitu hancur, melihat kondisi Viona.
"Rin, kenapa Viona bisa seperti ini? Viona bangun! Vio." tutur Rangga sangat terpukul melihat keadaan Viona.
Tak lama Ambulance akhirnya datang, paramedis dan suster segera membawa Viona ke dalam mobil, merekapun melakukan penanganan awal kepada Viona di dalam mobil.
Mobil ambulance melaju meninggalkan Rina yang hanya diam tanpa bisa berkata, karena ia berhutang nyawanya kepada Viona.
****
__ADS_1
Bersambung✍️
Tinggalkan like dan komentar ya. 🤗🙏