Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Penculikan Rina


__ADS_3

Rina dengan banyak pertanyaan dipikirannya, menghampiri mereka hingga membuat keadaan menjadi semakin tegang.


"Maaf saya tidak sengaja mendengar percakapan kalian. Angga siapa yang kalian maksud? Apa Angga pimpinan Adiansyah Grup? Dan tabrakan apa? Karena tempat kecelakaan yang tadi disebut sama dengan tempat kecelakaan Mamaku meninggal." ujar Rina penuh pertanyaan.


Risa dan Edo pun sangat kaget dan tidak bisa mengelak lagi, mereka pun hanya bisa diam tanpa menjawab apa-apa.


"Jadi kalian hanya diam dan tidak mau memberitahu, baik akan saya cari tahu sendiri langsung terhadap orang yang bersangkutan." ucap Rina seraya pergi.


Namun setelah pergi keluar dari studio, Rina seperti melupakan sesuatu. Rina pun kembali ke dalam studio. Setelah masuk ke studio Rina menghampiri Edo.


"Maaf Pak, bayaran pemotretan saya mana?" tanya Rina tegas.


Sambil mengeluarkan amplop dari sakunya, Edo pun memberikan amplop yang sudah ia siapkan sebagai bayaran Rina untuk pemotretan prawedding ini.


"Ini bayaran kamu, saya akan berikan kamu 4x lipat asal kamu mau menutup mulut kamu" ujar Edo.


"Jadi kamu mau menyuap saya?" ucap Rina.


"Bukan! Aku hanya memberikan kamu tawaran." ujar Edo.


"Maaf aku menolak, aku akan segera laporkan ini ke Polisi." ujar Rina.

__ADS_1


"Oke kalau begitu, hati-hati kamu, kamu belum tahu siapa saya." ucap Edo mengancam.


Rina pun pergi dari Edo dan Risa, dengan segera ia masuk ke dalam mobilnya, di dalam mobil ia terdiam dan menangis mengingat Ibunya.


"Semua ini membuat aku bingung, jadi apa yang menimpa Mama sebenarnya." ujarku penuh bimbang.


Di saat Rina bimbang, Rina teringat laki-aki yang ia sayangi terlintas dipikirannya.


"Aku harus minta pendapat Rangga." ujar Rina.


Rina mulai menjalankan mobilnya untuk menuju rumah Rangga, dengan membawa rasa penasarannya dan beribu pertanyaan di pikirannya. Rina segera menambah kecepatan mobilnya seakan ia lupa kalau ia pernah trauma dalam berkendara. Namun saat ini rasa amarahnya bisa mengalahkan rasa takutnya sendiri, Rina sangat marah dengan Edo, ia tidak habis pikir jika memang Angga yang sudah menabrak mobil Ibunya berarti ia sama aja sudah membunuh Ibunya, walau mungkin tidak di sengaja tapi dengan dia melarikan diri itu membuat Ibunya terlambat untuk di tangani tenaga medis hingga Ibunya harus meninggal.


45 menit kemudian.


"Yah Non Rina, Mas Rangga baru aja pergi dengan Mba Lisa." ujar Bi Sari.


"Oke Bi, kalau begitu aku pulang dulu ya." ujar Rina.


Rina kembali masuk ke dalam mobilnya, untuk menuju kantor Polisi. Rina ingin melaporkan hal yang telah ia dengar tadi. Namun ketika Rina baru menyalakan mobil dan central lock pintu belum terkunci, ada yang membuka pintu mobilnya. Seketika membekap mulutnya dengan sapu tangan, yang membuat Rina hilang kesadaran.


*****

__ADS_1


Rina membuka matanya dengan perlahan, ia merasa sakit di kepalanya yang terasa sangat berat. Rina melihat sekelilingnya.


"Dimana sekarang aku?" tanya Rina heran sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


Rina terkejut ketika ia mendengar suara langkah kaki. Rina mulai melihat suruh tubuhnya, lega hatinya karena dengan segala kepanikkannya tidak ada hal buruk yang ia takutkan.


Rina kembali berpikir, ia melihat sekelilingnya lagi, mulai dari ranjang yang ia tiduri, dinding dengan wallpaper yang mewah.


" Sepertinya aku di dalam kamar hotel." ucap Rina menerka.


Rina mencoba untuk beranjak, namun ia tak kuasa melakukannya, ia hanya dapat berbaring pasrah. Rina masih bertanya-tanya dalam dirinya apa yang membuatnya menjadi seperti ini.


Rina kini mulai merasakan panas dalam darahnya, dadanya terasa mengencang, pikirannya seakan ada di angan-angan, Rina seperti ingin melampiaskan sebuah hasrat yang bergejolak di aliran darahnya.


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Rina semakin heran.


Sekian banyak pertanyaan yang ada dalam pikirannya, tak ada satu pun yang ia temui jawabannya, sampai akhirnya suara langkah kaki mulai mendekat dari arah toilet kamar, pintu toilet mulai terbuka dengan perlahan. Setelah itu Rina melihat sesosok laki-laki keluar dari sana, dengan hanya memakai piyama di tubuhnya.


Rina mencoba mempertegas pandangan matanya yang masih terlihat sangat buram, beberapa kali Rina mengerjapkan matanya. Kini laki-laki itu semakin dekat, hingga pandangannya mulai jelas untuk melihatnya. Namun saat Rina melihatnya, matanya terbelalak kaget dibuatnya, Rina tak menyangka laki-laki itu adalah Angga.


*****

__ADS_1


Bersambung✍️


Berikan like dan komentar kalian ya. Terima Kasih. 😊🤗😍


__ADS_2