
Happy Reading ya, tekan like terlebih dahulu sebelum membaca.
πππ
Arkhan menembakkan senapannya sesuai dengan bidikannya tepat di dada kiri Raj Aryan Kapoor, namun ketika peluru tersebut hampir menembus tubuh Raj, Andrean datang sambil melompat menyelamatkan Raj, mereka pun terguling terbentur kerasnya aspal. Andrean langsung menuntun Raj untuk bersembunyi di tempat yang aman di balik sebuah mobil.
"Terima kasih Andrean, lagi-lagi kau menyelamatkanku,"
"Orang ini berbeda dengan kejadian yang dulu tapi aku punya firasat orang yang menyuruhnya adalah orang yang sama,"
Raj menggertakkan giginya, ia tampak begitu geram dengan cara licik dari seseorang yang dikenalnya.
"Damraj, ini pasti ulahnya,"
Damraj memang sudah lama ingin menyingkirkan Raj dari dunia ini, karena ia selalu jadi penghalang Damraj dalam penjualan ilegalnya, termasuk penjualan beberapa senjata keluar India.
Andrean mengedikkan bahunya, ia tak mengetahui nama yang di sebut oleh Raj.
Andrean terus mengarahkan pandangannya ke arah rooftop gedung yang berada di seberang Gedung Galaxi, walau senapan itu kedap suara, namun infra merahnya mengarah ke arah titik yang saat ini terus Andrean lihat, dengan tatapan yang tajam.
"Tetap di sini, tetap menunduk, aku akan ke atas gedung itu,"
Andrean dengan cepat mulai berlari menuju gedung di seberang Gedung Galaxi.
πππ
"Arkhan,"
Mendengar suara wanita yang memanggilnya, membuat Arkhan mengurungkan niatnya untuk menembak Andrean yang sedang berlari ke arahnya.
Arkhan menoleh menatap ke arah sumber suara.
"Aashita,"
Arkhan terhenyak melihat Aashita kini ada dihadapannya, seorang wanita yang dulu sangat di cintainya.
"Kenapa kau ada di sini Aashita?" tanya Arkhan sambil melangkah menghampiri Aashita dan meninggalkan senapannya.
"Siapa yang sedang kau bidik itu?"
Aashita menaikkan alisnya, rasa penasaran di benaknya begitu kuat, karena ia ingin tahu saat ini siapa target yang harus Arkhan bunuh dan siapa yang menyuruhnya.
Arkhan hanya diam tak menjawab.
"Siapa yang menyuruhmu Arkhan, katakan padaku?"
Aashita kembali mendesak Arkhan, namun tetap saja ia selalu gagal mendapat jawabannya.
__ADS_1
"Baik jika kamu tidak mau memberitahu, aku tidak peduli dengan kehidupanmu lagi, aku datang mengikutimu ke sini karena aku ingin beritahu kepadamu, Vijay sudah mati, dia di bunuh oleh orang suruhan Damraj,"
Kalimat yang terucap dari mulut Aashita membuat Arkhan seolah tersambar petir, ia sontak begitu terkejut mengetahui kabar kematian Vijay, matanya membulat, wajahnya mengeras, darahnya begitu mendidih mendengar kenyataan bahwa Vijay sahabatnya telah di bunuh oleh orang suruhan Damraj.
Sambil mengepal tangannya Arkhan mendekat menghampiri Aashita, matanya memerah menahan air mata yang begitu dalam, Arkhan menyentuh wajah Aashita dengan kedua tangannya.
Aashita terlihat menangis, ia pun pedih teringat semua kenangan bersama Vijay, Arkhan menghapus air mata dari pipi Aashita.
"Air matamu ini akan menjadi kekuatan untukku, aku akan balaskan dendam Vijay, aku akan membunuh Damraj dengan tanganku," geram Arkhan mengikrarkan janjinya dihadapan Aashita yang terlihat begitu sakit menangis.
Tiba-tiba Andrean datang tepat berdiri di depan pintu rooftop yang terbuka. Andrean melangkah menatap Arkhan dengan tatapan begitu tajam, ia mengenal betul seorang laki-laki yang berdiri dihadapannya kini adalah orang yang sama yang pernah bertarung dengannya waktu di rumah sakit.
Andrean menatap tajam ke arah Arkhan, wajahnya mengeras menahan amarahnya.
"Dimana Rina?"
Arkhan menyuruh Aashita menjauh dari mereka berdua, Arkhan mulai maju mendekat ke arah Andrean, seolah menantangnya untuk kembali bertarung melanjutkan hal yang belum terselesaikan di rumah sakit, walau ia sempat kalah, namun saat ini Arkhan masih merasa dapat menang dari Andrean.
Andrean memulai lebih dulu menghantamkan pukulannya telak mengenai wajah Arkhan, Arkhan mendesis keras, darah mulai keluar dari mulutnya, namun ia dapat kembali sigap membalas pukulan Andrean dengan tendangan yang langsung mengenai wajah Andrean, membuat Andrean terpental hingga jatuh mencium dasar rooftop.
Pertarungan mereka berlangsung sangat seru, saling hantam menghantam, mereka terlihat seimbang, Andrean jatuh lalu bangkit, begitu juga sebaliknya.
Sampailah dimana keduanya tak mampu lagi untuk menyerang satu sama lain, Arkhan berusaha bangkit namun kedua kakinya tampak sudah tak berdaya, begitu juga dengan Andrean.
Aashita menatap pertarungan keduanya dengan cemas. Ia melihat Arkhan sudah berlumuran darah di wajah dan keningnya. Aashita mendekatinya berusaha melindungi Andrean yang tampak berhasil bangkit terlebih dahulu dan terlihat mendekati Arkhan untuk menyerangnya, serangan terakhir yang akan membuat Arkhan tumbang.
Namun Aashita menghalangi langkah Andrean, tak lama ponsel yang ada di saku jaket Arkhan berbunyi, Arkhan langsung mengangkat telepon itu.
"Suaramu tidak terdengar baik Arkhan, apa Bodyguard itu kembali menghalangimu?"
"Bagaimana kau tahu?" tanya Arkhan heran.
"Aku sudah mengirim mata-mata di sana, untuk mengawasi bagaimana pekerjaanmu dan ternyata kau gagal," tutur Damraj sambil memicingkan senyum liciknya.
"Kau tahu aku tidak suka kegagalan, sama seperti sahabatmu yang aku habisi, tapi kali ini tidak menyenangkan jika aku juga menghabisimu, aku punya permainan sedikit untukmu?" imbuh dengan terkekeh merasa puas atas semua rencananya.
"Apa rencanamu Damraj?" geram Arkhan dengan menggertakkan giginya.
"Aku ingin pertukaran, bawa Raj ke hadapanku maka kau dapat membawa kekasihmu yang kepalanya masih di perban ini, pulang bersamamu," ancam Damraj dengan penawaran sulitnya.
"Rina,"
Andrean terhenyak mendengar Arkhan menyebut nama Rina.
"Ada apa dengan Rina?" tanya Andrean dengan membentak.
"Saat ini Rina diculik, Damraj mau aku membawa Raj hidup-hidup untuk ditukar dengannya,"
__ADS_1
Andrean terperanjat begitu kaget. Ia tak menyangka Rina ikut terbawa masuk dalam lingkaran dendam antara Raj dan Damraj.
"Kau harus membantuku Andrean," pinta Arkhan.
Andrean berpikir sejenak, mencerna tawaran yang diucapkan oleh Arkhan.
"Aku akan membunuh Damraj dan kau bawalah Rina pulang bersamamu, bagaimana Andrean?" tutur Arkhan menatap Andrean dengan sorot matanya yang tajam.
Demi Rina aku akan bekerja sama denganmu Arkhan.
"Baik aku terima tawaranmu, kita sepakat, tapi jika Rina sampai terbunuh, aku juga akan membunuhmu Arkhan!" ancam Andrean dengan wajah mengeras.
"Tenang saja aku akan melindungi Rina seperti aku menjaga nyawaku sendiri,"
Kata-kata Arkhan membuat perasaan Aashita jadi berbeda, ia merasakan sakit di hatinya, seperti tidak ingin Arkhan berkorban demi wanita lain selain dirinya.
Apa aku cemburu kepada Rina?
Rina itu siapa?
Aashita banyak bergumam dalam hatinya, menanyakan kepada dirinya sendiri akan perasaan cintanya untuk Arkhan.
Apa perasaan Cinta itu masih ada untuk Arkhan?
Andai kau tahu Arkhan, aku memilih Vijay bukan karena aku mencintainya, melainkan ada alasan lain yang aku tidak bisa memberitahumu, hanya Vijay yang tahu alasan itu.
Tak terasa air mata mulai menggelayut di kedua sudut matanya, ia begitu perih mengingat kenangan masa lalu, saat Arkhan pergi meninggalkannya, tanpa sepatah kata pun.
Andrean berjalan melewati Aashita yang tak mempunyai banyak tenaga untuk melindungi Arkhan, namun alih-alih memberikan Arkhan serangan terakhirnya, Andrean malah menyodorkan tangannya untuk membantu Arkhan bangkit, Arkhan menerimanya, ia bangkit dan melangkah berbarengan dengan Andrean menuju Gedung Galaxi untuk menemui Raj.
πΈπΈπΈ
Bersambung βοΈ
Berikan dukungan kalian untuk Cinta Amnesia, tanpa dukungan kalian semangatku akan padam, maka itu tekan like dan berikan komentar kalian ya. ππππ
π’π
Kalian bisa juga mampir ke Novel teman-teman aku yang lainnya ya, pokoknya recommended deh, kalau gak percaya jangan lama-lama cepat deh kepoin. π
Wanita Simpanan Bos - Mechan
Mencintaimu Dalam Diam - Karlina Sulaiman
__ADS_1
CEO Tampan Itu Jodohku - Karya baruku