Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
S2 Pembunuhan Raj


__ADS_3

Arkhan terlihat di Apartemennya, sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk menghabisi Raj malam ini.


Ia sudah menerima titik lokasi dimana Raj akan datang ke acara Pesta pernikahan.


Dengan membawa tas panjang, Arkhan menaiki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.


Rina saat aku kembali ingatanmu harus sudah membaik ya, aku janji akan membawamu kembali pulang ke Indonesia.


Arkhan sudah melunak, ia mengabaikan segala perintah yang Mega tugaskan kepadanya.


🍁🍁🍁


Apartemen di Agra.


"Aku sudah mencari ke beberapa tempat tapi masih belum dapat menemukan Rina,"


Andrean merasa sudah sangat dekat, ia sudah mencari ke beberapa tempat, namun hasilnya selalu gagal.


Handphone Andrean berbunyi.


"Halo Andrean,"


Seorang Pria yang terdengar sangat akrab suaranya di telinga Andrean.


"Samar, bagaimana kabarmu sobat?"


"Aku baik Andrean, aku ingin mengundangmu ke acara pernikahanku, kamu harus datang ya, acaranya besok,"


Andrean berpikir sejenak karena misinya di India masih belum tuntas ia lakukan.


"Andrean kenapa hanya diam saja, aku tidak mau tahu, kamu harus datang sobat, oke!"


"Baik aku akan datang,"


Andrean mengiyakan undangan sahabat baiknya.


🍁🍁🍁



Samar Alikan seorang pemuda asli India, berusia 28 tahun. Samar bekerja di ITC Limited, Perusahan Rokok yang terkenal di Mumbai, sebagai seorang Manager ia hidup dengan bahagia, namun kehidupannya terganggu dengan pikiran kolot orang tuanya yang menjodohkannya dengan seorang wanita yang bernama Alice Naori berusia 24 tahun, wanita cantik keturunan India asli, namun ia memilih untuk bekerja dan tinggal di Spanyol.



Samar harus melepaskan hubungannya dengan seorang wanita yang bernama Naina Anaclara yang sudah terjalin selama 3 tahun.


🍁🍁🍁


Di rumah sakit India.


Rina mulai membuka matanya perlahan, ia mulai mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangannya.


Saat ini Rina sudah terlihat sangat baik, kepalanya sudah tidak terasa sakit.


"Ingatanku sudah kembali, aku sudah normal, aku sudah ingat siapa aku? Keluargaku?"


"Dan Rangga..?"

__ADS_1


Senyum Rina mulai merekah saat menyebut nama terakhir dalam ucapannya.


"Sekarang Arkhan pasti terus mengawasiku, bagaimana aku bisa kabur darinya dan kembali ke India, andai Andrean mengawalku pasti aku bisa lolos dengan mudah,"


Rina menghela napasnya kasar. Ia kembali diam dan mencoba memikirkan sebuah cara untuk dapat membebaskan diri dari Arkhan.


🍁🍁🍁


1 hari kemudian.


Gedung Galaxy India - Mumbai.



Di sebuah gedung yang terletak di kawasan elite, gedung yang cukup mewah yang biasa disewa untuk acara pernikahan kalangan menengah ke atas.


Andrean sudah tiba di parkiran mobil, lalu ia bergegas turun dan memasuki area gedung.



Langkah Andrean terhenti ketika ia melihat seorang wanita yang dikenalnya berada tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Andrean terus menatap wanita itu tanpa berkedip, wanita yang sudah ia cintai begitu lama, namun karena sahabatnya Samar terlebih dahulu menyatakan cinta kepada Naina, Andrean menyimpan perasaannya dalam-dalam dan hanya menganggap Naina sebagai sahabatnya.



Naina Anaclara berusia 25 tahun, cantik dan periang, itulah mengapa para laki-laki begitu menyukainya ketika sudah mengenalnya.


"Naina," sapa Andrean memanggil Naina yang sedang melintas tidak begitu jauh di depannya.


"Andrean, ya ampun ternyata kamu datang juga ke acara ini. Aku kira kamu sudah pindah negara tahu." kata Naina mencubit perut Andrean sekuat tenaga.


"Hem, sakit," keluh Andrean mengaduh sakit.


Ragaku memang kuat tapi tidak hatiku Naina.


"Iya tahu, jagoan dilarang sakit,"


Andrean menyentuh tangan Naina untuk dilepaskan dari perutnya.


"Kamu sama siapa? Mana pacar kamu, aku mau kenalan dong," tanya Naina yang mengedarkan pandangannya ke sekitar Andrean, namun ia tak menemukan seorang wanita yang bersama Andrean.


"Di kamus hidupku tidak ada pacar,"


Andrean berkata menyiratkan sesuatu pada ucapannya, karena pada kenyataannya selama ini hatinya telah terpaut oleh Naina, hingga membuatnya tak bisa untuk berpaling kepada wanita lainnya.


"Hati-hati ntar dikira homo loh," sindir Naina sambil tertawa tak percaya kalau Andrean tidak pernah pacaran.


Naina terkekeh karena keisengannya dengan mata berbinar, sedangkan Andrean merasa sikap Naina aneh.


"Tawanya seperti menyimpan kesedihan di matanya, saat ini Samar menikah dengan wanita lain, apa mungkin Naina kuat untuk melihat kebahagiaan Samar terlebih kebahagiaan itu bersama wanita yang bekerja sebagai sekertaris Naina,"


"Hem, Naina kamu baik-baik saja kan?"


Naina terhenyak mendengar pertanyaan Andrean, seolah Andrean sedikit membaca kesedihan yang saat ini ia rasakan.


"Pasti dong, kenapa aku harus tidak baik-baik,"


"Luar biasa kuatnya," puji Andrean.

__ADS_1


Nafas Naina berdesis dalam mendengar pujian dari Andrean. Tak lama Andrean melihat seorang pria berotot, berperawakan gagah dengan berewok tipis di wajahnya.


Andrean menatap Pria itu penuh selidik. Namun ketika tatapannya beradu dengan Pria itu, ia coba untuk tersenyum menyapanya.


"Andrean aku pamit ya, mau balik ke Spanyol,"


"Tunggu sebentar,"


Andrean menghentikan langkah Naina, ia mengambil dompet dari saku jasnya lalu mengambil satu lembar kartu nama dan ia berikan kepada Naina, berharap Naina akan menghubunginya terlebih dahulu.


Naina mengambil kartu nama yang diberikan Andrean, lalu ia pamit kepada Andrean.


"Andaikan kedatanganku di sini untuk bersenang-senang, mungkin aku akan mengejar Naina. Uhf, aku harus segera menemukan Rina agar bisa fokus menata masa depan bersama orang yang aku idamkan selama ini." ucap Andrean lagi dan lagi harus memendam hasratnya untuk mengejar cinta Naina.


Andrean masih menatap kepergian Naina, lalu ia melanjutkan langkahnya menuju rest room terlebih dahulu, untuknya membersihkan sedikit wajahnya agar tampak terlihat fresh saat bertemu Samar di pelaminan.


Di parkiran di Gedung Galaxi.


Arkhan datang memarkirkan mobilnya. Ia lalu segera turun dengan membawa tas panjang menuju gedung lain yang terletak bersebrangan dengan Gedung Galaxi.


Namun tanpa sepengetahuannya sepasang mata sudah memerhatikan Arkhan ketika ia baru turun dari mobilnya.


"Arkhan,"



Seorang wanita cantik berusia 25 tahun, yang bernama Aashita Fadhiva, seorang model cantik asal India. Ia adalah kekasih dari Vijay sahabat Arkhan yang telah dihabisi oleh Damraj karena kegagalannya dalam misi pembunuhan Raj Aryan Kapoor. Hubungan Arkhan memang sempat renggang karena Aashita lebih memilih Vijay daripada dirinya, itulah mengapa Arkhan memilih untuk pergi menjauh dari kehidupan mereka.


Arkhan sudah berada rooftop, suasana yang begitu sepi mendukung apa yang ingin ia lakukan malam ini, yaitu menghabisi Raj Aryan Kapoor dengan senapan Laras panjangnya.



Senapan dengan detail infra merah untuk membidik targetnya.


Arkhan sedang bersiap dan meletakkan posisi senapannya di tepi rooftop, ia sudah pada posisinya untuk membidik Raj ketika ia keluar dari dalam gedung.


Tak berapa lama Raj Aryan Kapoor terlihat keluar dari dalam gedung, namun kerumunan lalu lalang tamu yang silih berganti keluar masuk, membuatnya masih belum dapat menembak Raj. Arkhan tetap membidiknya sambil menunggu waktu yang tepat untuk menancapkan peluru tepat di dada kiri Raj yang menjadi bidikannya.


Raj terlihat menuju parkiran mobilnya, ia melangkah ke arah tempat yang terbilang sepi di banding saat ia tadi berada di halaman gedung. Arkhan sudah bersiap menembaknya.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Berikan dukungan kalian ya kepada Cinta Amnesia, agar bisa tetap berkarya. πŸ€—πŸ˜


Terima kasih atas dukungan di Episode ini dari para tokoh yang di ambil dari Novel Wanita Simpanan Bos.


Jika kalian penasaran dengan para tokohnya seperti :


Naina Anaclara


Samar Alikan


Alice Naori


Mari kunjungi dan kepoin novel Wanita Simpanan Bos ya. πŸ€—πŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜˜

__ADS_1



__ADS_2