Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Rencana Mega


__ADS_3

Terlihat Rangga sedang mengendarai Mobil, sambil mengendarai Rangga membuka pesan masuk di handphonenya, nampak sebuah foto yang menunjukkan Rina dan Angga di sebuah kamar hotel dengan di balut oleh selimut, namun Rina dalam kondisi tertidur. Rangga pun terkejut, hingga saat memutar arah kendaraannya ia pun hilang keseimbangan dan terjadi kecelakaan yang membuat mobil itu hampir terbakar, sesaat sebelum mobil itu meledak seseorang menarik Rangga yang sudah tak berdaya di dalam mobilnya, hingga ia lolos dari ledakan mobil tersebut.


Rangga pun terbangun dari mimpinya.


"Aaaaghhhh." ujar Rangga terbangun sangat terkejut.


"Mas, kenapa Mas?" ucap Lisa bertanya kepada Rangga.


"Mimpi itu selalu aku lihat setiap malam, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku rindu dengan Rina." ucap Rangga kepada Lisa.


"Lagipula bukannya Mas Rangga sendiri yang mau bahwa keluarga Rina tidak boleh tahu kalau Mas Rangga selamat dalam kecelakaan mobil itu." ujar Lisa membuka cerita lama.


"Aku tidak punya pilihan Lisa, Angga mengancam akan menyebarkan foto-foto Rina tanpa sehelai pakaian kepada media." ujar Rangga menceritakan semuanya kepada Lisa.


"Iya Mas, maka itu kita pindah ke luar Jakarta, agar Mba Rina benar-benar meyakini kalau Mas Rangga memang sudah meninggal." ujar Lisa.

__ADS_1


"Aku sebenarnya tidak tega melihat Rina begitu terpukul kehilangan aku, tapi dari kejadian itu aku tahu bahwa Rina sangat mencintai aku. Semua yang aku lakukan ini adalah untuk melindungi Rina." ucap Rangga.


"Iya Mas, Lisa tahu kalau itu, Lisa bisa lihat dari air mata Mba Rina saat pemakaman, ia sangat terpukul dan sangat hancur Mas, itu yang membuat aku tidak tahan seperti ingin memberitahu bahwa Mas Rangga masih hidup." ujar Lisa.


"Iya Lis, untung saja di rumah sakit itu ada teman Mas yang Dokter, kalau tidak mungkin Mas bingung harus mengelabui keluarga Rina bagaimana, apalagi waktu kamu datang kan, Om Adi sudah datang terlebih dahulu kan." ucap Rangga.


"Iya aku sendiri saat itu sangat terpukul sampai aku pingsan Mas karena mendengar Mas Rangga sudah meninggal." ucap Lisa sedih mengingat itu.


"Jadi kamu gak mau ya Mas meninggal, kamu sayang ya sama Mas, cie." ujar Rangga meledek adiknya.


"Ah Mas Rangga mah malah meledek, iya aku gak mau Mas Rangga kenapa-kenapa." ujar Lisa yang menangis seraya memeluk Rangga.


"Iya gak apa-apa Mas, yang terpenting bagi aku Mas Rangga baik-baik aja sekarang, oh ya aku ijin dulu ya Mas mau pergi sebentar." ucap Lisa seraya bergegas pergi.


"Ya udah kamu hati-hati jangan pulang terlalu malam." ucap Rangga.

__ADS_1


Drrret-drrret-drrret


Handphone Rangga berbunyi, tampak sebuah pesan yang tertulis.


"Aku akan menjebak Angga lewat sebuah kontrak yang akan di tanda tanganinya, padahal itu adalah sebuah kontrak pengalihan kekuasaan."


Rangga pun membalas pesan tersebut.


"Hati-hati, Angga itu orang yang pintar jangan salah langkah nanti kamu bisa bahaya."


"Oke, kamu percaya aja sama aku."


"Semoga saja Mega berhasil, aku akan tukar kontrak itu dengan semua file foto dan video yang selalu jadi senjata Angga untuk mengancamku." gumam Rangga.


"Rina kamu sabar ya, aku akan menemuimu setelah semua ini berakhir." ucap Rangga penuh harap.

__ADS_1


******


Bersambung


__ADS_2