
Happy Reading ya!
Cinta Amnesia lebih fresh dengan visual yang pastinya bikin kita gregetan.
πππ
Rumah Sakit di Agra, India.
Setelah 1 jam Arkhan menanti dengan rasa cemas. Dokter akhirnya keluar dari ruang operasinya.
"Bagaimana kabarnya, Dok?" tanya Arkhan cemas.
"Pasien mengalami benturan yang cukup keras di bagian kepalanya, operasinya berjalan lancar, kita tinggal tunggu pasien sadar, baru bisa kita lihat perkembangannya," tutur Dokter memberitahukan.
Arkhan coba mencerna semua perkataan Dokter, ia pun pasrah menunggu sampai Rina sadar terlebih dahulu.
Kalau sampai Rina mati, bagaimana?
"Kenapa aku lemah begini? Kalau Rina mati ya sudah, berarti aku tidak harus mengotori tanganku untuk membunuhnya kan," tutur Arkhan yang bingung dengan dirinya sendiri.
Arkhan kembali duduk dan kembali menunggu Rina dengan perasaan gelisah.
πππ
18 jam kemudian.
Bandara Internasional Chennai.
"Aku sudah tiba di India, tunggu aku Rina, aku akan membawamu pulang dan menuntaskan apa yang aku janjikan kepada Rangga dan Riansyah," tutur Andrean sambil mengepalkan tangannya.
Andrean melangkah menuju mobilnya yang sudah berada di parkiran Bandara, selama dalam perjalanan Andrean sudah menghubungi kenalannya dan memberitahu bahwa ia akan ke India.
"Ini kunci mobilnya, silahkan pakai sesuka hatimu, dulu kamu sudah berkorban untukku, sekarang jangankan mobil, jika kamu meminta rumah pun aku akan berikan untukmu," tutur seorang Pria menyodorkan kunci mobil kepada Andrean.
"Kau terlalu berlebihan Pak, mobil ini terlalu mewah untuk aku pakai sementara waktu di India, apa tidak ada mobil lain, yang sedikit sederhana mungkin," ujar Andrean dengan mengernyitkan dahinya melihat mobil yang ada di depan matanya ini, sangat mewah lebih dari mobilnya yang ia tinggal di Indonesia.
"Sudah tidak apa, seorang Andrean, pahlawan Raj Aryan, masa hanya memakai mobil biasa, gunakan ini dan pakailah, jika kau butuh bantuan apapun hubungi aku!" ujar Raj dengan menepuk bahu Andrean.
"Kalau begitu terima kasih, Pak." ucap Andrean walau ia merasa tidak enak.
Andrean akhirnya menerimanya, ia masuk ke dalam mobil dan melajukannya meninggalkan Raj.
πππ
__ADS_1
Pria ini bernama Raj Aryan Kapoor, 45 tahun, seorang pengusaha yang sangat kaya asal New Delhi, India.
Dahulu Andrean pernah bekerja sebagai bodyguardnya, Andrean pernah menyelamatkan hidup seorang Raj Aryan berkat keberaniannya, ia rela menyongsong peluru yang sudah terarah pada tubuh Raj Aryan, hingga peluru itu menembus dadanya, namun Andrean seperti mempunyai 9 nyawa, ia masih hidup dan hingga kini setiap pengorbanannya saat itu selalu diingat oleh Raj, ia menjadikan Andrean layaknya saudara untuknya.
πππ
Arkhan masuk ke dalam kamar Rina, ia mengambil kursi dan meletakkannya di samping ranjang.
"Mau sampai kapan kamu tidak sadar seperti ini? Jika kamu sadar, aku janji akan mengajak kamu jalan-jalan ke tempat yang lebih indah dari Taj Mahal," tutur Arkhan dengan suara pelan.
Tak berapa lama, Rina seperti mendengar semua perkataan Arkhan, jemarinya mulai bergerak walau dengan perlahan.
Arkhan tersenyum melihatnya, hatinya yang kini mulai melunak menunjukan bahwa ia ternyata juga manusia biasa yang mempunyai hati, walau begitu banyak darah yang sudah ia tumpahkan dalam pekerjaannya.
Arkhan langsung beranjak lebih mendekatinya, Rina mulai membuka matanya perlahan, ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.
"Ini dimana?" tanya Rina.
"Ini di rumah sakit, kamu sudah tidak sadar 1 hari Rina, bagaimana keadaan kamu?" tanya Arkhan cemas.
Rina memegangi kepalanya yang sudah dibalut dengan perban putih.
"Dimana keluargaku? Vara, Yoga, Papa, Rangga? Dimana mereka?" tanya Rina panik.
Arkhan yang tidak mengenal semua nama yang Rina sebut, tak mampu menjawabnya, ia hanya diam dan tak berkata apapun.
Beberapa menit kemudian Dokter datang dan langsung memberikan Rina obat bius agar pikirannya bisa tenang. Rina kembali tertidur.
"Ada apa Dokter dengan Rina?" tanya Arkhan cemas melihat Rina kesakitan.
"Sepertinya ini proses dari pengembalian ingatannya, sebelumnya pasien sudah mengalami amnesia itu bisa saya lihat dari bekas operasi sebelumnya yang terdapat pada kepalanya," tutur Dokter memberitahu diagnosanya.
"Terus saya harus bagaimana Dok?" tanya Arkhan.
"Alangkah sangat baiknya, jika pasien dihadirkan orang-orang yang sudah sangat baik dikenalnya, itu akan mempercepat pemulihan sistem syaraf otaknya untuk kembali normal," tutur Dokter menerangkan lebih lanjut.
Arkhan terhenyak karena saat ini, itu tidak mungkin untuk ia lakukan.
"Apa ada cara lain Dok?" tanya Arkhan kembali.
"Jangan temui pasien dulu, sampai pikirannya stabil, biarkan sistem ingatannya kembali normal. Jika ingin menemuinya, biar pasien sendiri yang memintanya. Jangan sampai kejadian seperti tadi terulang lagi, karena saya khawatir itu akan merusak jaringan syarafnya, hingga nantinya akan menyebabkan pasien kehilangan kinerja otaknya dan berakibat kelumpuhan pada semua syarafnya," tutur Dokter memberikan ultimatum kepada Arkhan.
Mendengar itu Arkhan terhenyak begitu kaget, namun ia mengiyakan segala perintah yang Dokter katakan kepadanya.
"Baik Dokter, kalau begitu sementara saya tidak akan menemuinya," ucap Arkhan dengan menghela napas dalam.
__ADS_1
"Baik, saya permisi dulu." ujar Dokter.
"Terima kasih, Dok." kata Arkhan mengakhiri percakapannya dengan Dokter yang sudah melangkah pergi meninggalkannya.
"Keadaannya kenapa jadi serumit ini ya," kesal Arkhan dalam hatinya, sambil menendang kursi yang ada dihadapannya, hingga suara hentakannya menggema di sepanjang lorong rumah sakit.
πππ
Malam hari di rumah sakit Agra.
Suara handphone berbunyi mengagetkan Arkhan yang hampir terlelap di kursi panjang depan ruang rawat Rina.
"Siapa malam-malam begini?" tanya Arkhan kesal waktu istirahatnya terganggu.
Arkhan mengambil handphonenya dari saku jaket yang dikenakannya, lalu ia menggeser layar handphonenya untuk menjawab panggilan yang masuk.
"Iya halo," jawab Arkhan.
"Ini Damraj, apa saya menggangu waktu tidurmu sehingga kamu lama menjawab telepon saya?" tanya Damraj dengan suara angkuhnya.
Arkhan terperanjat mendengar suara Damraj, tubuhnya langsung duduk sigap menjawab serius teleponnya.
"Ya Pak, ada apa menghubungi saya malam-malam begini?" tanya Arkhan heran.
"Seperti biasa saya ingin kamu menghabisi seseorang, namun kali ini sepertinya ini tidak akan mudah untukmu, karena sahabatmu sendiri gagal dalam pekerjaan ini," tutur Damraj mengingat kegagalan Vijay yang berakibat kematiannya.
"Saya tidak akan gagal, saya dan Vijay berbeda, Pak," ucap Arkhan.
"Baik, foto dan semua profil target sudah saya email kepada kamu, silahkan dilihat dan pelajari, lakukan dengan cepat maka kamu akan mendapat bayaran 5x lipat yang biasa kamu terima." tutur Damraj memberi penawaran kepada Arkhan.
"Baik akan saya bereskan dalam waktu singkat." ucap Arkhan sambil menutup teleponnya.
πππ
Damraj adalah seorang Mafia yang sangat ditakuti oleh kalangan elite di India, dengan kekuasaannya ia mampu menyingkirkan apapun yang menghalangi bisnisnya.
Berusia 35 tahun, Damraj Jamnalal Kishore mewarisi bisnis dan kekayaan Ayahnya yang sudah lama pensiun dalam bisnis dan sekarang hanya menikmati masa tuanya, buah dari apa yang sudah dihasilkan.
πππ
Arkhan membuka email yang masuk pada handphonenya, ia melihat profil dari target yang akan dibunuhnya.
"Raj Aryan Kapoor." ucap Arkhan yang sedang membaca email dalam handphonenya.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
BersambungβοΈ
Berikan like dan komentar kalian ya, di tunggu terus kelanjutannya yang pasti akan lebih seru. Terima kasih. πππ€π