Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Rina Yang Terluka


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Rangga segera menghubungi Mega, namun beberapa kali Rangga coba menghubungi selalu tidak tersambung.


"Gimana Mas, gak aktif ya?" ujar Lisa bertanya.


"Berapa kali Mas udah coba terus tapi tetap gak aktif." ujar Rangga kesal.


"Ya sudah Mas sabar aja nanti juga pasti aktif handphonenya." ujar Lisa.


Rangga tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya bisa menunggu, karena memang Rangga juga tidak tahu dimana Mega tinggal selama di Jakarta. Rangga mengirim pesan untuk Mega, agar saat handphonenya sudah aktif kembali, Mega bisa langsung menerima dan membaca pesan dari Rangga.


******


Keesokan h**arinya**.


Rina sedang menuju rumah Rangga, ia ingin membicarakan tentang hubungan mereka sekaligus ingin meminta maaf. Setelah berkutat dengan padatnya Ibukota Rina pun tiba, ia memarkir mobilnya dan bergegas untuk masuk. Saat itu hari sudah lumayan terik dan sangat cerah.


"Rangga aku ingin minta maaf sama kamu, aku sangat berterima kasih kamu mau menerima kekuranganku apa adanya." gumam Rina seraya berjalan menuju rumah Rangga dari parkiran mobil.


Tibalah Rina di depan pintu rumah Rangga, entah mengapa Rina seperti merasakan degub jantungnya yang sangat berdebar, tangannya berkeringat, entah pertanda apa ini. Rina melihat pintu sudah terbuka, lalu ia putuskan untuk segera masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Dengan perlahan Rina melangkah masuk ke rumah Rangga, dari kejauhan Rina mendengar suara tangisan wanita. Rina sangat penasaran karena ia tahu betul suara itu bukan suara Lisa.


Rina mulai menelusuri asal suara itu, setelah ia mengikutinya tibalah Rina depan kamar Rangga, suara itu semakin jelas terdengar bahkan Rina mendengar suara Rangga berkata, "Sudah jangan menangis, aku juga menyayangimu."

__ADS_1


Rina melihat ternyata suara wanita itu adalah Mega, di depan mata Rina saat ini, ia melihat laki-laki yang disayanginya sedang memeluk wanita lain di dalam kamarnya. Tak terasa air mata mulai membasahi kedua matanya. Hati Rina piluh terluka melihat semua yang terjadi di depan matanya. Rina tak kuasa menahan suara tangisnya, ia pun bergegas pergi. Namun saat itu ia berpapasan dengan Lisa.


"Kak Rina, kenapa? Kenapa nangis, Kakak udah dari tadi di sini Kak?" tanya Lisa heran.


"Gak apa-apa Lisa, maaf aku pamit dulu ya." ucap Rina dengan tergesa-gesa pergi meninggalkan Lisa.


Lisa sangat heran kenapa Rina yang baru datang langsung pergi dan menangis.


Dengan rasa penasarannya Lisa menaiki anak tangga menuju kamar Rangga yang terletak di atas. Lisa ingin menanyakan alasan dari pertanyaannya kepada Rangga apa yang sebenarnya terjadi. Sesampainya di sana, langkah Lisa terhenti di depan kamar Rangga, ia melihat Rangga memeluk Mega dan menangis tersedu.


"Jadi ini alasannya kenapa Kak Rina menangis seperti itu." gumam Lisa.


Rangga akhirnya melepas pelukannya.


"Terimakasih ya Rangga." ucap Mega dengan lirih.


"Semua berjalan sesuai rencanaku, feeling aku gak pernah salah pasti Rina akan datang ke rumah Rangga dan saat tadi kamu datang aku sebenarnya sudah tahu kamu melihat aku memeluk Rangga." gumam Mega merasa menang.


"Ya sudah kamu jangan nangis lagi, oh ya aku mau pergi dulu ya, aku mau ke rumah Rina." tutur Rangga.


"Ya sudah aku boleh bareng gak? Kamu kan ngelewatin mall jadi aku bisa turun di sana." pinta Mega.


Mereka berdua bergegas untuk pergi dan keluar dari kamar Rangga. Namun Lisa sudah tidak ada di sana.

__ADS_1


Rina begitu terluka, pikirannya saat ini sangat kacau.


"Rangga, hanya satu malam kamu sudah berubah seperti ini, begitu cepatnya kamu menyayangi Mega." gumam Rina sangat piluh.


Isak tangis Rina terus berderai, hatinya seakan tertusuk pedang hingga menembus relung-relung sukmanya, nafasnya sudah tidak lagi beraturan, sesak, dan sangat sakit.


Rina menambah kecepatan mobilnya hingga membuat mobil melaju tidak seimbang, ketika akan berbelok menikung, mobil Rina pun hampir terbalik dan untung Rina mampu menguasai kemudinya dengan sangat baik, jantung Rina pun seakan lepas, ia kembali trauma dan teringat tentang kecelakaan yang menimpa Ibunya.


Konsentrasi Rina terbagi antara fokus dengan lalu lintas dan rasa takutnya yang kembali datang. Setelah Rina mampu menguasai semuanya, keadaan pun kembali tenang. Mobil Rina pun berhenti karena lampu merah namun ternyata tanpa Rina sadari mobilnya sudah melewati garis putih yang seharusnya jadi batas untuk mobilnya berhenti.


Tiba-tiba Bruk.


Mobil Rina di tabrak sebuah truk dari arah sebelah kanan, mobil pun terpental hingga terbalik beberapa meter dari tempat kejadian. Rina di dalam mobil terlihat tidak berdaya, hingga darah menetes dari kedua telinga dan hidungnya. Pecahan kaca bertebaran di jalan, para pengguna jalan pun berdatangan untuk menolong Rina, suasana berubah menjadi ramai dan panik.


"Rangga." lirih Rina yang terlihat sangat lemas.


Rina pun tak sadarkan diri.


****


Bersambung✍️


Berikan Like dan Koment kalian ya. Terimakasih 🤗😍😘😊

__ADS_1


__ADS_2