Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Doa Rangga


__ADS_3

Rangga sudah memasuki masjid, ia pun melaksanakan ibadah salatnya. Setelah selesai Rangga terlihat menengadahkan tangannya untuk berdoa, doa yang ia panjatkan untuk kesembuhan Rina.


"Ya Allah, aku mohon pada-MU, sadarkan Rina dan sehatkan ia kembali ya Allah, aku tahu selama ini aku terkadang lalai dalam menjaganya, beri aku kesempatan untuk lebih melindunginya, memberi kebahagiaan dan bersamanya seumur hidupku ya Allah." ujar Rangga penuh air mata.


Rangga menutup doa dengan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Rangga beranjak dari posisinya bersimpuh, ia bergegas untuk kembali menuju kamar Rina dirawat.


Sementara Lisa masih berada di depan ruang rawat, hanya terduduk dan terlihat sangat sedih menunggu kedatangan Rangga.


"Kenapa Kak Mega begitu jahat?" ujar Lisa yang geram dengan Mega.


Saat kegelisahan Lisa dengan segudang pikirannya tambah tidak karuan, Rangga akhirnya mengejutkan lamunan Lisa.


"Lis, kamu kenapa ada di depan bukan di dalam?" tanya Rangga keheranan.


Lisa tersadar, ia sebenarnya ingin mengatakan kepada Rangga jangan masuk ke dalam untuk menemui Rina, tapi ia tak kuasa untuk menahan Rangga. Rangga masuk ke dalam ruangannya, sementara Lisa hanya diam tanpa ada jawaban, tapi karena ia khawatir dengan Rangga, ia pun menemani Rangga untuk masuk.


Dengan perlahan Rangga membuka pintunya. Setelah pintu terbuka, Rangga masuk di ikuti oleh Lisa di belakangnya. Mata Rangga langsung melihat Rina sudah sadar dari masa kritisnya, ia tampak sangat bahagia, namun saat Rangga mengalihkan pandangannya, ia melihat ada Mega yang sudah berada di samping Rina.

__ADS_1


Rangga sangat kesal, sorot matanya sangat tajam menatap Mega, ketika ia berusaha menghampiri Mega, Lisa menahannya. Sementara Rina yang menyadari adanya Rangga dan Lisa kembali berteriak histeris karena ia merasa ketakutan dengan keberadaan Rangga ada di dalam ruangannya. Rangga sangat bingung dengan kondisi Rina yang seperti itu, ia menjadi sangat heran.


"Pergi kamu, pergi dari sini." ujar Rina ketakutan.


"Kamu kenapa Rina? Ini aku Rangga, kenapa kamu meminta aku untuk pergi?" tanya Rangga dengan panik dan tak percaya dengan apa yg ia lihat.


Mega berusaha menenangkannya, namun ketakutan Rina yang begitu besar tak kuasa dapat di tahan oleh Mega, Rina semakin tak bisa dikendalikan, Rangga yang berusaha mendekatinya pun malah semakin membuat Rina ketakutan, Rina tampak kesakitan, ia memegang kepalanya, ia meringis dan mengeluh tak kuat menahan rasa sakit di kepalanya. Mega yang melihat itu langsung menekan tombol darurat untuk meminta bantuan medis.


Tak berapa lama Dokter Cinta beserta Suster juga Paramedis datang. Dokter Cinta memberikan Rina obat penenang, agar Rina tidak lagi histeris dan sulit di kendalikan. Dokter Cinta meminta kepada Rangga dan Mega untuk menunggu di luar ruangan sampai keadaan pasien lebih tenang untuk ditemui.


Rangga mengikuti saran dari Dokter, ia beserta Lisa keluar dari ruangan Rina, namun saat ia keluar, Rangga sudah tidak menemukan Mega di luar ruangan. Rangga berusaha mencari Mega, namun setelah Rangga menjelajahi setiap koridor dan sudut rumah sakit, tetap saja Mega sudah tidak ada di sana. Rangga pun tambah geram dengan sikap Mega. Setelah penanganan Rina selesai dan Rina tertidur, Dokter Cinta pun keluar dari ruangannya.


"Begini Pak, Rina mengalami amnesia atau hilang ingatan." ujar Dokter Cinta.


Rangga dan Lisa sangat terkejut mendengarnya, sekujur tubuh Rangga seakan lemas dan gemetar saat mengetahui Rina saat ini tidak ingat apapun tentang hidupnya, termasuk tentang hubungan mereka.


"Apa Rina bisa di sembuhkan, Dok? Apa ingatannya bisa kembali seperti sebelumnya?" tanya Rangga yang terlihat sangat cemas.

__ADS_1


"Amnesia dapat terjadi sementara atau permanen. Hilangnya ingatan pada kondisi ini dapat berupa hilang ingatan sebagian atau seluruhnya. Umumnya penderita amnesia masih dapat mengingat identitas dirinya, hanya saja akan kesulitan untuk mengingat hal baru atau mengingat kejadian di masa lalu." ujar Dokter Cinta menjelaskan.


Lisa yang mendengar penjelasan dari Dokter Cinta, berusaha menguatkan Rangga, ia sangat paham betapa berat hal yang Rangga sedang alami saat ini, pernikahan yang tinggal beberapa hari terlaksana terancam batal karena kondisi Rina yang tidak memungkinkan.


"Mas, yang sabar ya, Kak Rina pasti sembuh, Mas." ujar Lisa menenangkan Rangga.


"Saya minta tolong hati-hati saat akan menemui pasien, jangan paksakan pasien untuk mengingat lebih jauh lagi, karena ini bisa berdampak pada ketenangannya, nantinya pasien bisa mengalami hal seperti yang barusan terjadi, jadi saya minta biarkanlah ingatannya datang secara alami, kita banyak berdoa saja, semoga pasien bisa kembali normal ingatannya dalam waktu dekat." ujar Dokter Cinta menerangkan.


"Baik Dok, saya paham." ujar Rangga mengangguk.


"Kalo begitu saya permisi dulu." ujar Dokter Cinta seraya meninggalkan Lisa dan Rangga.


Rangga yang sudah tak kuasa menahan kakinya untuk berdiri, terduduk dan terlihat sangat lemas, ia sangat terpukul dengan kondisi yang sedang Rina alami. Walaupun Rina selamat dan sudah sadar dari masa kritisnya, tapi ternyata Rangga harus di hadapkan dengan kenyataan bahwa Rina kini mengalami amnesia atau hilang ingatan.


******


bersambung

__ADS_1


note :


Ada beberapa revisi di setiap episodenya, hanya saja yang paling perlu di baca adalah revisi episode 1 awalannya ya. Terima kasih.


__ADS_2