Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Kenangan Angga


__ADS_3

Suasana malam di rumah sakit.


Saat itu Siska yang sedang menunggu Angga di ruang rawatnya terduduk dan hampir terlelap.


"Awaasssss" teriak Angga.


Siska terkejut mendengarnya, ia lalu menghampiri Angga.


"Kamu kenapa?" tanya Siska.


"Aku bermimpi." ucap Angga terbata-terbata.


Siska melihat raut wajah Angga, yang penuh ketakutan, Angga sangat berkeringat dan tampak bingung.


"Mimpi apa? Sampai kamu bisa seperti ini?" ujar Siska bertanya.


"Gak apa-apa, kamu gak perlu tahu." ujar Angga menyembunyikan semuanya dari Siska.


"Gak mungkin aku menceritakan kepada Siska, aku saja tidak menceritakan kejadian ini kepada siapapun termasuk Ayahku." gumam Angga.


Flashback ON


Terlihat Angga sedang mengendarai sebuah mobil, saat itu tampak Angga seperti depresi dan sangat sedih, malam itu ia menghabiskan waktu di cafe hingga membuatnya agak mabuk. Angga saat itu terkejut karena saat ia tersadar mobilnya sudah berada di jalur yang tidak seharusnya, ia pun segera menghindar dari mobil yang ada di depannya, namun karena jarak terlalu dekat dan kecepatan mobil juga kencang, tabrakan pun tak dapat di hindari, dengan usaha maksimal dari Angga, mobil yang ia kendarai hanya menyenggol mobil yang ada di depannya, namun mobil itu tergelincir hingga menabrak pengendara sepeda motor yang langsung tewas di tempat kejadian dan mobil tersebut langsung menabrak pembatas jalan hingga terpelanting dan terbalik, Angga yang melihat itu terkejut dan sangat ketakutan, ia segera menginjak dalam-dalam gas mobilnya, untuk melarikan dari dari tempat itu.


Flashback OFF

__ADS_1


****


"Ya udah kamu tidur lagi aja." ucap Siska menenangkan Angga.


"Kamu untuk apa masih di sini, kamu pulang aja, gak apa-apa aku sendiri." ujar Angga.


"Emang gak boleh aku jagain kamu di sini?" tanya Siska heran.


"Lagipula Ayah kamu yang menyuruh aku untuk menjaga kamu malam ini, Ayahmu juga bilang besok ia baru tiba." imbuh Siska menimpali.


"Okelah terserah kamu aja kalau itu memang mau kamu, kalau itu perintah Ayah aku, nanti segala hal yang kamu lakukan untuk aku di rumah sakit ini akan aku hitung sebagai jam kerja lembur dan aku tambahkan di gaji kamu bulan ini." ujar Angga dingin.


"Aku tulus ngelakuin ini buat kamu, gak ada hubungannya dengan uang." ucap Siska kecewa karena yang Angga nilai hanya Uang.


"Ya sudah tetap saja gaji kamu bulan ini akan aku tambahkan, aku mau tidur lagi." kata Angga seraya menarik selimutnya untuk kembali tidur.


"Angga, walau apa yang aku lakukan ini tak pernah kamu hargai dan selalu kamu nilai dengan uang, aku tidak akan pernah berubah, karena rasa kagum ini sudah berubah menjadi rasa sayang untuk kamu." batin Siska dalam hatinya.


Ternyata Angga hanya memejamkan matanya dan ia belum terlelap, Angga tahu apa yang Siska lakukan saat Siska merapikan selimutnya.


"Wanita ini kenapa mengingatkanku pada Risa ya." gumam Angga.


"Namun aku tak boleh tertipu, dulu Risa pun seperti itu, namun pada akhirnya ia mengkhianatiku di saat kami hampir menikah." sambung Angga bergumam dalam hatinya.


Flashback ON

__ADS_1


Tampak Angga yang terlihat sedang berada di suatu Mall.


"Padahal aku ingin pergi dengan Risa untuk menonton Film ini, namun karena ia tidak bisa jadi aku harus pergi sendiri, padahal hanya hari ini aku ada waktu, besok-besok sudah banyak meeting yang menanti." gumam Angga penuh kecewa.


Saat Angga tiba di dalam bioskop, iya sedang fokus menonton film yang baru di mulai beberapa menit, tampak sepasang orang yang memasuki Bioskop.


"Maaf permisi, permisi." ucap gadis tersebut karena tempat duduk yang ia pesan berada di pojok yang harus melewati beberapa orang sebelumya.


Angga yang mendengar suara itu, mengalihkan pandangannya untuk melihat ke arah tersebut, karena memang tempat duduk pasangan itu tidak jauh dari tempat Angga berada. Namun karena keadaan bioskop sudah gelap ia jadi tidak bisa melihat wajah orang tersebut.


"Suaranya kaya gak asing buatku." gumam Angga berpikir.


"Risa." lanjut Angga terkejut, yang tampak sudah teringat dengan suara tunangannya.


Angga pun segera mengambil handphonenya, ia langsung mengirim pesan kepada Risa.


"Sayang kamu gimana keadaannya, apa masih sakit? tanya Angga.


*Send*


Lalu terdengar suara handphone seperti bunyi ada pesan masuk. Angga pun yang mengetahuinya menjadi tambah yakin bahwa memang gadis itu adalah Risa tunangannya.


"Berarti benar itu Risa, bisa-bisanya ia membohongiku." gumam Angga.


****

__ADS_1


Bersambung ✍️


__ADS_2