Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Sahabat Terbaik


__ADS_3

Di Perjalanan


Rangga terlihat sangat sedih, ia tidak menyangka semua jadi berantakan tak seperti yang ia harapkan sebelumnya.


"Kenapa Rin? Kenapa kamu malah ingin aku bersama Mega?" tanya Rangga heran.


Lisa yang mendengar itu sangat terkejut, seolah apa yang ia lihat sewaktu di rumah Rina itu benar.


"Kakak, maaf aku ikut campur, tadi aku liat Kak Mega seperti sedang bicara berdua dengan Kak Rina, waktu Kak Mega pamit pulang." tutur Lisa memberitahu.


"Berarti Mega yang sudah membuat Rina jadi punya pikiran seperti ini." gumam Rangga geram.


Rangga dengan kesal mencoba menghubungi Mega.


"Mas jangan di jalan saat lagi nyetir begini, kita sampai rumah dulu baru Mas Rangga bisa tanyakan langsung." tutur Lisa.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Rangga mengurungkan niatnya dan kembali meletakkan handphonenya.


*******


Di rumah Rina.

__ADS_1


Rina sudah berada di kamarnya, meninggalkan semua keluarganya juga Siska yang masih berkumpul di ruang keluarga. Rina sangat resah, memikirkan semua perkataan yang Mega ucapkan kepadanya.


Tok-tok-tok


"Rin, aku boleh masuk gak? Ini aku Siska!" ujar Siska.


"Iya Sis, masuk aja gak di kunci." jawab Rina.


Siska masuk ke dalam kamar, ia menghampiri Rina dan duduk di sampingnya. Rina yang saat itu sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri, karena ketidaksempurnaannya membuat ia jadi di hina dan tidak pantas untuk orang yang ia cintai.


"Kenapa kamu sedih lagi? cerita semua sama aku, kita kan sahabat." tanya Siska.


"Terus apa yang membuat kamu bersedih seperti ini, Rangga juga mencintai kamu Rina." jawab Siska mencoba meyakinkan Rina.


"Bukan itu." ujar Rina seraya melepas pelukannya.


"Aku sudah tidak sempurna benar kata Mega, aku tidak pantas untuk laki-laki yang sangat baik seperti Rangga." ujar Rina.


"Maksud kamu apa? Kenapa Mega bisa bicara seperti itu sama kamu?" ucap Siska sangat terkejut tak menyangka.


"Karena Mega sangat mencintai Rangga dan Mega itu sempurna tidak seperti aku." ucap Rina sangat perih.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh menentukan semua pilihan di tangan kamu Rina, biarkan Rangga yang memilih, karena itu hak Rangga. Aku memang sangat terkejut kalau ternyata Mega bisa bermuka dua seperti itu, tapi ini akan jadi pelajaran untuk kamu Rin, setelah ini kamu jadi bisa tahu siapa Mega sebenarnya kan." ujar Siska yang kesal dengan Mega.


Mendengar kata-kata sahabatnya, Rina tersentak kaget. Siska menyadarkan bahwa harusnya ia tidak boleh memutuskan ini secara sepihak.


"Terimakasih ya Sis, aku akan menemui Rangga, aku akan bicara baik-baik sama Rangga." tutur Rina.


"Itu baru Rina yang aku kenal, Rin jangan sampai keadaan membuat kamu berbeda dari diri kamu sendiri. Kamu harus yakin dan tetap jadi diri kamu, jangan terpengaruh oleh orang lain walau hinaannya sangat melukai perasaan kamu, karena belum tentu orang yang menghina kamu itu lebih baik dari kamu." ucap Siska dengan sangat yakin.


Kata-kata Siska seolah menampar pipiku, sehingga aku tersadar, betapa salah dan bodohnya aku harus melepas Rangga untuk Mega, jika pada akhirnya Rangga memilih Mega itu harus dari kemauan dan hatinya sendiri, bukan aku yang mematahkan hati Rangga.


"Benar kata kamu Sis, aku bersyukur mempunyai sahabat seperti kamu." ujar Rina tersenyum.


"Kamu mau kapan nemuin Rangga, kamu harus utarakan dan ceritakan apa yang Mega sampaikan ke kamu. Jangan ada yang kamu sembunyikan karena untuk memulai suatu hubungan harus di awali dengan kejujuran." ucap Siska yang kembali memberikan Rina nasihat.


"Besok aku akan datang ke rumah Rangga, sekali lagi terimakasih ya Sis, kamu adalah sahabat terbaikku." ucap Rina seraya memeluk Siska kembali.


******


Bersambung✍️


Beri Like dan Komentar ya, di tunggu terimakasih 🙂🙂🙂

__ADS_1


__ADS_2