Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Ingatan Adi


__ADS_3

Rina dan Rangga sudah kembali ke ruang tamu, semua sangat bahagia melihat sepasang kekasih ini sekarang sudah bersatu lagi.


Rangga memberitahu bahwa pernikahan akan berlangsung dalam Minggu depan. Rangga sudah mengurus semua persyaratannya mulai dari RT, RW sampe ke KUA. Masalah resepsi Rangga menyerahkan kepada Mega karena memang Mega memiliki Wedding Organizer.


Rina mendekati Mega, mereka saling bercerita satu sama lain, Mega juga menceritakan bahwa Rangga menghubunginya untuk membantunya agar bisa menjebak Angga. Pada akhirnya kini Rina sudah merasa lega karena Angga sudah berhasil di jebloskan ke dalam penjara.


"Terimakasih ya Mega, karena kamu mau menolong aku dan Rangga." tutur Rina.


"Iya Rin, kita kan sahabat, aku lakukan ini semua karena Rangga yang meminta." tutur Mega menjawab dengan memicingkan senyum kecil, seperti tersirat sesuatu.


"Siska juga ikut bantu aku Rin, kalau tidak, mungkin Angga sudah tahu semua rencana aku." imbuh Mega.


"Iya Rin, tadinya aku tidak menyangka tapi ternyata Mega melakukan ini untuk membantu kamu, aku ingat surat yang kamu tinggalkan saat kamu pergi sebulan yang lalu. tutur Siska menerangkan.


"Sekarang semua udah berlalu, sudah saatnya kamu bahagia Rin, lupain semua yang sudah terjadi, sekarang masa depan kamu adalah kamu harus bahagia dengan Rangga, aku bersyukur kamu tidak mengalami apa yang aku rasakan harus di tinggal calon suamiku yang meninggal dalam kecelakaan 2 tahun yang lalu." imbuh Siska yang mulai mengusap air matanya.


Adi yang mendengarnya sontak terkejut, ia langsung menoleh melihat Siska.

__ADS_1


"Berarti benar, pantas saja aku seperti mengenal perempuan itu, aku ingat sekarang." gumam Adi.


Flashback ON


Rumah Sakit Elang.


Terlihat Adi datang dengan tergesa-gesa menuju IGD rumah sakit. Setelah sampai di depan IGD, Adi menunggu dengan gelisah kabar dari Dokter tentang bagaimana keadaan Sarah yang saat ini sedang dalam penanganan.


30 menit kemudian.


"Dokter, bagaimana kabar istri saya, Dok." ujar Adi bertanya.


"Maaf Pak, kami sudah melakukan upaya dengan maksimal, namun istri Bapak saat ini kondisinya kritis Pak, Bapak harus kuat dan tabah ya Pak." ujar Dokter memberitahu.


"Dokter tolong Dok! Lakukan yang terbaik agar Istri saya bisa selamat." ujar Adi.


"Kami sudah berusaha Pak, namun semua ini karena istri Bapak terlambat dibawa ke rumah sakit jadi penanganan yang terlambat berakibat fatal untuk kondisinya Pak, saya turut prihatin dan untuk kondisi yang laki-laki saya sangat menyesal kami tidak bisa menyelamatkannya." tutur Dokter memberitahu.

__ADS_1


"Maksudnya Dokter, bukannya Istri saya sendiri di dalam mobilnya, Dok?" tanya Adi sangat terkejut.


"Saya kurang tahu mengenai hal itu Pak, tapi menurut catatan pasien di sini, mereka adalah korban kecelakaan dimana melibatkan 3 kendaraan, 2 mobil dan 1 motor, yang pengendara motor sudah meninggal dunia di tempat Pak." tutur Dokter memberi informasi.


"Baik Dok, terima kasih informasinya." ucap Adi tak menyangka mengetahui istrinya ternyata di dalam mobil berdua dengan seorang laki-laki.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak." ucap Dokter seraya bergegas pergi.


"Baik Dok, terima kasih." kata Adi.


"Apa kamu mengkhianati aku Sarah? Siapa laki-laki itu Sarah?" gumam Adi dengan sangat piluh.


Kaki Adi sekejap berubah seperti jeli yang tidak dapat menopang tubuhnya, ia pun terduduk lesu meratapi semua kenyataan yang ada.


******


Bersambung✍️

__ADS_1


__ADS_2