Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Kondisi Rina


__ADS_3

Semua pengguna jalan berusaha menyelamatkan Rina, mencoba untuk mengeluarkan Rina dari dalam mobilnya dan ada juga yang sudah menghubungi mobil ambulance untuk segera datang.


Rina yang sudah tidak sadarkan diri serta kondisi mobil yang rusak parah membuat beberapa orang kesulitan untuk mengevakuasi Rina untuk keluar dari dalam mobilnya.


Dalam Mobil Rangga


"Rin, sabar ya aku menuju rumah kamu Rin." gumam Rangga.


Mega yang sudah sejak lama melihat Rangga, sangat cemburu sekali karena Rangga saat ini ada bersamanya tapi hati dan pikirannya hanya untuk Rina. Keadaan jalan berubah menjadi padat.


"Ya ampun macet lagi, kenapa sih tumben banget di sini macet kaya gini?" ujar Rangga kesal.


"Sabar Rangga bisa aja ada apa gitu di depan sana, sebentar aku coba tanya sama pedagang asongan yang lewat." ujar Mega seraya membuka kacanya.


"Pak, mau nanya itu macet di depan ada apa ya Pak?" tanya Mega.


"Oh itu Neng, ada kecelakaan tabrakan Neng, mobil di tabrak truk." jawab pedagang asongan.


"Oke Pak, makasih ya." jawab Mega dengan sopan.


"Tuh ada kecelakaan Rangga, udah kamu sabar aja." ujar Mega.

__ADS_1


Rangga terlihat sangat kesal dengan keadaan lalu lintas yang padat, padahal ia sudah tidak sabar untuk bisa bertemu dengan Rina.


Terlihat juga mobil ambulance sudah datang dan keadaan lalu lintasnya mulai berangsur renggang.


Mobil Rangga pun melewati tempat kecelakaan yang berada di sebelah kiri Rangga. Mega yang tanpa sengaja melihat mobil Rina yang sudah hancur dengan plat nomor yang Mega kenali itu memang milik Rina. Mega dengan cepat langsung segera menutupi pandangan Rangga dengan merubah posisi duduknya, agar Rangga tidak bisa melihat ke arah tempat kecelakaan itu.


"Ternyata kecelakaan itu menimpa Rina, kasihan kamu Rina, cemburu dan rasa sakit membuat kamu sampai tidak fokus mengendarai mobilmu." gumam Mega memicingkan senyumannya.


"Rangga tidak boleh tahu kalau Rina kecelakaan." imbuh Mega hatinya.


Tiba-tiba terbesit suatu ide dipikiran Mega.


"Aku punya rencana untuk memisahkan Rangga dan Rina." sambung Mega dalam hatinya.


****


"Rangga makasih ya tumpangannya, kamu hati-hati ya." ujar Mega dengan melambaikan tangannya.


"Iya Mega, kamu juga ya hati - hati." jawab Rangga membalas.


Mega terus melihat mobil Rangga, ia memastikan agar mobil Rangga jauh meninggalkannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Sekarang udah aman." ujar Mega.


Dengan bergegas Mega pun memberhentikan taksi dan segera masuk ke dalam taksi tersebut, taksi dengan cepat melaju menuju rumah sakit tempat Rina dibawa. Mega sempat melihat ambulance yang tadi ada di tempat kecelakaan, di ambulance itu tertulis Rumah Sakit Berlian.


20 menit kemudian


Tibalah Mega di lobi Rumah Sakit Berlian. Ia menuju resepsionis untuk menanyakan korban kecelakaan yang baru saja tiba di rumah sakit ini.


"Ada Mba, pasien atas nama Rina ya? sesuai dari KTP yang di temukan di tasnya." ujar Resepsionis.


"Iya betul Mba, saya saudaranya." ucap Mega.


"Kalau begitu Mba silahkan menunggu di depan ruang IGD, pasien saat ini sedang kritis kondisinya dan sekarang dalam penanganan Dokter, Mba." ujar Resepsionis menerangkan.


"Rina kritis." gumam Mega yang tersenyum kecil karena senang mendengarnya.


Mega pun menuju ruang IGD, namun tanpa Mega sadari seseorang ternyata sudah mengikutinya sejak tadi.


"Apa! Kak Rina kecelakaan, jadi kecelakaan yang tadi aku lihat itu Kak Rina." Lisa terkejut.


"Apa maksud Kak Mega tidak memberitahu Kak Rangga, kenapa dia ke sini sendirian?" tanya Lisa dalam hatinya kesal.

__ADS_1


****


Bersambung✍️


__ADS_2