Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Cerita Viska dan Ryan


__ADS_3

Mereka bertiga kelihatan sangat seru dengan perbincangannya. Viska menceritakan bagaimana awalnya mereka sampai bisa pacaran. Satu pertolongan dari Ryan membuat Viska pada akhirnya mengerti bahwa kenyamanannya bersama Ryan bukan hanya sebatas sekedar sahabat melainkan, ia ingin lebih dari itu.


Flashback ON


Di sebuah Supermarket.


Viska sedang berbelanja untuk kebutuhannya di setiap awal Bulan. Setelah cukup lama berkeliling untuk mencari semua kebutuhan yang ia inginkan, Viska segera menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Sesampainya di depan kasir, terlihat antrian yang sudah cukup panjang.


"Wah! Antriannya, maklum aja ya, namanya awal Bulan." ujar Viska yang sangat bete melihat antrian yang sudah mengular panjang.


Setelah beberapa lama mengantri, tibalah Viska sudah berada diantrian paling depan. Viska pun memulai meletakkan semua barang-barang yang ada di keranjangnya untuk di barcode terlebih dahulu, setelah semua barang-barang di keranjang yang Viska bawa kosong, Viska membuka tasnya untuk mengambil dompetnya, namun Viska sangat terkejut, ketika ia tidak menemukan dompetnya di dalam tas yang ia bawa, Viska pun berusaha mengingat kembali sewaktu masih di rumah sebelum berangkat menuju Supermarket.

__ADS_1


"Ya ampun, dompetnya ketinggalan di tas yang satunya." gumam Viska panik.


"Gara-gara tadi sebelum berangkat tuker tas jadi ketinggalan deh ini, gimana ya aku bisa bayar semuanya, mana ini udah di scan semua lagi?" batin Viska sangat panik.


Viska yang panik, menoleh kiri dan kanan sangat kebingungan, ia tak menyangka bahwa dompetnya tertinggal.


"Aku bisa malu nih, mana antrian panjang lagi." batin Viska pasrah.


Di saat Viska sudah buntu tidak dapat melakukan apa-apa lagi, ia pun bersiap untuk menahan malunya, tiba-tiba Ryan yang tidak Viska sangka datang menyelamatkannya.


"Apa! Sejak kapan aku sama Ryan punya anak? tanya Viska dalam hatinya.

__ADS_1


Viska terlihat sangat bingung, tapi ia melihat tangan Ryan seolah memberikan kode yang mengisyaratkan bahwa keadaan sudah aman. Viska pun hanya bisa mengikuti semua sandiwara yang di lakukan oleh Ryan.


Kasir mengambil susu yang sudah Ryan berikan dan menyebutkan semua total belanja yang harus di bayarkan. Ryan pun langsung mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayarnya. Viska menjadi sangat lega dan ia hanya bisa menatap Ryan dengan sangat kagum, seperti seorang pahlawan yang telah menyelamatkan harga dirinya.


Sejak itulah hubungan Ryan dan Viska menjadi sangat dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersama, traveling bersama dan sampai pada akhirnya Ryan memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Viska. Viska sangat bahagia mendengarnya tanpa berpikir lama, ia langsung menerima cinta Ryan karena memang Viska juga mempunyai perasaan yang sama. Walaupun Viska tahu bahwa ia harus melakukan hal yang berat jika ia menjadi pacar Ryan, yaitu menyapu halaman kantornya yg lama sesuai dengan yang pernah ia ucapkan sewaktu di kantor Angga.


Flashback OFF


Rina yang mendengar semua itu, ikut merasakan kebahagiaan kedua sahabatnya itu, namun di dalam pikirannya kembali terlintas kenangan-kenangan bersama Rangga. Kisah Rina dengan Rangga sama seperti kisah Viska dan Ryan, sama-sama di awali oleh persahabatan. Persahabatan yang pada akhirnya merasakan sebuah kenyamanan.


Perbincangan yang panjang membuat perjalanan pulang ke Jakarta menjadi sangat tidak terasa, sampai pada akhirnya mereka pun tiba di Stasiun Gambir, Jakarta.

__ADS_1


*****


Bersambung✍️


__ADS_2