Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Kebaikan Hati Siska


__ADS_3

Dalam perjalanan.


"Aku harus bantu Rina, bagaimana pun dia sahabatku." gumam Siska.


Drrret-drrret-drrret


Di layar handphone Siska tampak Angga menghubungi.


"Halo pak?" ujar Siska menjawab.


"Besok kamu sudah kembali bekerja jangan lupa, siapkan semua file yang kita butuhkan untuk rapat besok pagi, aku sudah mengirim email semua data," kata Angga.


"Baik Pak." sahut Siska.


"Andai Pak Angga melamar aku, aku tidak akan berpikir dua kali untuk menerimanya, tapi kenapa harus Rina? Aku harus cari tahu alasannya." gumam Siska.


*****


Keesokan harinya.


__ADS_1


Siska pun tiba di Kantornya, namun meeting yang akan berlangsung pagi ini, batal di karenakan Angga yang mendadak masuk rumah sakit. Angga di diagnosis mengalami gejala tipes karena kelelahan juga asam lambung yang tinggi di karenakan pola makan yang tidak teratur saat bekerja. Siska langsung menuju Rumah Sakit Berlian tempat Angga dirawat.


30 menit kemudian.


Siska tiba di rumah sakit, ia segera menuju ruangan Angga dirawat.


Di dalam ruang rawat.


Siska yang sudah masuk ke ruangan Angga, lalu menghampirinya secara perlahan, ia takut membangunkannya karena Siska melihat Angga tertidur walau dengan membelakanginya. Siska pun duduk di samping tempat tidur Angga, ia pun sangat sedih melihat kondisi Angga yang sakit seperti ini.


"Angga, harusnya kamu tuh jaga kesehatan, kerja jangan terlalu di paksakan, sampai lupa makan dan istirahat, aku sedih ngelihat kamu begini, cepat sembuh ya Angga, walau kamu selalu cuek sama aku tapi tanpa kamu sadari aku tuh selalu peduli sama kamu." ujar Siska lirih.


Tanpa disadari sebenarnya Angga tidaklah tidur seperti yang Siska kira, Angga yang mendengar semua itu terasa hatinya mulai terketuk dengan perhatian Siska yang tulus.


Angga mengingat Siska yang selalu memesankan makan siangnya lewat aplikasi online, terkadang Siska juga membawa masakannya sendiri dari rumah untuk aku di kantor.


"Aku bodoh mencari yang belum tentu tulus denganku, sedangkan yang di depan mata malah aku abaikan." gumam Angga.


"Tapi dendam ini harus aku lanjutkan sampai tuntas, agar keluarga Adi merasakan perihnya sebuah kehilangan." gumam Angga


Siska pun memutuskan untuk menunggu di samping Angga sampai Angga terbangun, karena ia tahu Angga adalah anak satu-satunya dari keluarga Riansyah dan kedua orang tua Angga saat ini sedang tidak berada di Jakarta, maka itu Siska tidak mau Angga merasakan kesepian di saat ia di rawat seperti ini. Siska pun sampai tertidur di samping Angga, Angga yang mengetahui Siska sudah tertidur, ia pun segera berbalik menghadap Siska.

__ADS_1


"Aku tuh selalu cuek sama kamu, tapi kamu selalu peduli sama aku, aku selalu dingin sama kamu, tapi kamu selalu perhatian sama aku." ujar Angga dengan pelan.


"Wanita macam apa kamu ini? Apa ini yang di namakan ketulusan." imbuh Angga menambahkan.


Tangan Angga pun membelai rambut Siska dengan perlahan.


"Ternyata Siska itu cantik banget ya." gumam Angga terpesona.


Siska yang mulai merasakan ada sentuhan di rambutnya mulai bergeming hingga akhirnya ia pun terbangun. Angga yang mengetahui Siska mulai terbangun dengan sekejap melepaskan tangannya dari rambutnya Siska, ia pun kembali dengan sandiwaranya untuk tidur.


"Aku ketiduran." ujar Siska seraya memandang Angga yang ternyata masih tertidur.


"Tapi tadi aku seperti merasa Angga memegang dan mengurai rambutku, apa itu hanya mimpi ya." ujar Siska dengan pelan.


"Siska jangan bodoh ah, gak mungkin Angga seperti itu ke kamu, dia kan orangnya cuek juga dingin ke aku." ujar Siska merutuki pikirannya yang mustahil terjadi.


Di sisi lain Angga yang mendengar hal tersebut, merasa lucu telah membohongi Siska seperti ini.


"Maafin aku ya Siska, selama ini aku sudah bersikap dingin terhadap orang yang tulus terhadap aku, tapi maafkan aku, dendam tetaplah dendam, aku harus membalas terlebih dahulu dendam ini agar keluarga Adi Pratama merasakan bagaimana rasanya kehilangan." gumam Angga.


*****

__ADS_1


Bersambung✍️


__ADS_2