
30 menit sudah mereka hanya terdiam tanpa kata. Sementara itu semua yang berada di bawah sudah menunggu terlalu lama, hingga membuat Siska berinisiatif untuk menyusul Rangga untuk mencoba membantu meyakinkan Rina. Siska pun menuju ke kamar Rina di ikuti oleh Mega.
Sesampainya di atas, Siska dan Mega melihat Rangga yang terduduk diam di depan pintu kamar Rina.
"Rangga, gimana?" ujar Siska bertanya.
"Rina belum juga bukain pintu Ngga?" tanya Mega.
"Coba sini aku coba ngomong sama Rina." sambung Siska.
Rangga pun bangun dari duduknya dan memberikan ruang untuk Siska agar bisa bicara dengan Rina.
"Rin ini aku Siska, bukain pintunya Rin, jangan begini, aku ngerti perasaan kamu tapi coba kamu pikirin deh, kamu tuh udah lama banget berpisah dari Rangga masa sekarang kamu harus begini Rin." ucap Siska mencoba meluluhkan Rina.
Rina pun tetap tak menjawab. Mereka pun jadi sangat khawatir akan keadaan Rina di dalam, Mega mencoba melakukan hal yang sama seperti Siska tapi tetap saja Rina tidak menjawab, hingga akhirnya Vara datang menghampiri mereka dan berusaha bicara dengan Kakaknya.
"Kak Rina, biarin aku masuk untuk nemenin Kakak di dalam Kak." ucap Vara yang mencoba membuka pintunya.
"Lah ini pintunya gak di kunci kok Kak, ini ke buka." ujar Vara memberitahu pada Mega, Siska dan Rangga.
__ADS_1
"Gimana sih Rangga, dari tadi kenapa gak di buka aja pintunya." ucap Siska tertawa.
Suasana berubah sedikit menjadi cair, Mega pun merasa lucu karena tahu ternyata pintunya tidak Rina kunci.
"Ya ampun tahu begitu mah kita masuk aja ya." ujar Mega.
Mereka pun masuk ke dalam kamar Rina, tapi mereka sangat terkejut karena Rina tidak ada di kamarnya. Vara dan Siska sangat panik karena ia takut kejadian yang dulu terulang lagi saat Rina pergi meninggalkan rumah.
"Rina pasti tidak jauh, aku akan mengejarnya." ucap Rangga.
Rangga berlari keluar kamar Rina, ia bermaksud mencari ke arah luar rumah. Sementara yang lain masih sibuk mencari sekitar kamar.
"Kakak sudah janji sama aku, kenapa Kakak pergi lagi Kak." ujar Vara sedih.
"Kamu jangan panik ya Vara, kita berdoa aja semoga Rangga bisa nemuin dan bawa Rina kembali pulang." ucap Mega menenangkan Vara.
Rangga yang berlari keluar Rumah di ikuti oleh Lisa, Yoga, Viska dan Ryan yang menyebar membantu mencari Rina, Bi Imah dan Adi pun berusaha mencari Rina. Mereka sangat panik dan tidak menyangka bahwa semua akan jadi seperti ini, tadinya mereka pikir kejutan ini akan membuat Rina bahagia namun sekarang Rina lah yang membuat mereka terkejut.
Mega dan Siska keluar dari kamar Rina untuk mencari Rina keluar rumah karena mereka tidak menemukan Rina di dalam kamar. Vara yang terdiam di sana seperti mendengar suara dari dalam lemari, Vara pun menghampiri lemari itu. Vara membuka lemari dengan perlahan, ia pun terkejut karena ternyata Rina berada di sana.
__ADS_1
"Kakak, orang-orang pada khawatir sama Kakak, tapi Kakak malah ngumpet." ucap Vara.
"Hehehe biarin aja udah kamu keluar kamar tutup lagi pintunya ya, jangan kasih tahu Rangga Kakak ada di kamar." ucap Rina sambil tersenyum.
Vara pun mengikuti permintaan Rina, ia pun bersandiwara seolah belum bertemu dengan Rina.
20 menit kemudian.
Mereka pun sangat kecewa tidak bisa menemukan Rina, semua tertunduk lesu. Vara yang melihat Rangga penuh kesedihan akhirnya tidak tega dan Vara pun menghampiri Rangga. Vara berbisik kepada Rangga.
"Kakak, Kak Rina ada di dalam lemari pakaiannya, sekarang dia masih ada di kamar." bisik Vara.
Rangga pun tertawa dalam hatinya agar yang lain tidak mengetahuinya.
"Dasar kamu Rin, maen tak umpet gitu maksudnya." gumam Rangga teringat permainannya yang sering ia lakukan saat SMA dulu dengan Rina.
Rangga pun bergegas ke atas kembali ke kamar Rina.
*****
__ADS_1
Bersambung✍️