Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Hampir Bertemu


__ADS_3

Mall di Jakarta.


Sesampainya diparkiran mobil, Angga mengambil handphone dari sakunya, ia lalu menelepon seseorang.


"Halo, aku sudah sampai. Kamu dimana?" tanya Angga.


"Oke, tunggu di sana ya!" titah Angga seraya menutup teleponnya.


Angga mengajak Rina untuk turun dari mobilnya, mereka pun segera masuk ke dalam mall.


"Sebenarnya siapa yang akan aku temui ini ya?" tanya Rina dalam hatinya.


Namun dari kejauhan, seorang laki-laki terus mengamati Rina dengan sorot mata yang tajam. Laki-laki itu turun dari motornya dan ikut masuk ke dalam mall.


Cafe di dalam mall.


Seorang wanita sudah terlihat duduk seorang diri dengan meja yang sudah penuh dengan makanan yang dipesannya.



****


Seorang laki-laki misterius yang sedang mengikuti Rina, terlihat mengangkat telepon dari seseorang.


"Halo, Bu," jawab laki-laki misterius.


"Hari ini aku ingin kamu menghabisi Rina jangan sampai tidak!" pinta wanita kepada laki-laki misterius.


"Baik Bu." jawabnya singkat.


****


Angga sudah memasuki area cafe, ia menoleh ke kiri dan kanan mencari keberadaan wanita yang sudah janji bertemu dengannya. Rina yang melihatnya semakin penasaran dengan sosok wanita yang akan ia temui.

__ADS_1


"Rina, sebelah sini!" seru seorang wanita.


Rina menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Ia sangat kaget bahwa wanita itu adalah Siska, Rina segera menghampirinya diikuti oleh Angga di belakangnya.


Siska beranjak dari duduknya, ia langsung memeluk Rina dengan erat melepaskan rasa rindu kepada sahabatnya.


"Aku kangen banget sama kamu, kamu itu kemana aja." tutur Siska seraya melepas pelukannya.


"Iya Siska, aku juga kangen sama kamu." jawab Rina sambil duduk di kursinya.


"Aku sudah mendengar semua dari Angga, ternyata kalian Kakak beradik ya, aku gak nyangka banget." tutur Siska, sambil menutupi kejahatan yang Angga lakukan waktu dulu pernah memerkosa Rina.


"Iya aku juga gak nyangka banget, aku bisa jeblosin Kakak aku sendiri ke dalam penjara." celetuk Rina heran.


Angga yang sedang menyeruput minumannya, sontak kaget hingga membuatnya tersedak.


"Waktu itu kamu hanya salah paham Rin, sudah jangan bahas itu lagi ya." ujar Angga menutupi kebenarannya.


Mereka pun menikmati makan siangnya.


Sementara itu di meja yang tidak jauh dari tempat Rina berada, terlihat sosok laki-laki misterius terus mengamati Rina.


****


Sebuah butik di mall yang sama.


Viona terlihat sedang mencoba beberapa pakaian, hingga akhirnya ia merasa lelah tidak ada satu pakaian pun yang cocok untuk dirinya, walau sebenarnya koleksi pakaian di sini bagus-bagus, hanya saja Viona terlalu selektif dalam memilih.


Rangga terlihat mulai jenuh melihat Viona mencoba pakaian berulang-ulang.


"Sudah itu saja kamu, kamu jadi terlihat cantik." puji Rangga bermaksud agar kejenuhannya bisa segera berakhir dan ia segera pulang.


Hati Viona berbunga-bunga mendengar pujian dari Rangga.

__ADS_1



"Benar bagus yang ini Rangga?" tanya Viona.


"Iya itu luar biasa bagus." jawab Rangga singkat dengan senyum palsunya.


Viona akhirnya mengikuti yang Rangga katakan, setelah membeli satu pakaian Viona mengajak Rangga ke sebuah cafe tempat yang sama dengan Angga dan Rina berada.


Rangga mengikuti Viona masuk ke dalam cafe.


(Padahal selangkah lagi Rangga sudah bisa melihat Rina).


Namun tiba-tiba Rangga menghentikan langkahnya. Rangga teringat kunci mobilnya tertinggal di butik tadi tempat Viona membeli pakaian.


"Vio, kunci mobilnya ketinggalan di butik tadi, kamu mau tunggu di cafe aja apa ikut aku ambil kunci mobil." tutur Rangga memberi pilihan.


"Aku di cafe ini aja, nanti kamu ke sini lagi ya, sekalian aku pesanin kamu makanan ya." jawab Viona.


Rangga pun berlalu dengan cepat. Sementara Viona kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam cafe. Ia melewati meja dimana Rina terlihat duduk di sana.


Laki-laki misterius yang terus mengamati Rina, sejenak mengalihkan pandangannya ke arah Viona yang baru saja tiba. Ia pun teringat akan satu kejadian saat di Australia.


"Wanita itu yang sudah menggagalkan rencanaku untuk membunuh Victoria waktu di Australia," gumam laki-laki tersebut sangat kesal mengingatnya.


"Karena dia Victoria masih hidup dan itu adalah kegagalanku yang pertama." imbuhnya geram sembari mengepalkan tangannya lalu menghentakkan ke tangannya satu lagi.



*****


Bersambung✍️


Ikuti terus kisah selanjutnya ya.

__ADS_1


Tinggalkan jejak like dan komentarnya.


Terima kasih. 😍😊🤗


__ADS_2