Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
S2 Rina Bebas


__ADS_3

Selamat membaca!


Di tengah keseriusan Andrean mendengar semua rencana Ranveer, tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia langsung mengangkatnya setelah mengambil ponsel dari saku jaketnya.


"Halo,"


"Andrean, ini aku Angga,"


"Ada apa meneleponku?"


"Aku datang untuk menjemput Adikku,"


Untuk apa Angga datang ke tempat ini, jika ia hanya akan menyusahkanku saja.


"Saat ini Rina di culik oleh seorang Mafia berbahaya di India, aku sedang berusaha untuk menyelamatkannya,"


Angga sontak terkejut mendengar kabar Andrean.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?"


"Cari hotel di daerah Mumbai dan tunggu aku mengantar Rina ke sana, aku akan kirimkan melalui WhatsApp share live lokasi dimana aku berada saat ini, jika dalam waktu 8 jam tidak ada pergerakan di titik lokasiku, berarti aku gagal menyelamatkan Rina,"


"Baik, aku mengerti! Aku akan terus pantau perkembangannya,"


Angga sadar bahwa ia tak bisa berbuat banyak, terlebih menghadapi mafia yang dikatakan Andrean sangat berbahaya, jika bagi pengawal Raj ini hal biasa, namun tidak bagi Angga yang mulai berkeringat bahkan sampai sulit menelan salivanya sendiri, mengetahui kalau Rina saat ini sedang dalam bahaya.


Semoga Andrean dapat menyelamatkan Rina.


Angga terdiam sambil menghela napasnya kasar, ia masih terlihat memainkan ponsel di jemarinya.


Andrean segera mengirim share live lokasinya melalui WhatsApp, setelah itu ia kembali mendengarkan strategi yang sedang Ranveer bicarakan.


"Arkhan, aku tahu keadaanmu sedang tidak baik saat ini, tapi keahlianmu dalam menembak jarak jauh, sangat aku butuhkan, kau lihat pohon di sisi kanan itu, batangnya terlihat besar, naiklah ke sana, kau bertugas melindungi kami ketika kami kembali ke sini,"


Arkhan mengiyakan perintah Ranveer, dengan membawa senapannya ia beranjak menuju pohon yang ditunjuk oleh Ranveer.


Sahid terlihat menautkan kedua alisnya, ia tak sabar segera beraksi.


"Lama sekali kau Ranveer, aku sudah gatal ingin segera meratakan bangunan itu,"


Sahid geram dengan sorot mata tajamnya.


"Kau tidak berubah Sahid," sindir Ranveer melirik dengan sudut matanya.


"Sahid, dengarkan aku! Kau buat di titik yang aku tunjuk ini beberapa ledakan, lihat hutan di sebelah kiri itu,"


Ranveer menunjuk dengan tangannya ke arah hutan yang di maksud, semua pun menoleh mengikuti arah telunjuk Ranveer..


"Suara ledakan itu akan memancing semua orang yang berjaga di sisi kiri, saat penjagaan mulai lengah karena ledakan bom yang Sahid ciptakan, saat itulah Ajay menyusup masuk untuk membebaskan Rina, ingat Ajay tunjukan kalau kau memang penyusup no 1 di India," ujar Ranveer terkekeh melihat Ajay yang menunjukkan wajah datarnya, seolah misi yang sedang mereka jalani ini hanya sebuah permainan.


Ranveer menajamkan matanya menatap Ajay, dari pandangannya ia meminta Ajay untuk tidak menyepelekan misinya kali ini.


Ajay berdecit sambil membuang salivanya.

__ADS_1


"Jika hanya itu kau tidak usah khawatir, aku akan bawa Rina ke tempat ini dalam 25 menit, setelah aku masuk," tutur Ajay yang sudah bersiap dengan pakaian serba hitamnya, menyamar di kegelapan agar tak mudah terlihat.


Ranveer selesai menjelaskan rencana terakhirnya kepada semuanya, ia memberikan komando agar semua yang sudah mendapatkan instruksinya langsung bergerak menjalankan rencananya.


"Andrean tetaplah di sini, pantau keadaan di sini bersamaku, kita akan menyerang ketika Damraj keluar dari persembunyiannya,"


Andrean menoleh melihat Ranveer, ia menyetujui segala rencana yang telah di susun Ranveer. Pandangan mereka kini fokus mengamati langkah pertama yang akan di jalani oleh Sahid sang ahli peledak. Terlihat Ajay sudah lebih dekat menyeruak di pepohonan bersiap untuk masuk, menunggu kode ledakan dari Sahid.


Sebelum rencana Ranveer berjalan, ia memerintahkan kepada semuanya untuk memakai jaket anti peluru yang sudah ia persiapkan di tas ranselnya.


🍁🍁🍁


Sahid sudah berada di hutan, tempat yang agak terpisah dari tempat Andrean dan Ranveer berada, ia sedang menanam beberapa peledak yang ia keluarkan dari koper yang dibawanya.


"Aku rasa ini cukup, aku tidak mau membuang bomku terlalu banyak, benar kata Ajay ini layaknya sebuah permainan,"


Desah Sahid yang juga meremehkan anak buah Damraj.


Sahid dan Ajay tergabung dalam pasukan elite khusus PBB, namun karena suatu hal mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke India dan memilih bekerja sebagai pengawal Raj. Maka itu menghadapi misi yang seperti ini, bagi mereka sangatlah ringan, semudah mengedipkan sebelah matanya.


Sahid sudah bersiap mengatur waktu pada ke 5 bom yang sudah ia letakkan di lima titik yang berbeda. Sahid menjaga jarak dari radius ledakan bomnya, sebagai aba-aba ia akan memulai membuat suara gaduh di dalam hutan.


Bom pun meledak, suara bom menggema memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya, membuat semua pengawal Damraj siap siaga untuk menerima kedatangan tamu istimewanya.


"Mereka datang, bersiap jangan sampai lengah karena aku tahu Raj bukan orang biasa, dia orang yang penuh kejutan,"


Damraj memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk siaga.


"Bunuh siapapun yang kalian lihat!" titah Damraj dengan sorot matanya yang begitu tajam.


Kelima orang yang dilengkapi dengan senapan dan ada juga yang membawa pistol juga pedang panjang.


Sahid nampak dari kabut asap yang tercipta karena efek ledakan bomnya. Satu persatu ia lumpuhkan dengan mudah tanpa mengeluarkan keringat setetes pun. Namun saat satu orang di belakangnya ingin menebas lehernya, tiba-tiba suara senapan menembus si pemegang pedang hingga membuatnya langsung mati tanpa mengeluh.


Sahid terhenyak kaget, karena lesatan peluru seperti melintas 1 milimeter di atas bahunya. Sahid langsung menoleh ke arah pohon yang letaknya jauh di atas tebing, dimana Arkhan memberikan kode agar Sahid lebih berhati-hati dan tidak lengah menghadapi musuh yang ada.


Cih, memalukan hampir saja leherku tertebas.


Setelah penjagaan di sisi kiri menjadi renggang, giliran Ajay yang masuk menyusup melewati setiap deteksi keamanan yang terpasang di setiap sudut pintu dan jendela, dengan mudah Ajay masuk mendekati penjara, tiba-tiba suara langkah kaki penjaga terdengar mendekatinya, Ajay sedikit lagi akan ketahuan, namun dengan cepat ia naik ke atas eternit dengan menapaki pijakan besi pada lemari yang terdapat di sudut ruangan, Ajay kini sudah aman bersembunyi di atas, ia mulai merayap menuju arah penjara.


"Sebentar lagi Ajay akan segera menyelamatkan Rina," ujar Ranveer yang selalu mengamati dengan kacamatanya.


🍁🍁🍁


Di balik jeruji besi.


"Suara ledakan apa itu?"


"Apa yang sedang terjadi sebenarnya?"


Kata Rina dengan wajah yang begitu heran, berada di situasi yang ia sendiri tidak tahu.


Rina meringkuk di dasar lantai dengan raut wajah yang menyedihkan memikirkan hidupnya.

__ADS_1


Mungkinkah ini akhir dari hidupku.


Tangisan Rina semakin berderai membasahi wajahnya. Rasa sesak yang begitu menusuk di dadanya membuat napasnya terengah.


"Sudah jangan menangis lagi, ini kuberikan sapu tangan untukmu, usap air matamu, lalu kita pergi dari sini." tutur Ajay yang sudah duduk di samping Rina.


Rina terperanjat kaget setengah mati, seketika ia memegangi jantungnya yang hampir copot, dahinya berkeringat dengan mata yang membulat besar melihat di sampingnya kini sudah ada seorang Pria, dengan menyodorkan sapu tangannya.


"Sejak kapan kamu berada di sini?"


Rina menoleh melihat gembok jeruji besi yang masih gagah terkunci.


Darimana kamu bisa masuk ke penjara ini?


Ajay hanya tersenyum tak menjawab semua pertanyaan Rina.


Walau di sisi lain hati Rina menjadi lega, namun ia masih belum mengetahui siapa Pria ini sebenarnya dan apa tujuannya.


"Kamu belum jawab pertanyaanku, darimana kamu masuk?" suara Rina mulai mengeras.


Ajay hanya tersenyum kecil dan menunjukan tangannya ke atas untuk menjawab pertanyaan Rina.


Rina mendongakkan kepalanya, melihat ke arah tangan Ajay, yang menunjuk ke atas, terlihat lubang dari eternit yang terbuka.


"Jadi kamu masuk lewat situ, terus bagaimana caranya aku dapat memanjat lubang eternit yang setinggi itu," keluh Rina terperangah dengan cara Ajay masuk ke dalam penjara.


"Coba saja gapai ujung eternitnya pasti kau bisa naik ke atas sana," ucap Ajay bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati pintu penjara.


Rina berusaha melompat menggapai ujung eternit, namun karena terlalu tinggi, yang Rina genggam hanya angin saja.


Tak berapa lama saat Rina mulai terengah karena terlalu banyak melompat, suara Ajay terdengar memanggilnya, Rina berhenti melompat, ia putar tubuhnya untuk menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


Rina membulatkan matanya melihat pintu penjara saat ini sudah terbuka lebar. Rina seketika kaget, ia mengerucutkan bibirnya dengan menautkan kedua alisnya, karena seolah ia dipermainkan oleh Ajay.


Ajay mengayunkan tangannya sebagai perintah agar Rina segera melangkah keluar dari penjara sebelum ia menguncinya kembali.


Rina melangkah cepat untuk keluar dari penjara.


Ajay tersenyum kecil melihat langkah lucu Rina.


Pantas Andrean mau berjuang untuk wanita ini.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Ikuti terus kisah Cinta Amnesia selanjutnya, berikan like dan komentar kalian. πŸ˜ŠπŸ€—πŸ˜˜


Sambil nunggu up, yuk kepoin novel sahabat author yang lainnya.


🌹 Istri Kedua Tuan Krisna - Syala Yaya


__ADS_1


🌹 Wanita Simpanan Bryan - Mechan



__ADS_2