
Rangga yang sudah mendapatkan kabar dari Mega, langsung menuju Jakarta. Ia berniat untuk menemui Rina dan membuka rahasia kematiannya yang selama ini ia sembunyikan.
"Aku kembali Rin, tunggu aku." gumam Rangga sambil melihat foto Rina di handphonenya.
*******
Di rumah Angga.
Angga yang sudah tiba di rumahnya tampak melihat ada beberapa mobil yang sudah terparkir, Angga pun memasuki rumahnya.
Setelah memasuki rumah, Angga sudah di sambut oleh Edo yang memang sudah menunggu kedatangannya. Angga yang melihat Edo menjadi geram, ia teringat apa yang dilakukan oleh Edo beberapa Tahun yang lalu saat merebut Risa darinya padahal saat itu Risa sudah menjadi tunangan Angga walaupun memang belum secara resmi. Edo mencoba mencairkan suasana, ia terus berusaha agar Angga dapat melupakan masalah itu, namun karena Angga tipe orang yang pendendam membuatnya tak bisa begitu saja melupakan segala apa yang di lakukan Edo.
Walau begitu Angga tak bisa sama sekali membuat perhitungan dengan Edo karena Edo satu-satunya orang yang tahu rahasia Angga yang sudah menabrak mobil Sarah dua Tahun yang lalu dan itu sampai mengakibatkan Sarah meninggal.
Jadi mau bagaimanapun Angga masih menahan diri, karena rahasia itu ada di genggaman Edo, jika Angga berbuat macam-macam Edo tidak sungkan untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.
Acara pun mulai berlangsung dan Edo memulainya dengan memperkenalkan calon istrinya kepada keluarga besarnya, saat Risa muncul di sinilah Risa merasakan perih di hatinya saat memandang Angga, pandangan yang membuat Angga sesekali menatap Risa.
__ADS_1
"Mengapa Risa sepertinya tampak tidak bahagia dengan Edo? tanya Angga, seketika muncul di pikiran Angga.
"Apa mungkin Risa melakukan semua ini karena ancaman Edo kepadanya?" batin Angga yang mulai curiga.
Karena sejauh Angga mengenal Risa, memang Risa adalah sosok wanita yang sangat setia dan sangat mencintainya, hanya Risa yang dapat meluluhkan hati Angga yang begitu keras.
Acara pun berlangsung dengan meriah, semua keluarga sangat setuju dengan calon yang di perkenalkan oleh Edo. Semua itu membuat Angga terus di hujani beragam pertanyaan kapan dirinya juga memperkenalkan calon istri seperti yang di lakukan Edo hari ini.
Angga hanya dapat diam tanpa jawabannya, sekilas timbul kenangan-kenangan indah bersama Risa, mulai saat Angga sakit Risa selalu ada untuk Angga, kenangan saat mereka traveling, semua terbesit di dalam pikiran Angga.
"Kenapa Risa terlihat tidak bahagia?" gumam Angga kembali bingung saat saling menatap dengan Risa.
Angga sekejap langsung mengacuhkan segala pikirannya tentang Risa, Angga pun segera beranjak pergi meninggalkan acara tersebut. Angga mengambil teleponnya dan menghubungi seseorang.
"Halo Adi." ujar Angga.
"Iya mau apa lagi Angga?" tanya Pak Adi menjawab.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menanyakan apa Rina sudah kembali, bagaimana mungkin sudah sebulan ini kamu tidak tahu anak kamu dimana Adi?" ujar Angga.
"Ingat kontrak itu! ujar Angga mengancam.
"Tapi memang saat ini Rina memang belum kembali, saya tidak tahu kemana Rina padahal saya sudah mencarinya kemana saja." ujar Adi.
"Baiklah, begitu Rina kembali, pernikahan itu harus segera berlangsung." ucap Angga.
"Jika dendam dengan saya harusnya tidak kau lampiaskan dendam mu ini terhadap anak saya, lagipula kecelakaan yang menimpa Kakak Ipar kamu itu murni karna musibah alam." ujar Adi.
"Seandainya kau mendengar apa yang Ayahku katakan Kakakku tidak akan jadi janda dan keponakanku saat ini masih memiliki Ayah." ujar Angga.
"Saya menilai bahwa hanya Tio yang memiliki potensi untuk mengurus proyek di Kalimantan maka itu saya memberikan tanggung jawab ini terhadap Tio dan Tio tidak sendiri saat itu ada Edo yang menemaninya untuk mengurus proyek di sana." ujar Adi.
"Apapun pembelaanmu tetap saja kau harus bertanggung jawab sepenuhnya dan aku pasti akan buat anakmu menderita seperti Kakakku yg menderita karena kehilangan suaminya." ucap Angga dengan menutup telponnya.
*******
__ADS_1
Bersambung✍️