Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Rahasia Bi Imah


__ADS_3

Rangga berbalik arah menghampiri Bi Imah, dengan segudang pertanyaan dipikirannya. Rangga akhirnya ia mulai bertanya kepada Bi Imah tentang semua perkataannya, Bi Imah pun mulai menceritakan rahasianya yang selama ini sudah ia simpan rapat-rapat.


Rangga yang mendengar cerita Bi Imah sangat tidak menyangka dan mencoba menasehatinya.


"Jadi begitu ceritanya Bi, apapun alasan Bibi itu salah Bi!" seru Rangga.


"Bibi tidak seharusnya membuang anak kandung Bibi sendiri dengan alasan untuk kebahagiaannya, karena kebahagiaan yang sempurna adalah ketika anak itu bisa bersama orang tua kandungnya." imbuhnya menambahkan.


Bi Imah yang tidak sanggup menahan air matanya, ia pun menangis tersedu, pilu hatinya mendengar perkataan Rangga, sungguh ia sangat menyesali segala yang ia telah lakukan.


"Iya Mas, Bibi sungguh menyesal, maka itu Bibi datang ke sini lagi, dengan bekerja di sini, agar Bibi bisa menjaga Rina." ucap Bi Imah penuh isak.


"Ya sudah Bibi jangan nangis lagi, sekarang Bibi menyesal juga percuma, sudah terlambat. Aku cuma takut bila Rina tahu semua ini ia tidak mau mengerti dan akhirnya malah membenci Bibi." ujar Rangga.


"Maka itu Bibi mohon Mas Rangga jangan beritahu siapapun tentang hal ini ya, rahasiakan dari siapapun." pinta Bi Imah memohon.


"Baik Bi, walau saya tidak bisa janji, tapi sementara sampe Rina ketemu saya akan menyembunyikan ini semua dari siapapun." tutur Rangga.


"Rina kenapa Mas?" isak Bi Imah bertanya.


"Sejauh ini baru dugaan Bi, Rina diculik oleh Angga, maka itu saya mau ke rumah Om Adi untuk memastikan semuanya." tutur Rangga.

__ADS_1


"Rina ya ampun, anakku." tangis Bi Imah.


"Bibi jangan nangis berdoa saja! Semoga Rina tetap dalam keadaan baik, ya sudah aku jalan dulu, jaga Vara baik-baik ya." tutur Rangga.


"Iya Mas, kabarin Bibi ya Mas." ucap Bi Imah.


Rangga bergegas pergi, menuju rumah Adi. Walau Rangga masih tidak yakin akan apa yang Bi Imah ceritakan, namun tetap saja Rangga sudah berjanji sementara tidak akan bertanya kepada siapapun tentang masalah ini. Mobil Rangga pun meninggalkan halaman rumah Rina.


30 menit kemudian.


Mobil Rina memasuki halaman rumah Rina, saat itu Angga yang mengendarai mobil tersebut. Sesampainya di rumah Rina, Angga memarkirkan mobil dan membuka kaca mobilnya, setelah itu ia dengan segera pergi meninggalkan mobil tersebut. Bi Imah yang sedang berada di kamar Vara, seakan mendengar ada suara mobil masuk ke dalam halaman, ia pun bergegas menuju luar rumah.


"Jangan-jangan itu Rina udah pulang, atau Mas Rangga balik lagi ya." ucap Bi Imah.


Bi Imah sangat khawatir setelah mendapati Rina dalam keadaan pingsan, ia pun segera mengambil handphonenya ke dalam rumah untuk memberitahukan Rangga akan hal ini.


Drrret-drrret-drrret


Handphone Rangga bergetar, di layar handphone tertulis Bi Imah memanggil.


"Bi Imah, pasti mau nanyain kabar Rina bagaimana." ujar Rangga.

__ADS_1


Rangga pun mengangkat teleponnya.


"Mas Rangga, ini Mba Rina udah sampe rumah Mas, tapi Mba Rina pingsan Mas." ujar Bi Imah.


"Apa Bi! Rina pingsan." ujar Rangga terkejut.


"Terus dengan siapa Rina pulang Bi?" lanjut Rangga bertanya.


"Sendiri Mas, tadi sih Bibi lagi di kamar Vara dengar ada mobil gitu masuk, tapi pas Bibi ke bawah liat keluar, ternyata Bibi nemuin Mba Rina udah pingsan Mas, cepat kesini Mas, Bibi takut Mba Rina kenapa-kenapa." ujar Bi Imah penuh cemas.


"Oke Bi, kebetulan aku belum jauh, aku puter arah menuju ke sana, kita bawa Rina ke rumah sakit." ucap Rangga.


Rangga menutup teleponnya, namun tak berapa lama kemudian, handphone Rangga kembali berbunyi.


Setelah mengangkat telepon tersebut Rangga semakin panik dan sangat khawatir terhadap Rina. Air mata yang menetes dari mata Rangga menandakan luka yang begitu dalam yang ia rasakan. Setelah Rangga melihat petunjuk jalan yang menandakan bahwa jalan tersebut dapat untuk memutar, Rangga pun dengan cepat memutar kendaraannya, namun karena paniknya Rangga kehilangan kendali akan mobilnya, hingga membuat mobil Rangga terpelanting dan terbalik.


Rangga masih berada di dalam mobil dengan kondisi mobil terbalik. Beberapa pengguna jalan yang berhenti mencoba untuk mengeluarkan Rangga dari mobilnya, namun karena terdapat kebocoran pada bahan bakar yang menetes pada tangki mobil, mereka pun takut untuk mendekatinya dan menjauhi mobil Rangga. Rangga yang masih sadar mencoba untuk keluar dari mobilnya.


Beberapa menit kemudian, mobil pun meledak dan terbakar, semua orang yang melihat menjauh dari tempat kejadian dan ada yang sudah menghubungi kantor Polisi juga ambulance.


******

__ADS_1


Bersambung✍️


__ADS_2