Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Penuh Haru


__ADS_3

Rina, Viska dan Ryan, segera turun dari kereta. Sebelumnya Viska sudah memberitahu Rina bahwa keluarganya akan datang menjemputnya, rasa rindu yang sangat dalam membuat Rina segera mencari keberadaan keluarganya, dari kejauhan sorot mata Rina tertuju pada Vara yang sudah menunggunya. Rina menyapa Vara hingga membuat Vara menolehnya, ketika Vara melihat Rina, ia langsung berlari dan memeluknya, kerinduan mendalam Vara terhadap Kakaknya yang sudah begitu lama tidak bertemu. Vara memeluk Rina dengan erat, ia menangis tersedu.


"Kakak, jangan pergi lagi ya kak, aku kangen sama Kakak." ujar Vara penuh air mata.


"Iya Var, Kakak minta maaf udah buat kamu cemas dan sedih kaya gini, Kakak janji gak akan ninggalin kamu lagi ya." ucap Rina seraya mengusap air mata adiknya.


Setelah memeluk dan melepaskan rindunya kepada Vara, Rina meminta maaf kepada Ayahnya karena sudah membuatnya khawatir. Yoga yang juga sangat merindukan Rina, segera menghampiri Rina dan memeluknya, sambil menangis ia menyesali karena tidak bisa ada di saat Kakaknya membutuhkannya, Yoga juga meminta maaf karena tidak bisa menjaga Rina dengan baik. Mendengar itu Rina sangat terkejut.


"Bagaimana Yoga bisa tahu semua tentang itu? Aku selama ini hanya menceritakan semua kepada Viska, apa mungkin Viska yang sudah memberitahu Yoga." gumam Rina bertanya dalam hatinya.


Viska dan Ryan jadi ikut sedih melihatnya. Viska sebenarnya tahu tentang kabar Rina, karena selama di Bandung, Rina selalu bercerita kepada Viska lewat video call, namun saat itu Viska tidak di beritahu oleh Rina tentang keberadaannya. Sementara itu tentang hubungannya dengan Ryan ia tidak menceritakan kepada Rina karena Viska takut itu akan membuat kesedihan di hati Rina bila nanti teringat tentang Rangga.


Mereka pun berjalan menuju parkiran mobil. Terlihat Rina berjalan di samping Adi Ayahnya.


"Pah, ada hal yang ingin aku beritahu, ini tentang Mama." ujar Rina.


Adi pun langsung terkejut dan ia mulai menerka-nerka sesuatu yang ingin Rina sampaikan.

__ADS_1


"Apa ini tentang Sarah dan selingkuhannya?" batin Adi bertanya.


"Pah." ujar Rina memanggil Ayahnya yang sedang terdiam.


"Iya Rin, kenapa dengan Mama kamu?" tanya Adi yang tersadar dari diamnya.


"Mama kecelakaan itu karena Angga yang sudah menabrak mobil Mama, Pah." ujar Rina dengan kesal.


Adi sangat terkejut dan marah mendengar hal itu.


"Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Adi menyambung kata-katanya dengan kesal.


Rina akhirnya menceritakan semuanya terhadap Adi, semua hal yang Rina tahu. Adi yang mendengar semua itu tidak menyangka dengan apa yang ia dengar.


"Berarti selain mengambil kehormatanmu, Angga juga telah menabrak Mama kamu sampai kamu pun harus kehilangan Mama kamu." ucap Adi tambah kesal.


"Aku ingin Angga mempertanggung jawabkan semua yang ia telah lakukan Pah." ucap Rina dengan Lirih namun ada kebingungan darimana Adi bisa tahu kalau Angga sudah merampas kehormatannya.

__ADS_1


"Kamu harus jadi saksi tentang kecelakaan itu Rina, agar pasal pidana yang menjerat Angga sekarang ini bisa bertambah karena Rangga saat ini hanya memperkarakan Angga tentang kasus pemerkosaan terhadap kamu." ujar Adi memberitahu Rina.


Rina yang mendengar perkataan Adi terkejut sekali, karena Adi menyebut Rangga.


"Pah, Rangga sudah gak ada!" seru Rina.


"Iya itu Papa salah ngomong, maksudnya Angga sudah Papa laporkan atas kasus pemerkosaan kamu." ucap Adi salah tingkah.


"Pah, Rina hanya cerita kalo Angga melakukan itu terhadap Rina sama 2 orang, pertama Viska dan Bu Rita, darimana Papa bisa tahu." ujar Rina terkejut dan heran dengan perkataan Adi.


Adi tambah salah tingkah dan bingung mau menjawab apa.


"Waduh aku keceplosan." gumam Adi.


******


Bersambung✍️

__ADS_1


__ADS_2