Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Rangga Bahagia


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama, tibalah Siska untuk pulang. Siska pamit kepada Rina dan Vara, ia pun keluar dari kamar Rina. Walaupun sebenarnya Rina merasa berat Siska pergi, namun Siska menyampaikan padanya bahwa Ibunya memberitahu Siska untuk segera pulang ke rumah.


Rangga yang melihat Siska, segera menghampirinya, Siska menceritakan semua kepada Rangga. Rangga tak menyangka, ternyata Rina ingat dengan Siska.


"Alasan Rina takut sama kamu itu karena Mega bilang kamulah laki-laki yang sudah memerkosa Rina." ujar Siska memberitahu.


"Semua akan baik-baik saja Rangga, aku sudah menceritakan semuanya kepada Rina, berikan Rina waktu saat ini untuk tenang, besok baru kamu coba untuk menemuinya." sambung Siska memberi nasihat.


Rangga mengiyakan semua anjuran dari Siska, setelah Siska pergi tak lama kemudian Adi dan Bi Imah datang.


7 Hari kemudian.


Tiba waktunya Rina untuk pulang ke rumah. Dokter sudah mengizinkan Rina untuk rawat jalan.


Selama di rumah sakit Rina banyak menghabiskan waktunya bersama Bi Imah yang senantiasa selalu menemaninya, karena Vara harus pergi sekolah. Sudah 7 hari, Rangga juga belum menemui Rina, ia hanya dapat melihat Rina dari kaca pintu kamar saja. Keraguan membuat Rangga harus mengurungkan niatnya untuk menemui Rina.


Mereka pun sudah siap untuk pulang, Yoga mendorong kursi roda yang sudah diduduki oleh Rina, Vara menemaninya dengan berjalan di samping Rina, diikuti oleh Bi Imah yang sudah menjinjing segala barang bawaan.


Sesampainya di lobi rumah sakit, Rangga datang membawa mobilnya untuk menjemput, mereka sangat terkejut melihat Rangga mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya.



Rangga sengaja mengenakan topeng itu agar Rina tidak takut kepadanya, tak pelak itu membuat tawa orang-orang yang melihatnya termasuk Rina sendiri. Melihat Rina tertawa, Rangga sangat bahagia.

__ADS_1


"Ya ampun Rin, aku kangen dengan wajah bahagia kamu, aku jadi ikut bahagia melihatnya." gumam Rangga tersenyum seraya merapikan barang bawaan di bagasi mobilnya.


Mereka semua masuk ke dalam mobil dan Rangga pun melajukan mobilnya.


Di dalam perjalanan.


Rina yang memilih untuk duduk di belakang bersama Bi Imah dan Vara, sementara Yoga menemani Rangga duduk di kursi depan. Rangga masih mengenakan topengnya, Yoga dan Vara pun tak tahan untuk meledeknya hingga kembali membuat Rina tertawa lucu.


"Kak Rangga sudah seperti pahlawan bertopeng ya Kak Yoga?" ujar Vara menanyakan kepada Yoga.


"Iya yang di kartun Sinchan ya." jawab Yoga seraya tertawa lucu melihat Rangga menggunakan topeng.


"Gak apalah pahlawan bertopeng daripada topeng monyet kan." sahut Rangga.


Mendengar jawaban Rangga semuanya pun tertawa sangat lucu.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup menyenangkan lewat kelakuan konyol Rangga mengenakan topengnya. Mereka pun sudah tiba di rumah Rina.


Rina keluar dari mobil dibantu oleh Bi Imah dan Yoga, Rina masih belum ingat bahwa ini adalah rumahnya, ia pun bertanya kepada Vara.


"Ini rumah kita Var?" tanya Rina.


"Iya Kak, ayo Kak." ujar Vara yang duluan masuk ke rumah.

__ADS_1


Rina sudah berdiri di depan pintu rumahnya, ada perasaan yang tak bisa Rina gambarkan di sini, ia merasa sedih tidak mengingat apapun, bahkan sampai 7 hari ini Rina masih belum dapat mengingat keluarganya. Rina hanya dapat melihat kasih sayang dan ketulusan yang telah di tunjukan kepadanya, itu yang membuat Rina nyaman berada di dekat keluarganya, walau mungkin terasa asing di pikirannya.


Melihat Rina yang tampak sedih, terbesit ide di pikiran Rangga, sesuatu untuk menghibur Rina.


"Ayo masuk Putri Rina, pahlawan bertopeng akan membukakan pintu untuk kamu." ujar Rangga yang tiba-tiba ada di hadapan Rina di depan pintu


Melihat kelakuan Rangga, Rina mulai mengembangkan senyum di wajahnya.


"Iya terimakasih pahlawan bertopeng, kamu baik banget, selain menjadi pahlawan bertopeng, apa kamu juga mau jadi pahlawan di hatiku?" ujar Rina balas membuat kelucuan lewat rayuannya.


Rangga sangat bahagia mendengarnya.


"Jangankan menjadi pahlawan hati kamu Putri Rina, aku pun rela jika seumur hidup memakai topeng ini asal selalu dapat membuatmu tertawa bahagia." ujar Rangga yang sudah berlaga seperti pangeran.


"Laki-laki ini benar-benar mencintaiku, betul yang dikatakan oleh Siska." batin Rina yang mulai menyadari cinta Rangga yang begitu besar padanya.


"Ibu doakan untuk kamu dan Rangga agar selalu bersama dan bahagia ya, Nak! Jika kamu bahagia Ibu juga ikut bahagia walau kamu tidak akan pernah tahu siapa Ibu." gumam Bi Imah seraya memegangi Rina untuk membantunya berjalan.


Yoga dan Vara kembali keluar karena heran Rina dan Rangga terlalu lama masuk ke dalam rumah.


"Kak Rangga, ayo masuk, sudah maen operanya, ya! Kasian Kak Rina itu capek sudah lama berdiri." ujar Yoga kepada Rangga.


Rangga langsung menyadari kondisi Rina, ia langsung membantu Rina untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


******


Bersambung ✍️


__ADS_2